Genta, Gitar Lokal yang Telah Melanglang ke Luar Negeri

PRESIDEN Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah salah satu pengguna gitar buatan Bandung ini. Tak hanya SBY, tetapi musisi lain seperti Pretenders, Sawung Jabo, Hari Pochang, Fery Curtis, dan Abah Iwan, pernah menggunakan gitar ini. Gitar ini sebenarnya sudah terkenal sejak 1980-an, namanya gitar Genta.

Gitar Genta tak hanya menjual produk hasil rancangan mereka. Mereka biasanya menerima pesan dari orang yang akan membelinya. Tentu saja sesuai keinginan para pemesan. Bagi yang baru belajar gitar pun bisa memesan atau membeli produk yang sudah ada di sini.

Gitar Genta

Gitar Akustik butan Genta Bandung. | Foto gentaguitar.com

Gitar yang diproduksi gitar Genta beragam, untuk gitar akustik Ada yang berwarna cerah, ada juga yang berwarna gelap. Hampir semua bernuansa kayu, dan terbuat dari kayu mahoni. Kayu mahoni juga digunakan oleh pabrikan gitar Gibson, contohnya Les Paul. Selain mahoni, kayu rose wood juga digunakan untuk membuat gitar di sini.

Sama dengan gitar akustik, Gitar Genta juga mengeluarkan gitar elektrik yang berkualitas. Mayoritas berwarna hitam. Mereka juga memproduksi ukulele. Produk gitar Genta ini beredar di toko-toko musik di Bandung, bahkan sudah ada yang diekspor, seperti ke Inggris dan Amerika Serikat.

Genta lewat PT. Genta Trikarya pernah mendapatkan penghargaan NAMM Milestone Award pada 2009. Penghargaan ini bisa diperoleh produsen alat musik yang telah berdedikasi selama lebih dari 50 tahun. Guitar Genta masuk dalam kriteria tersebut.

Tempat produksi Genta berada di kawasan Ujungberung (Jalan. AH. Nasution KM 12,5 No. 69). Pabrik ini berdiri pada 1959. Perintisnya Ki Anong Naeni. Ki Anong merupakan ahli mekanik dan elektronik.

Ki Anong pernah bekerja di pabrik mesin milik Belanda. Dia dan sahabatnya mendirikan pabrik gitar Genta. Tak hanya gitar Genta, mereka juga mendirikan beberapa pabrik gitar lainnya di Bandung.

Dalam laman wisatabdg.com dalam artikel berjudul “Genta: Gitar Produk Bandung yang Melegenda” yang di-upload pada 28 Januari 2013, dikisahakan Ki Anong bertemu Raden Mahyar dan membuat gitar 17 fret (dibuat 3 buah). Gitar tersebut satu telah dibawa ke Prancis, satu lagi dibawa ke Malaysia, dan satu lagi masih ada di keluarga Raden Mahyar di Bandung.

Gitar Genta

Jalan AH. Nasution KM 12.5 No. 69, Bandung
Telepon: (022) 7812446
Official Website: www.gentaguitar.com

Bahan tulisan:

http://hot.detik.com/read/2010/06/25/120817/1386340/682/gitar-genta-banyak-dipakai-band-terkenal
http://www.wisatabdg.com/2013/01/genta-gitar-produk-bandung-yang.html

Kaset Bekas Masih Banyak Dijual di Kota Bandung

BAGI Anda yang lahir pada 2000-an mungkin takkan mengenal benda ini. Namanya pita kaset. Pita kaset ini adalah format media untuk memasarkan karya para pemusik. Pada 1970-1990-an, pita kaset atau compact cassette ini merupakan format media yang digunakan dalam industri musik selain piringan hitam, dan belakangan compact disc.

Meski, peredarannya sudah tidak ada lagi karena sejak 2000-an mulai tergeser oleh format mp3, masih ada penjualnya di Bandung. Di beberapa tempat, seperti di belokan Jalan Balonggede dan Dewi Sartika, Cihapit, Astananyar masi ada yang setia menjual cassette dari artis-artis ternama.

