Categories
Buku

Perpustakaan Ajip Rosidi di Jalan Garut, Ribuan Buku Tersedia di Sini

Perpustakaan Ajip Rosidi (AR) adalah perpustakaan yang didirikan oleh budayawan Ajip Rosidi.

Perpustakaan tersebut berdiri berkat dana hibah dari keluarga almarhum Ayatrohaedi (adik Ajip Rosidi), arkeolog Indonesia yang juga sastrawan dan budayawan Sunda.

Dana hibah juga datang dari Ajip Rosidi, Arifin Panigoro, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan yang lainnya. Perpustakaan ini menghabiskan dana sekitar Rp 7,3 miliar.

Lokasi perpustakaan ini berada di Jalan Garut No 2 Bandung. Gedung berlantai tiga ini diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar pada Sabtu (15/8/2016).

Buku yang tersedia di perpustakaan ini jumlahnya mencapai ribuan. Buku-buku ini merupakan sumbangan dari yang mendukung pendirian Perpustakaan Ajip Rosidi.

Ajip Rosidi, sebagai pendiri, menyumbangkan sekitar 20.000 judul buku koleksinya.

Sekitar 40 ribu buku yang tersedia di perpustakaan ini  merupakan hibah, yakni, dari keluarga Prof Dr Edi S Ekadjati, Prof Dr Ajatrohaedi, Misbacah Yusa Biran dan lainnya.

Kemudian ada dari beberapa penerbit yang simpati dan menyumbangkan buku untuk perpustakaan ini.

Penerbit tersebut di antaranya, penerbit Diponogoro, Dunia Pustaka Jaya, Kiblat Buku Utama, Nuansa Cendikia, Yayasan Obor Indonesia, Republika, Remaja Rosdakarya dan Tiga Serangkai.

Pada 19 Januari 2019 Perpustakaan AR telah menerima lima eksemplar buku sumbangan EFEO, Jakarta. Kelima buku tersebut merupakan hasil penelitian para ahli filologi dan arkeologi terkemuka. Berikut ini judul-judulnya:

Buku-buku tersebut terdiri dari berbagai kategori, seperti laporan penelitian, majalah, prosiding, dan arsip-arsip langka yang dapat diakses secara umum.

Seperti perpustakaan biasanya, perpustaakaan ini pun membuka pendaftaran untuk menjadi anggota. Bagi yang berminat bisa langsung datang ke sana.

Di sana tinggal mengisi formulir, difoto, dan membayar. Namun, aturan ini tersebut bisa saja telah diubah oleh pengelola perpustakaan.

Tempat pendaftaran disediakan di sebuah ruangan di bagian depan perpustakaan ini.

Bila yang belum tahu perpustakaan ini berada di Jalan Garut.

Jadwal Kunjungan Perpustakaan Ajip Rosidi

Jalan Garut terletak di kawasan Jalan Laswi. Gedungnya sudah bisa terlihat dari Jalan Laswi karena jaraknya hanya beberapa meter saja dari jalan tersebut.

Senin – Jumat: Pukul 09.00-17.00 WIB
Sabtu: Pukul 10.00-16.00 WIB
Istirahat: Pukul 11.30-13.00 WIB

Tutup: Minggu dan hari libur

Categories
Buku

Perpustakaan di Bandung yang Siap Melayani Pemburu Buku

BAGI yang suka membaca, perpustakaan adalah tempat yang paling dicari.  Beruntung bagi warga Bandung karena perpustakaan di Bandung sudah banyak yang representatif. Bahkan kemungkinan akan terus ditambah sesuai program pemerintah Kota Bandung yang mencanangkan Bandung sebagai Kota Buku pada 2017.

Tak hanya perpustakaan besar, perpustakaan mini, yang lebih sering disebut micro library, kini tengah didirikan di berbagai tempat. Pepustakaan mini terbaru adalah yang berada di RW 02 Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo. Micro library itu terbuat dari ember es krim.

Suasana yang nyaman di Perpustakaan anak di Jalan Kawaluyaan Bandung. | Foto serbabandung #serbabandung
Suasana yang nyaman di Perpustakaan anak di Jalan Kawaluyaan Bandung. | Foto serbabandung #serbabandung

Micro library lainnya ada di Taman Tongkeng. Taman Bacaan ini dikelola Masyarakat GSSI (Generasi Semangat Selalu Ikhlas) bersama pemerintah. GSSI adalah sebuah komunitas pemberdayaan kaum ibu. Setiap Minggu pagi anak-anak memanfaatkan taman ini untuk kegiatan belajar.

