Bubur Ayam Andir, Rada Beda Tapi Tetap Lezat

SELAIN bubur Kasmin di Jalan Sudirman juga ada penjual bubur yang sudah beken. Orang menyebutnya bubur ayam  Andir atau bubur otong sesuai spanduk yang selalu terpasang di sana yang berbunyi,  “Bubur Ayam Pa’ Otong”.

Bubur ini sudah beken ke mana-mana. Kelezatannya justru pada ketidaklaziman dalam panyajian. Topping Bubur Otong hanya suwir-suwir ayam, potongan cakueh, kecap asin, dan sambal. Berbeda dengan bubur yang lain, topping-nya lengkap, ada  suwir ayam, potongan cakueg, kerupuk, bawang goreng, seledri, kecap asin, kecap manis, sambal, emping, kacang kedelai, merica, irisan telur rebus, dan ati empela.

Bubur ayam Pak Otong Jalan Sudirman Bandung | Foto serbabandung.com #serbabandung
Bubur ayam  Andir atau bubur Pak Otong Jalan Sudirman Bandung | Foto serbabandung.com #serbabandung

Tak hanya orang biasa yang datang ke sana, tapi beberapa  nama terkenal juga pernah merasakan nikmanya bubur ini. Ridwan Kamil juga pernah merasakan  kelezatan bubur Otong. Foto Emil, panggilan Ridwan Kamil ini, bersama-sama rekan-rekannya itu  pernah diunggah hallobandung.com pada 6 September 2014. Dalam kepsyennya disebutkan saat itu Emil belum menjabat sebagai wali kota.

Lokasi bubur Otong berada di Jalan Sudirman tidak jauh dari Pasar Andir. Tempatnya bukan toko ataupun restoran. Pengelola bubur Otong berdagang hanya dari sebuah roda dorong yang telah menyiapkan meja panjang dan kursi warna-warni terbuar dari plastik. Roda dan meja itu tepat berada di pelataran sebuah bangunan, yang pada Jumat (17/4/2015) bangunan itu mesih bercat hijau kombinasi putih.

Bubur ini sudah berjualan sejak  1947. Ketika itu pemiliknya Hadon berjualan bubur dengan cara dipanggul. Berdagang pada dini hari, yaki pukul 01.00. Pelanggannya adalah para pedagang di Pasar Andir yang menyiapkan lapak jualan mereka.

Bubur Hadon terus berkembang. Pembeli pun semakin banyak. Panggulan yang biasa digunakan untuk menjajakan bubur mulai ditinggalkan. Dia membuat roda sederhana dan memilih sebuah tempat di kawasan Jalan Sudirman dekat Pasar Andir untuk menyimpan rodanya.

Pada 1995, pengelolaan beralih pada putranya, Otong. Otong masih mengelola  bubur itu hingga sekarang,  meneruskan rintisan ayahnya tetap berdagang di tempat awal. Otong hanya mengubah jadwal buka bubur tersebut, tanpa mengubah resep warisan ayahnya.

Kini bubur ayam bisa dinikmati penggemarnya mudal dari sore hari, pada pukul 17.00. Penikmat bubur tanpa harus menunggu hingga dini hari dulu untuk mencicipi sajian khas bubur Otong ini. Selamat menikmati. *

Bubur Ayam Andir

  • Bubur ini sudah berjualan sejak  1947.  Ketika itu pemiliknya Hadon berjualan bubur dengan cara dipanggul. Berdagang pada dini hari, yaki pukul 01.00. Pelanggannya adalah para pedagang di Pasar Andir yang menyiapkan lapak jualan mereka
  • Bubur Hadon terus berkembang. Pembeli pun semakin banyak. Panggulan yang biasa digunakan untuk menjajakan bubur mulai ditinggalkan. Dia membuat roda sederhana dan memilih sebuah tempat di kawasan Jalan Sudirman dekat Pasar Andir untuk menyimpan rodanya
  • Pada 1995, pengelolaan beralih pada putranya, Otong. Otong masih mengelola  bubur itu hingga sekarang,  meneruskan rintisan ayahnya tetap berdagang di tempat awal. Otong hanya mengubah jadwal buka bubur tersebut, tanpa mengubah resep warisan ayahnya

Sumber: http://m.detik.com/news/read/2008/05/08/082355/1048932/670/1/bubur-pak-otong-tetap-lezat-di-tengah-tumpukan-sampah

@buburPak_Otong

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.