Di Jalan Dewi Sartika, penjual cassette menggelar di trotoar di seberang penjual buku bekas. Ratusan compact cassette dari berbagai artis nama terlihat berjejer rapi. Penjual juga menyediakan walkman –cassette player portable yang kini sudah tidak diproduksi lagi– untuk memberikan kesempatan kepada pembeli untuk mencoba compact cassette yang akan dibeli.

Di deretan, paling kanan kedua compact cassette ada grup musik progresif legendaris Genesis. Deretan lainnya juga menyimpan grup-grup musik dan penyanyi lawas lainnya. Kemasannya juga dibersihkan dulu oleh penjualnya sebelum dijajakan untuk menarik minat para pembeli. Bagi yang senang bernostalgia bersama lagu-lagu Daniel Sahuleka di sini pun ada.

kaset bekas
Kaset bekas yang djual di Jalan Balonggede, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com

Kaset Bekas Dibanderol 10 Ribu–15 Ribu

Compact cassette tersebut dibanderol bervariasi, tergantung artisnya, dan kualitas barang.

“Saya jual Rp 10.000-15.000. Tapi, kadang Rp 5.000 juga jadi tergantung artisnya,” kata Budi, warga Turangga yang berjualan compact cassette bekas di Jalan Dewi Sartika, Rabu (13/2/2019).

Menurut Budi, bahkan ada compact cassette yang sama sekali tidak dilirik oleh pembeli. Kalau untuk compact cassette yang seperti itu Budi terpaksa menjualnya dengan obral.

“Kaset itu jualnya gimana selera pembeli. Bisa ada yang berbulan-bulan nggak ada pembelimya. Jadi terpaksa dijual murah,” kata Budi.

Budi mendapatkan compact cassette dari tempat-tempat yang menjual
compact cassette bekas harganya murah dan artisnya banyak dicari penggemar.

“Biasanya saya sekali-kali ke Astanaanyar untuk mencari kaset yang dijual. Ada juga yang sengaja datang ke sini untuk menjual kaset-kasetnya,” kata Budi.

Alat-alat Musik Tradisional yang Dijual di Bandung

Alat-alat musik tradisional banyak dijual di Bandung. Beberapa kawasan, seperti di Jalan Soekarno Hatta Kiaracondong banyak gerai penjual alat musik. Biasanya, gerai-gerai tersebut selain menjual alat musik juga kerajinan seperti wayang dan lain-lain.

Penjual alat-alat musik tradisional di Jalan Soekarno Hatta mulai berjejer mulai dari tak jauh dari persimpangan Buahbatu hingga persimpangan Terusan Kiaracondong-Soekarno Hatta. Biasanya alat musik yang dijual adalah alat musik yang terbuat dari bambu, seperti suling dan angklung. Adapula kendang dan perkusi lainnya.

Alat musik tersebut tak hanya untuk dipakai ada juga yang bisa untuk pajangan. Harganya bervariasi tergantung ukuran dan kualitas alat musik tersebut.

Khusus untung angklung, bisa diperoleh di Saung Angklung Udjo di Jalan Padasuka. Di sana terdapat pusat kerajinan tangan dari bambu dan workshop instrumen musik dari bambu. Tak hanya berbelanja, Saung Angklung Udjo (SAU) pun mengajak para pengunjung memainkan alat musik ini.

SAU merupakan laboratorium kependidikan dan pusat belajar untuk memelihara kebudayaan Sunda dan khususnya angklung. Lewat Saung Angklung Udjo ini alat musik trasdional Jawa Barat ini bisa tetap lestari dari bisa dikenal oleh warga Jawa Barat dan tentu saja oleh orang di seluruh mancanegara.

 

Alat-alat Musik Tradisional
Kendang. | Foto serbabandung.com

Angklung telah diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia.