Perpustakaan yang dikelola warga Bandung banyak sekali. Mulai yang masuk kategori mini, menengah, dan besar. Bahkan ada perpustakaan yang dijalankan dalam sebuah roda dorong yang dimodivikasi warga yang peduli.

Perpustakaan di Bandung  yang belum lama diresmikan adalah Perpustakaan Ajip Rosidi yang diresmikan pada Sabtu (15/8/2015). Perpustakaan ini berada di Jalan Garut No 2 Bandung. Koleksi bukunya terdiri dari buku-buku tentang Sunda. Jumlahnya mencapai 60.000 buku.

Perpustakaan lainnya di Bandung adalah Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat. Perpustakaan ini berada di Jalan Kawulayaan Indah II No.4, Soekarno Hatta, Bandung. Perpustakaan ini berada di Kompleks kantor Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Di Gedung Merdeka juga ada perpustakaan. Tepatnya di bagian belakang gedung bersejarah tersebut. Untuk ke sini bisa melalui pintu samping museum di Jl. Braga, tak jauh dari Gedung New Majestic. Di sini tersedia buku sejarah, sosial, politik, dan budaya Negara-negara Asia Afrika, dan negara-negara lainnya.

Di Jalan Margawangi VII No. 5 Margacinta ada Rumah Baca Buku Sunda (RBBS). Meski namanya ada Sunda-nya, di perpustakaan ini tersedia bermacam-macam buku, seperti politik, sosial, budaya, dan seni. Pemilik perpustakaan ini Mamat Sasmita yang kerap kali dipanggil Wa Sas.

Ternyata masih banyak perpustakaan yang dikelola pemerintah maupun swadaya masyarat di kota ini. Perpustakaan apa saja, di mana saja? Tunggu tulisan selanjutnya. *

Perpustakaan di Bandung

  • Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa
    Kompleks Kantor Badan Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat
    Jl. Kawaluyaan Indah II No. 4 Bandung 40285-40286
    Telp. +62 22 7320048
    Faks. +62 22 7320049
    bapusipda.jabarprov.go.id
    bapusipda@jabarprov.go.id
  • Rumah Baca Buku Sunda
    Jalan Margawangi VII No.5 Margacinta Bandung 40287
    http://rumahbacabukusunda.blogspot.com/
  • Perpustakaan di bagian belakang Gedung Merdeka Jalan Braga Bandung.
    Jam buka: Senin – Jumat 08.00 – 16.00
  • Bale Pustaka
    Jalan Jawa No.6 Bandung
  • Perpustakaan Ajip Rosidi
    Jalan Garut No 2 Bandung
Categories
Buku

Toga Mas, Toko Buku yang Tawarkan Diskon Seumur Hidup

Semakin banyak pilihan bagi warga Kota Bandung untuk membeli buku. Selain di Toko Buku Gramedia, bursa buku Pasar Palasari, Toko Buku Kharisma, dan Toko Buku Gunung Agung kini hadir Toko Buku Toga Mas di Jalan Supratman dan Jalan Buahbatu.

Toko Buku Toga Mas konsepnya hampir sama dengan Toko Gramedia yang mempersilakan pengunjung untuk membaca buku di sana. Namun ada perbedaan dari segi diskon, Toko Buku Toga Mas menyediakan harga diskon 15 persen semua untuk semua jenis buku. Sesuai dengan konsep mereka yakni diskon seumur hidup.

Selain itu di toko ini juga memberikan pelayanan gratis bungkus buku dengan plastik.

Buku yang dipajang bedasarkan kategori memberi kemudahan bagi pembeli untuk menemukan buku pilihannya. Toko yang hanya satu lantai ini memberikan layanan ramah dari petugasnya. Toga Mas siap bersaing dengan toko buku yang lain.

Toko Buku Toga Mas Berdiri pada 15 Desember 1990

Toko Buku Diskon Toga Mas didirikan pada 15 Desember 1990. Pendirinya adalah suami istri Johan Budhie Sava dan Swandayani. Dibangun dengan konsep discount store (diskon seumur hidup), harga buku yang ditawarkan setelah diskon jauh lebih murah dari toko buku modern pada umumnya.

