Taman Pustaka Bunga yang Dekat Gedung Sate

TAMAN Pustaka Bunga Kandaga Puspa  adalah taman hasil revitalisasi Wali Kota Bandung  Ridwan Kamil. Taman ini berada di Jalan  Citarum No. 23 A, seberang Taman Lansia di Jalan Cilaki. Tak jauh dari Gedung Sate dan Museum Pos. Taman ini diresmikan Ridwan Kamil pada 30 Desember 2013.

Di taman yang luasnya sekitar satu hektare ini terdapat  bermacam-macam  tanaman hias, dan pohon-pohon rindang yang meneduhi taman ini. Pengunjung bisa menikmatinya dengan duduk di bangku yang terbuat dari besi pipa, atau di bangku yang terbuat dari beton.

taman pustaka bunga

Taman Pustaka Bunga Kandaga Puspa  di Jalan  Citarum No. 23 A, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Selain  jenis anggrek yang berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, di sini ada  beberapa bunga langka seperti Pinsettia, Kalanchoe, Amaryllis, Bogainvillea, Rhododendron dan lain-lain.

Kiacauan burung yang terdengar di taman ini menambah ketenangan bagi pengunjung yang hanya ingin sekadar duduk-duduk  saja di taman ini. Suara motor dan mobil yang melewati taman ini tak mengalahkan kicauan burung yang hinggap di pohon-pohon di kawasan taman ini.

Taman Pustaka Bunga untuk Foto Prewedding

Taman ini juga sering digunakan oleh penggemar fotografi untuk mendapatkan objek bagus. Tak hanya untuk sekadar jepret, di sini juga kadang dipakai untuk foto prewedding, seperti yang terlihat pada Kamis (23/7/2015).

Pada Kamis siang itu yang berkunjung ke taman ini cukup banyak. Mereka yang datang terdiri dari berbagai usia, ada anak-anak, remaja, dan orang tua. Mereka memanfaatkan keteduhan untuk sekadar duduk atau bahkan tiduran.

Mereka juga berselfie memanfaatkan background di taman ini. Seperti yang dilakukan 4 remaja. Jembatan yang berada di taman ini mereka gunakan untuk objek berselfie. Mereka bergantian saling berfoto. Mereka terlihat ceria ketika melihat hasil jepretan mereka.

Taman ini dibuka setiap hari mulai pukul  pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB. Pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis untuk menikmati taman ini. Menurut catatan pengelola,  pengunjung taman ini bisa mencapai 50 hingga 100 orang setiap harinya. Taman ini dikelola oleh Komunitas Petani Bunga.

Jika pengunjung ingin berkuda mengitari kawasan Jalan Cilaki dan Citarum di sekeliling luar taman ini banyak yang memberikan jasa tunggangan kuda. (*)

Tamannya Para Lansia di Kawasan Cilaki-Cisangkuy

SATU lagi taman yang direvitalisasi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil adalah Taman Lansia. Lokasinya di antara Jalan Cilaki dan Jalan Cisangkuy. Tak jauh dari Gedung Sate, dan Museum Geologi di Jalan Diponegoro.

Dulu taman ini lebih dikenal dengan sebutan Taman Cilaki. Seperti halnya taman-taman yang lain, taman ini dijadikan warga untuk melepas lelah. Rimbunnya pohon di sana memberikan kesejukan bagi warga yang penat dengan pekerjaannya, atau bagi warga yang hanya untuk rehat saja.

Selain rimbunnya pohon di kawasan ini ada kuda-kuda yang bisa disewa oleh pengunjung. Pengunjung bisa mengitari taman tersebut dengan tarif yang telah ditentukan para “joki-joki” kuda yang sudah siap menunggu para pelanggan.

Jika keletihan setelah berolah raga, karena taman ini sering digunakan untuk berolahraga bisa berwisata kuliner di sana. Salah satu yang direkomendasikan adalah Yoghurt Cisangkuy. Menikmati yoghurt di sini dijamin segar, dan nikmat.

Taman Lansia Semakin Indah

Taman Lansia semakin indah lagi karena di sana telah dilengkapi danau buatan. Para pengunjuang bisa berjalan-jalan di jembatan di antara danau tersebut. Danau retensi ini diresmikan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjelang tutup tahun 2014, tanggal 31 Desember 2014.

Dikutip dari Tribun Jabar, Kamis (1/1/2015), selain difungsikan untuk pengendali banjir cileuncang, danau retensi ini juga bisa digunakan untuk rekreasi keluarga. Penampakan dari danau retensi ini sendiri cukup unik, terdapat jembatan penyebrangan.