Alat-alat Musik Tradisional Gamelan

Bagi yang ingin datang ke pembuat alat-alat musik tradisional seperti gamelan sunda (degung) bisa datang Kampung Babakan Muslimin RT 03/06, Kelurahan Mekarwangi, Kota Bandung. Lokasinya agak susah dicari, dari Jalan Moh Toha dari arah Dayeuhkolot, tak jauh dari jalan tol belok kiri masuk ke Kompleks Perumahan Mekarwangi.

Dari pintu gerbang perumahan itu belok ke pemakaman yang jaraknya kira-kira 100 meteran. Kemudian belok kanan. Di sana tinggal bertanya di mana pembuat gamelan berada. Perajin ini tak jauh dari Taman Pemakaman Umum Legok Ciseureuh, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Regol, Kota Bandung.

Harganya pun bervariasi. Kendang misalnya, kendang yang terbuat dari kayu nangka harganya bisa mencapai Rp. 1,7 juta per set. Sedangkan yang terbuat dari kayu buah harganya Rp 1,2 juta. Saran pembuat kendang, sebaiknya pilihlah kendang yang terbuat dati kayu nangka.

Toko Musik yang Lengkap dan Berkualitas di Bandung

PENIKMAT dan pemusik di Bandung tak pernah kelimpungan untuk mendapatkan alat  musik yang berkualitas. Di Bandung memang banyak sekali toko musik yang memiliki kualitas dan  standarnya di atas rata-rata.

Toko Musik Nada misalnya. Lokasinya berada di simpang empat Jalan Naripan-Sunda.  Tepatnya di Jalan Naripan No 111. Toko ini sudah melegenda dan berdiri pada 1974. Para pemusik  tentu hafal dengan toko ini. Banyak sekali alat-alat musik berkualitas yang dijual di toko ini.

Sejak berdirinya Nada hanya menawarkan gitar buatan lokal. Baru, pada 1979, toko  Nada  merupakan diler resmi produk Yamaha. Namun tak hanya Yamaha yang dijual, Nada menyediakan merek luar negeri lainnya yang terkenal, seperti Ibanez, Fender dan Cort.

Aksesori pun tersedia. Para pemusik biasanya mencari senar gitar, claber, atau efek ke toko ini. Adapu aksesori drum yang dijual di sini di antaranya stik, pedal, atau senar. Bagi yang tertarik
untuk berkunjung atau berbelanja ke toko ini perhatikan jadwal bukanya. Nada hanya buka pada pukul 09.00-13.00 dan 04.00-20.00.

Toko Musik Braga Music

toko musik
Bass Guitar yang biasa dijual di toko alat musik. | Foto fixabay.com

Toko musik lainnya Braga Music. Braga Music membuka cabang di Bandung, satu di antaranya di Jalan Purnawarman No. 9. Produk-produk Yamaha, seperti gitar akustik/elektrik/bass, piano, keyboard, clavinova, electone, drum, wind & bass instrumen, alat-alat marching band, dan professional audio.

Sejak Januari 2004, Braga Music menjadi Yamaha Music Authorized Service Centre di Jawa Barat. Tak hanya menjual, Braga Music menerima reparasi alat musik seperti piano, electone, clavinova, portable keyboards, P.A (professional audio). Untuk keperluan perbaikan dapat menghubungi Braga Music Yamaha Music Authorized Service Centre di Metro Indah Mall Blok K9 di Jalan Soekarno Hatta 590, Bandung.

Toko musik di Bandung pun bisa k ditemui di Jalan Dewi Sartika. Satu di antarnya adalah Toko  Manson. Toko ini tak jauh dari Mal ITC. Toko ini sudah melayani pelanggannya pada 1980  -an. Masih di Jalan Dewi Sartika ada Toko Musika dan POP Musik. Kemudian di Jalan Pungkur ada Toko Sumber Makmur.