Dalam laman togamas.co.id di halaman about us, disebutkan Toga Mas mulai dibangun dari toko buku kecil dengan jumlah item sekitar 10.00 judul buku dan luas toko 50 meter persegi dengan memanfaatkan ruang tamu, rumah tinggal di kota Malang, Jawa Timur. Usaha Toko Buku Diskon ini berkembang dengan pesat, tumbuh dan menjadi besar.

Johan Budhie Sava membuka kesempatan kepada investor lain untuk ikut mengembangkan usaha toko buku dengan konsep partnership (kemitraan). Program ini membidik pasar di wilayah kota tingkat 2 (kabupaten) selain terus mengembangkan toko mandiri.

Saat ini Togamas sudah membuka lebih dari 20 gerai di seluruh Jawa dan Bali, tahun depan dipastikan akan merambah pulau-pulau di luar Jawa, gerai di Sorong sudah beroperasi akhir tahun 2010. *

Categories
Buku Wisata

Wisata Literasi Lembur Perpustakaan untuk Meningkatkan Minat Baca

Wisata Literasi terus dikembangkan di Kota Bandung. Tak hanya menunggu warga datang ke perpustakaan atau area publik untuk meningkatkan minat baca, sebuah program mendatangi permukiman pun digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip). Nama program tersebut adalah Lembur Perpustakaan.

Nantinya program ini menjadi wisata literasi yang disukai oleh masyarakat. Lembur perpustakaan adalah untuk mengakselerasi Program Gerakan Maca Sauyunan (Gemas) yang sudah ada terlebih dahulu.

“Lembur Perpustakaan diarahkan menjadi wisata literasi bagi masyarakat,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Dispusip Kota Bandung, Neti Supriati pada acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah Wiranatakusumah, Jalan Aceh, Kamis (27/9).

Nantinya, kata Neti, di setiap wilayah, lembur atau RT, ada kegiatan yang berbasis literasi. Contoh Lembur Perpustakaan yang sudah mulai tumbuh berkat kolaborasi masyarakat, yaitu Cibunut.

“Di sana edukasi literasi dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari mural hingga aktivasi kegiatan masyarakat. Di Cibunut, semua kegiatan tidak lepas dari literasi. Ada gambar literasi mural, aktivitas, diskusi, itu adalah salah satu bentuk komunikasi literasi,” katanya.

Wisata Literasi yang Mulai Berkembang

wisata literasi
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung. | Foto http://dispusip.bandung.go.id/

Wilayah yang mulai berkembang antara lain Rancasari dan Cinambo.  Pendidikan literasi di dua lokasi itu sedang tumbuh dengan cukup baik. Keduanya melaksanakan aktivasi literasi sesuai dengan karakteristik wilayahnya. Diharapkan  wilayah lain bisa meniru dua wilayah tersebut.

Dengan semakin banyaknya Lembur Perpustakaan yang menawarkan aktivitas bertema literasi, Neti berharap hal itu dapat mendongkrak kunjungan wisata ke tempat-tempat tersebut.

“Kami berharap wisata literasi tempat di mana semua orang bisa berkunjung ke sana mau melihat literasi olahraga, misalnya. Tentu bukunya akan kita siapkan. Segmennya akan disesuaikan dengan setiap wilayah,” tuturnya.

Warga juga bisa mengunjungi Perpustakaan Daerah Kota Bandung. Alamatnya di Jalan Seram No. 2. Gedungnya masih di kompleks Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Kota Bandung.

Perpustakaan itu terbuka untuk umum. Buka setiap Senin hingga Sabu pukul 08.00-15.30. Setiap pengunjung bisa menikmati fasilitas yang telah tersedia. Pengunjung pun bisa meminjam buku untuk dibawa ke rumah. Asalkan tentu saja sebelumnya menjadi anggota perpustakaan tersebut.

Bahan tulisan diambil dari http://humas.bandung.go.id/humas/layanan/2018-09-28/lembur-perpustakaan-wisata-literasi-bagi-masyaraka

Categories
Buku Layanan Publik

Perpustakaan Daerah Kota Bandung Layak Dikunjungi Warga

BILA Anda telah mengunjungi Perpustakaan Arsip Daerah Jawa Barat di Jalan Kawaluyaan, jangan lewatkan juga Perpustakaan Daerah Kota Bandung. Alamatnya di Jalan Seram No. 2. Gedungnya masih di kompleks Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Kota Bandung.

