Angkot di Bandung Sudah Ada Sejak 1970 dan Miliki Kekhasan

ANGKOT  Bandung sudah lama beroperasi. Pada 1970-an sebetulnya yang menguasai kota ini adalah si roda tiga alias bemo. Namun berangsur-angsur mulai menghilang dan digantikan oleh angkot yang pintu masuknya dari belakang.

Era 1990-an angkot merek Daihatsu, dan Suzuki muali merajai jalanan kota kembang. Meski ada beberapa angkot yang menggunakan Toyota Kijang, tapi tetap mobil seperti ini yang paling berseliweran di jalanan.

Pada 2010-an muncul angkot jenis baru. Para pengusaha ada yang mulai menggunakan Daihatsu Grand Max. Namun sampai sekarang angkot-angkot Daihatsu, dan Suzuki yang pintu masuk untuk penumpangnya di samping masih banyak.

Trayek angkot  Bandung sangat banyak. Bahkan sekarang ada beberapa trayek angkot mulai masuk ke pelosok-pelosok untuk menjangkau penumpang di perumahan. Jangkauan trayek pun  tidak hanya di Kota Bandung saja, tapi juga menjangkau kota-kota di Bandung sekitarnya, seperti Kabupaten Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

Angkot-angkot di Bandung memiliki ciri khas masing-masing dari segi warna. Angkot Buahbatu-Sederhana misalnya warnanya biru. Abdulmuis (Kebonkalapa)-Dago warnanya hijau. Elang-Abdulmuis warnanya merah.

Trayek Angkot Bandung Pulang Perginya Tidak Sama

Trayek angkot di Kota Bandung jalur pulang perginya tidak sama. Jalan yang dilewati pergi kadang tidak dilewati ketika pulang. Contohnya Jalan Malabar. Jalan ini dilewati oleh Angkot Gedebage-ST Hall ketika pergi. Namun saat balik lagi jalan ini tidak dilewati lagi. Angkot berputar ke simpang lima lewat Gatot Subroto.

Tarif angkot di Kota Bandung diatur oleh Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan setelah berkonsultasi dengan Organisasi Angkutan Darat  (Organda), organisasi yang menaungi perusahaan angkot. Biasanya peraturan itu berupa surat keputusan (SK) wali kota.

Tarifnya akan berbeda-beda sesuai jarak tempuh angkot tersebut. Kadang sopir angkot akan meminta ongkos sesuai jarak penumpang menggunakan jasa angkot tersebut. *

Tarif Angkot Bandung

  • Tarif angkot di Kota Bandung diatur oleh Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan setelah berkonsultasi dengan Organisasi Angkutan Darat  (Organda), organisasi yang menaungi perusahaan angkot.
  • Biasanya peraturan itu berupa surat keputusan (SK) wali kota.
  • Tarifnya akan berbeda-beda sesuai jarak tempuh angkot tersebut.
  • Kadang sopir angkot akan meminta ongkos sesuai jarak penumpang menggunakan jasa angkot tersebut.

Cikudapateh, Stasiun yang Dekat dengan Pasar Kosambi

STASIUN Cikudapateuh salah satu stasiun yang dekat dengan pusat kota. Berada di kawasan Kosambi (Jalan Ahmad Yani ) didatangi para penumpang kereta komuter. Bisa yang akan pulang ke Cicalengka, atau ke Padalarang.  Stasiun kecil ini berada di antara Stasiun Bandung dan Kiaracondong.

Stasiun ini melayani penumpang yang hendak menggunakan KRD Ekonomi Bandung Raya, KRD Patas AC, dan KRD Patas Bandung Raya, jurusan Cibatuan atau Bandung Raya. Penumpangnya datang dari berbagai kalangan, mulai  dari  para pelajar, mahasiswa, pedagang, dan pegawai.

Stasiun ini hanya memiliki 2 jalur dan tidak mempunyai kendali sinyal. Kendali sinyal berada di Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Operator stasiun kelas 3 ini adalah Daerah Operasi II Bandung.

Dulu Stasiun Cikudapateuh memiliki Jalur ke Ciwidey

Stasiun ini dulu mempunyai jalur cabang ke Ciwidey, Markas kavelari dan lain-lain. Namun  semuanya sudah tak aktif. Jalur KA Cikudapateuh-Ciwidey mulai diaktifkan
sejak 1923. Stasiun Ciwidey, yang berada di ketinggian +1106 meter, menjadi stasiun akhir untuk rute KA Cikudapateuh-Ciwidey.

Jalur ini merupakan jalur pertama yang menghubungkan Bandung Selatan ke pusat Kota Bandung. Jalur ini pun menjadi akses utama warga dari Ciwidey ke Kota Bandung.