Toko Alat Musik di Bandung

  • Tiga Negeri Music House
    Jalan Soka No 4 Bandung
    Telepon (022)7208123/(022)7208198.
  • Toko Nada Bandung
    Jalan Naripan No 111
    Telepon (022) 4205169.
    Jam buka setiap hari kecuali Senin
    Buka mulai pukul 09.00 – 13.00 WIB dan 16.00 – 20.00 WIB.
  • Braga Music
    Jalan Purnawarman No 9 dan 1 Bandung (022) 4265295
    BTC LGF G3 No 6-7, jalan Dr. Djundjunan No 143-149 Bandung (022) 612602
    Metro Indah Mall Blok K9, Jalan Soekarno Hatta 590 Bandung (022) 7537641
    Jalan Batununggal Indah I/27 Bandung (022) 7513040
    TKI II No 1-1A Bandung (022) 5422211
  • Gita Nada Agung
    Jalan Kembar Baru Utara 1 No 1 Bandung
    Telepon (022) 5208564/(022)5208563
  • A&R Musika
    Jalan Dewi Sartika No 55 Bandung
    Telepon (022) 4233759
  • Manson
    Jalan Dewi Sartika No 64 Bandung
    Telepon (022)4236644
  • Sumber Makmur
    Jalan Pungkur 97 Bandung
    Telepon (022) 4215672
    Kompleks Pertokoan Segi Tiga Mas Kosambi Blok C No 9, Jalan Ahmad Yani 221 – 223 Bandung
  • Sakura Music (Yamaha Music School)
    Jalan Cihampelas No 19
    Telepon (022) 4232979/(022) 70991416
  • POP Musik
    Jalan Dewi Sartika No 21
    Indra Musik
  • Jalan Progo No 28, Citarum Bandung wetan, Bandung
    Telepon (022)4206906
  • GNA MUSIC
    Jalan Karapitan No 57
    Telepon : (022)7334035

Musik Tradisional Jawa Barat, Angklung Bisa Dinikmati di SAU

MUSIK tradisional Jawa Barat yang populer di dunia adalah angklung. Alat musik yang terbuat dari bambu ini bahkan telah diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia. UNESCO adalah badan khusus Perserikatan Bangsa-bangsa yang didirikan pada 1945.

Dalam Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg, yang diterbitkan pada 1862 di Batavia, disebutkan angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu, yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi.

Beruntung warga Bandung, karena untuk mengenal dan mempelajari alat musik tradisional Jawa Barat bisa datang ke Saung Angklung Udjo SAU). SAU adalah tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan workshop instrumen musik dari bambu.

SAU juga adalah laboratorium kependidikan dan pusat belajar untuk memelihara kebudayaan Sunda dan khususnya angklung. Lewat Saung Angklung Udjo ini alat musik trasdional Jawa Barat ini bisa tetap lestari dari bisa dikenal oleh warga Jawa Barat dan tentu saja oleh orang di seluruh mancanegara.

Musik Tradisional Jawa Barat saung angklung udjo
Saung Angklung Ujdo di Jalan Padasuka, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Saung Angklung Udjo berada di Jalan Padasuka 118, Bandung. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Bandung. Dari jalan raya Padasuka hanya 200 meter saja. Sebelum masuk ke sana ada petunjuk jalan Saung Angklung Udjo di ujung Jalan Padasuka. Saung Angklung Udjo berbeda dengan bangunan lainnya karena di sana banyak bambu di depannya.

Orkestra Musik Tradisional Jawa Barat

Untuk melihat seni pertunjukan angklung harus datang pada sore hari. Jadwal pertunjukan di sana baru dimulai pukul 15.30 sampai dengan jam 17.00 setiap hari. Tiketnya sekitar Rp 60.000-70.000 (harga tersebut bisa saja telah berubah. Pertunjukan tersebut berlangsung di Bale Kareseman.

Penonton pertunjukan tak hanya datang dari Kota Bandung. Mereka ada yang berasal dari Polandia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Dari Indonesia juga ada yang datang dari Sentani, Malang, dan Ambon.

Dalam pertunjukan tersebut yang menarik perhatian adalah orkestra para pemain angklung dari Saung Angklung Udjo. Tiga atau empat buah lagu biasanya diperdengarkan mereka. Sebuah lagu yang dianggap sulit oleh kondukturnya, yakni lagu Bohemian Rhapsodi milik Queen pun sempat dikumandangkan.