Di sana terdapat dua buah danau dengan ukuran yang berbeda. Danau pertama memiliki luas 1.397 meter persegi dengan kedalaman 4,5 meter dan volume air 1.806 kubik. Sedangkan danau kedua memiliki luas 689 meter per segi dengan kedalaman 3,8 meter dan volume air 753 kubik.

Untuk mempercantik disediakan balkon terbuat dari kayu yang dihiasi lampu taman. Tempat joging di sana pun kini telah berganti batu granit permukaan kasar menggantikan paving block. *

Yang Ada di Taman Lansia

  • Dilengkapi danau buatan
  • Jembatan di antara danau
  • Danau bisa digunakan untuk rekreasi keluarga
  • Danau pertama memiliki luas 1.397 meter persegi dengan kedalaman 4,5 meter dan volume air 1.806 kubik
  • Danau kedua memiliki luas 689 meter per segi dengan kedalaman 3,8 meter dan volume air 753 kubik
  • Balkon terbuat dari kayu yang dihiasi lampu taman
  • Tempat joging berbatu granit permukaan kasar menggantikan paving block

Cibeunying, Taman di Kota Bandung yang Pernah Jadi Bursa Tanaman

TAMAN ini salah satu yang muncul bersama taman-taman yang direvitalisasi di Kota Bandung, seperti Taman Jomblo, Taman Film, Taman Foto, dan yang terakhir Taman Superhero. Sejak Wali Kota Ridwan Kamil mencanangkan program revitalisasi taman, beberapa taman lama yang berubah wajah bermunculan. Taman ini bernama Taman Cibeunying, atau orang lebih senang menyebutnya  Cibeunying Park. Taman ini berada dideretan Taman Lansia, dan Taman Taman Pustaka Bunga, yang memanjang mulai dari Jalan Diponegoro hingga Jalan Bengawan.

Taman ini sudah lama dikenal orang. Bahkan ketika Belanda masih menjajah Indonesia, taman ini sudah ada. Pada zaman itu, taman ini lebih dikenal dengan sebutan Tjibeunjing Plantsoen yang berfungsi sebagai hutan kota.

Taman Cibeunying pernah menjadi bursa tanaman hias pada 1980-an. Saat itu Wali Kotanya masih dijabat oleh Ateng Wahyudi. Taman Cibenying berubah dari sebuah taman menjadi kios-kios tanaman. Fungsi sebagai taman pun menghilang.

Belakangan Taman Cibeunying dibenahi. Di sana tak ada lagi kios-kios penjajak tanaman hias. Taman ini menjadi seperi luas. Rumput yang terhampar di sana menjadi tempat favorit untuk bercengkrama.

Tempat duduk yang tersedia berjejer rapi di pinggir mengelilingi taman itu. Tempat sampah juga terlihat unik. Di bagian lain tulisan besar Cibeunying Park berwarna merah putih menghiasi taman itu.

Di ujung lain taman ini tersedia gazebo yang bisa digunakan berteduh kala cuaca panas menyengat, atau saat hujan mengguyur. Jangan lupa bunga-bunga yang sengaja ditanam di sana menambah kearsian taman tersebut.

Uniknya pengelola taman ini memiliki akun twitter untuk menyebarkan informasi mengenai taman ini melalui akun @CibeunyingPark. Dalam akun tersebut men-tweet ajakan untuk menjaga kelestarian dan kebersihan tanaman ini. *

Taman Lampion, Tempat Wisata Baru di Kota Bandung

WARGA Bandung memiliki tempat permainan baru. Namanya Taman Lampion. Lokasinya berada di Taman atau Lapang Tegallega. Daya tarik tempat ini adalah lampion hewan purba seperti dinosaurus. Kalau malam kerlip lampu dalam lampion menambah daya tarik.

Untuk ke Taman Lampion bisa masuk dari Jalan BKR, Jalan Moh Toha, dan Jalan Oto Iskandardinata. Bagi yang ingin masuk ke taman tersebut, pengunjung dipungut retribusi Rp 1.000. Pengunjung bisa datang pagi hari, siang hari, sore, dan malam hari.

Pada malam hari, taman ini semakin menarik karena lampu-lampu di lampion hewan purba dinyalakan. Warna merah, hijau, kuning, dan biru menghiasi lampion-lampion itu. Di antara lampion-lampion terdapat pohon imitasi berwarna-warni karena cahaya lampu.

Sabtu (25/5/2019) malam, banyak warga yang bekunjung ke sana. Mereka datang bersama keluarga, teman, atau pasangan. Berbekal telepon genggam, mereka mengabadikan semua yang ada di sana. Mereka pun berselfie berlatar belakang lampion-lampion berukuran raksasa.