Pada Juli 1972, terjadi peristiwa luar biasa, yakni kecelakaan rangkaian kereta yang mengangkut kayu rangkaian yang ditarik lokomotif seri BB di kampung Cukanghaur kecamatan Pasir Jambu. Dalam peristiwa itu diberitakan 3 orang tewas.

Kecelakaan ini membuat Perumka (PT Kereta Api Indonesia) berangsur-angsur  menyetop jalur tersebut. Alasan lainnya adalah jalur tersebut dianggap tidak menguntungkan.  Jalur ini mulai tidak aktif secara  resmi pada 1982.

Apakah PT KAI tertarik menghidupkan jalur Cikudapateuh-Ciwidey? Jika iya, kereta akan menjadi kendaraan alternatif menuju tempat wisata di Ciwidey. Bepergian dari  Bandung ke Ciwidey mengunakan mobil atau motor membutuhkan waktu tempuhnya sangat lama karena jalur ini kerap macet. *

Stasiun Kereta Api yang Harus Diketahui di Bandung

Bandung memiliki beberapa stasiun kereta api. Yang pertama adalah Stasiun Bandung di Jalan Kebonkawung. Stasiun ini merupakan pemberhentian kereta api jurusan ke selatan atau ke Jakarta. Stasiun Bandung adalah stasiun kereta api di Indonesia yang pertama kali menerapkan sistem Check in dan Boarding Pass yang berlaku hampir seperti di bandara.

Bagi warga Bandung yang kerap ke Jakarta stasiun ini pasti sangat akrab. PT KAI menyediakan kereta Argo Parahyangan atau orang menyebutnya kereta Gopar. Kereta ini hasil peleburan KA Argo Gede dengan KA Parahyangan yang telah dihentikan pengoperasiannya.

Stasiun kereta api lainnya adalah  Stasiun Cikudapateuh.  Cikudapateuh berada tak jauh dari Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani. Stasiun ini biasanya didatangi para penumpang kereta komuter jurusan Cicalengka atau Padalarang.

Cikudapateuh melayani penumpang KRD Ekonomi Bandung Raya, KRD Patas AC, dan KRD Patas Bandung Raya, jurusan Cibatuan atau Bandung Raya. Stasiun ini hanya memiliki 2 jalur dan tidak mempunyai kendali sinyal. Kendali sinyal berada di Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Operator stasiun kelas 3 ini adalah Daerah Operasi II Bandung.

Di Kiaracondong ada  Stasiun Kiaracondong. Stasiun ini  merupakan stasiun kedua terbesar di Kota Bandung. Dalam artikel di blog undray1315.wordpress.com berjudul “Profil Stasiun Kiaracondong” disebutkan keseluruhan lahan stasiun ini mencapai 232.500 m2, dengan luas bangunan 622,50 m2. Adapun penumpang yang datang ke stasiun ini rata-rata mencapai 5.713 orang per hari.

Di stasiun ini hanya melayani keberangkatan kereta api kelas ekonomi. Sebelumnya keberangkatakan kereta api mulai dari eksekutif hingga ekonomi dari Stasiun Bandung. Namun karena padatnya lalu lintas kereta api di sana maka kereta api kelas ekonomi dipindahkan ke Kiaracondong.

Stasiun Kereta Api Kiaracondong

Stasiun kereta api
Penumpang menunggu keberangkatan kereta api di Stasiun Kiaracondong, Jumat (13/3/2015)

Stasiun kereta api di kawasan Andir ada di Ciroyom. Orang lebih mengenalnya dengans sebutan Stasiun Ciroyom. Ciroyom terletak di perbatasan Kelurahan Ciroyom, Andir dengan Arjuna, Cicendo, Kota Bandung. Berada di sisi timur Pasar Ciroyom, hanya 500 meter dari barat Stasiun Bandung.

Stasiun Gedebage (GDB) merupakan stasiun kereta api barang kelas I yang terletak di Cisaranten Kidul, Gedebage, Bandung. Stasiun yang terletak pada ketinggian + 672 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung dan merupakan stasiun yang letaknya di timur Kota Bandung.

Saat ini stasiun Gedebage dikhususkan untuk bongkar muat peti kemas/kontainer saja sehingga jarang digunakan untuk kedatangan maupun keberangkatan penumpang. Stasiun ini juga melayani persilangan dan persusulan antarkereta api. Gedebage memiliki empat jalur aktif di sisi utaranya dengan jalur 2 sebagai sepur lurus serta jalur 3 dan 4 untuk layanan bongkar muat peti kemas/kontainer ditambah tiga jalur badug di sisi selatannya.

Stasiun lainnya adalah Stasiun Cimekar. Cimekar tadinya sebuah halte yang bernama Ciendog yang usianya paling muda di lintas Padalarang-Kesugihan karena baru diresmikan pada 21 Maret 2000. Fasilitas di stasiun ini memiliki dua jalur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus.