Perpustakaan itu terbuka untuk umum. Buka setiap Senin hingga Sabu pukul 08.00-15.30. Setiap pengunjung bisa menikmati fasilitas yang telah tersedia. Pengunjung pun bisa meminjam buku untuk dibawa ke rumah. Asalkan tentu saja sebelumnya menjadi anggota perpustakaan tersebut.

Di perpustakaan ini terdapat perpustakaan khusus taman kanak- kanak dan sekolah dasar. Ruanganmya dibuat menyenangkan dengan kursi, meja, dan lemari warna-warni. Di sini pun pelajar TK dan SD bisa menikmati permainan yang berbasis pendidikan.

Bank Indonesia (BI) Corner merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Di sini pengunjung bisa lesehan saat membaca buku. Tempatnya yang nyaman bisa membuat betah memnaca buku. BI Corner adalah program BI untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Program BI ini dilaksanakan di seluruh Indonesia.

perpustakaan daerah
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung. | Foto http://dispusip.bandung.go.id/

Untuk menjadi anggota perpusda, peminat harus menyediakan foto kopi KTP beserta foto 2×3 sebanyak 4 buah. Mengisi identitas secara mandiri di komputer yang tersedia. Untuk anak, bisa diwakilkan oleh KTP atas nama orang tuanya.

Syarat lainnya adalah calon anggoya harus berdomisili di wilayah Kota Bandung. Untuk pelajar harus membawa surat keterangan dari sekolah yang bersangkutan. Begitu juga mahasiswa harus membawa surat keterangan dari perguruan tinggi yang bersangkutan.

Adapun pegawai dari instansi keterangannya dari instanai yang bersangkutan dan untuk peminat yang umum bisa melampirkan surat keterngan dari RT diketahui lurah setempat.

Peraturan Perpustakaan Daerah Kota Bandung

  • Pemustaka (Pengguna Perpustakaan) sebelum memasuki ruang baca dan ruang koleksi wajib menitipkan barang bawaan seperti jaket, tas, dan topi pada tempat penitipan (locker) yang telah disediakan.
  • Pengunjung memindai (menyorot) kartu anggota atau kartu kendali pengunjung pada sistem komputer tamu (buku tamu).
  • Selama berada di ruang baca dan ruang koleksi para pemustaka tidak diperbolehkan membuat kegaduhan yang dapat mengganggu ketenangan pembaca lainnya.
  • Pemustaka tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman serta benda tajam (silet, gunting, cutter dan sejenisnya) ke dalam ruang baca dan ruang koleksi.
  • Pengunjung tidak diperbolehkan merokok dalam ruangan perpustakaan
  • Pemustaka diharapkan mengenakan pakain rapi dan sopan pada saat mendayagunakan perpustakaan
  • Pengunjung wajib memelihara kebersihan ruangan perpustakaan dengan membuang sampah pada tempat yang disediakan.
  • Pemustaka wajib memelihara kebersihan kamar kecil (WC) dan memanfaatkannya sesuai dengan fungsi dan peruntukannya.
  • Koleksi bahan pustaka yang dapat dipinjam untuk dibawa pulang ke rumah adalah koleksi buku umum yang berada di ruang anak-anak dan ruang koleksi umum.
  • Bahan bacaan rujukan (referensi) seperti kamus, ensiklopedia, direktori, almanak, peraturan perundang- undangan, laporan penelitian, handbook, peta, atlas, dan gazettir yang berada di ruang referensi dan ruang anak-anak hanya untuk dibaca di tempat.
  • Begitu juga dengan koleksi majalah dan surat kabar yang disimpan di ruang layanan terbitan berkala serta koleksi deposit Kaltim hanya untuk dibaca atau dicatat di tempat.
  • Tidak diperbolehkan membawa koleksi bahan pustaka ke luar dari ruang baca/ruang koleksi sebelum melalui proses administrasi peminjaman
  • Pemustaka (pengguna perpustakaan) wajib memlihara setiap koleksi bahan pustaka dan fasilitas yang tersedia di perpustakaan
  • Pengunjung (pengguna perpustakaan daerah) yang merusak koleksi bahan pustaka dan fasilitas perpustakaan lainnya akan dikenakan sanksi berupa kewajiban untuk mengganti koleksi bahan pustaka atau fasilitas perpustakaan yang dirusak.