Beberapa petugas tampak terus mengawasi para pengunjung yang datang ke sana. Petugas ini mengawasi kalau ada pengunjung yang berbuat “jahil” atau vandalisme terhadap lampion-lampion itu. Ada beberapa petugas berseragam seperti satpam malam itu.

Pemadaman Lampu di Taman Lampion

Penyalaan lampu di Taman Lampion dibatasi. Saat Sabtu malam tersebut, lampu dipadamkan pukul 21.00 lebih beberapa menit.

taman lampion
Taman Lampion di Taman Tegallega Bandung. | Foto serbabandung.com

Yang juga menarik pengunjung ke Taman Tegallega adalah keberadaan ampiteater yang menghadap ke Jalan BKR. Podiumnya memiliki tinggi 20 meter. Tempat duduknya berundak menyerupai tangga.

Sebuah tulisan besar “Taman Tegallega Bandung” di paling atas tangga menjadi daya tarik sendiri. Tulisan itu kalau malam lampunya menyala berwarna-warni. Hampir semua pengunjung yang datang pada malam itu mengabadikan tulisan besar tersebut.

Ampiteater itu belum rampung. Rencananya, bagian bawah tribun ampiteater itu akan dijadikan ruangan berisi diorama sejarah Bandung Lautan Api dan perpustakaan. Untuk menuntaskan bagian ampiteater ini membutuhkan sekitar Rp 6 miliar.

Dalam Pikiran Rakyat Online disebutkan perbaikan juga akan dilakukan untuk kolam renang, lapangan sepak bola, hingga lapangan basket, dan area bermain anak dan kolam cetek di bagian timur.

Baca juga Taman Tegallega, Ketika Malam Bercahayakan Lampu Lampion

Sejarah Taman Maluku yang Panjang Mulai dari Zama Belanda

TAMAN Maluku adalah salah satu taman di Kota Bandung yang sudah ada sejak jaman penjajahan. Tadinya taman ini tanah kosong yang berada di Jalan Maluku. Berikut sejarah Taman Maluku.

Sejarah Taman Maluku dimulai pada pembangunannya yang dilaksanakan pada 1919 oleh pemerintah Hindia Belanda. Nama aslinya adalah Molluken Park.

Pada 1950-an, Molluken Park berubah nama menjadi Taman Maluku untuk menyesuaikan dengan pelarangan menggunakan Bahasa Belanda oleh Presiden I RI, Ir Soekarno.

Adapun sejarah Taman Malaku yang terkait dengan penaamaan adalah sebagai berikut. Taman ini memang berada di pertemuan Jalan Maluku dan Jalan Aceh. Selain itu taman ini juga berada di antara Ambon Straat (Jalan Ambon), Menado Straat (Jalan Menado), Celebes Straat (Jalan Sulawesi yang sekarang digabung dengan Jalan Ambon dan Jalan Saparua).

Di taman ini pohon-pohon besar yang rimbun mendominasi. Pepohonan yang tumbuh di sana antara lain pohon ki angsret (Spathodea campanulata) dan bungur (Lagerstroemia speciosa). Bau khas hutan tropis sangat terasa di sini. Deru kendaraan yang melewati kawasan ini tak menghilangkan kesan tengah berada di dalam hutan.

sejarah taman maluku
Taman Maluku di Jalan Maluku. | Foto serbabandung.com @serbabandung

Sejarah Taman Maluku Tak Terkait Patung Pastor

Taman Maluku termasuk salah satu taman di Kota Bandung yang masih asri meski berada di tengah kota. Dekat pusat perbelanjaan di Jalan LLRE Mardinata atau Jalan Riau, tempat berjejernya Factory Outlet, dan Jalan Merdeka tak membuat luntur kesan taman kota.

Di dalam taman ada jalan setapak terbuat dari paving blok. Di sisi-sisinya terdapat kursi bercat merah. Papan pengumuman anjuran membuang sampah di tempatnya berdampingan dengan plang pemberitahuan bahwa di sana ada fasilitas wifi gratis terpasang di beberapa tempat.

Kolam besar pun masih menghiasi taman itu. Jangan lupa patung perunggu Pastor H.O. Verbraak, S.J yang masih tegak berdiri. Verbraak adalah seorang imam tentara Hindia Belanda yang bertugas saat perang Aceh (1835-1907). Kisah-kisah seram mengenai keberadaan patung ini banyak beredar di internet. Dan, keberadaannya tidak ada sengkutnya dengan sejarah Taman Maluku.