Stasiun ini menjadi pilihan transportasi masyarakat sekitar karena letaknya yang bersebelahan dengan perumahan. Bagi warga Cibiru, stasiun ini menjadi perhentian terakhir bagi mereka untuk kemudian menuju tujuan masing-masing.

Mereka juga kadang memilih naik kereta api yang naiknya dari Stasiun Cimekar. Naik kereta api waktu tempuhnya bisa lebih cepat, seperti ke Stasiun Bandung. Ibu-ibu yang akan ke Pasar Baru akan memilih menggunkan kereta api   dibanding menggunakan moda transportasi lain.

KA Pangandaran, Siap Membawa Warga Bandung ke Banjar

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI selain meluncurkan KA Galunggung juga KA Pangandaran. KA ini merupakan relasi Stasiun Gambir – Bandung – Banjar (PP) dan Bandung – Banjar (Pp). Peluncuran dilakukan PT KAI di Stasiun Banjar, Rabu (2/1/2019).

Adapun tarif tiketnya adalah untuk kelas eksekutif, tarif batas bawah (TBB) Rp 150.000 dan tarif batas atas (TBA) Rp 520.000

Untuk Ekonomi Premium, tarif batas bawah (TBB) Rp 100.000 dan tarif batas atas (TBA) Rp 330.000.

Jadwal KA Pangandaran

KA 12410 Relasi Gambir – Bandung – Banjar : berangkat Gambir pukul 07.50 WIB, datang Bandung pukul 11.07 WIB, berangkat Bandung pukul 11.40 dan tiba di Banjar pukul 15.56 WIB.

ka pangandaran (ilustrasi)
Ilustrasi kereta api. | Foto serbabandung.com

KA 12379 Relasi Banjar – Bandung : berangkat Banjar pukul 16.20 WIB, datang Bandung pukul 20.34 WIB.

KA 12412 Relasi Bandung – Banjar. Berangkat Bandung pukul 09.10 WIB, datang Banjar pukul 13.03 WIB.

KA 12377 Relasi Banjar -Bandung – Gambir : berangkat Banjar pukul 13.55 WIB, tiba di Bandung pukul18.34 WIB, berangkat Bandung pukul 19.05 WIB, dan tiba di Gambir pukul 22.34 WIB.

Kereta Pangandaran relasi Stasiun Gambir – Bandung – Banjar (PP) dan Bandung – Banjar (Pp) akan berhenti di stasiun Gambir, Bandung, Cibatu, Cipendeuy, Tasikmalaya, Banjar.

PT KAI dalam rangka meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan KA, KAI memberikan tarif promo untuk KA Pangandaran keberangkatan tanggal 2 Januari hingga 1 Februari 2019.

Tarif tiket Gambir-Banjar (pp): Kelas Eksekutif Rp160.000 dan Kelas Ekonomi Premium Rp110.000. Tarif ini setara dengan Tarif Argo Parahyangan, Bandung-Gambir (pp).

Bandung-Banjar (pp): Kelas Eksekutif dan Ekonomi Premium Rp1,- dengan syarat dan ketentuan:
a. Pembelian Tiket Rp1,- melalui Loket tidak dikenakan biaya alias gratis
b. Pembelian Tiket Rp1,- melalui KAI Access dan Website KAI tidak dikenakan bea pesan
c. Pembelian Tiket Rp1,- melalui channel eksternal dikenakan bea pesan sesuai kebijakan masing-masing channel
d. Pembelian Tiket Rp1,- tidak dapat dilakukan di Ticket Vending Machine

Pemesanan tiket KA Pangandaran bisa dilakukan mulai H-30 keberangkatan di aplikasi KAI Access, web KAI, Loket Stasiun, dan semua channel penjualan resmi KAI lainnya. Tiket Promo KA Pangandaran ini tidak dapat dibatalkan atau diubah jadwal, digabungkan dengan reduksi/promo lainnya, dan hanya dilayani jika tempat duduk masih tersedia.

Dikutip dari jabar.tribunnews.com

KA Galunggung Melayani Warga Bandung–Tasikmalaya PP

BAGI warga Bandung yang sering bolak balik Bandung Tasikmalaya, kini ada kereta kelas ekonomi relasi Kiaracondong – Tasikmalaya (PP). Nama keretanya KA Galunggung. PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan pada Rabu (26/12/2018).

Tarif kereta ini sebesar Rp35.000,- untuk jarak terjauh (>58 km) dan Rp25.000,- untuk tarif parsial (0-58 km). Kereta ini memiliki enam gerbong berkapasitas 636 tempat duduk. Waktu tempuhnya lenih cepat daripada menggunakan moda transportasi lainnya.

Menggunakan kereta ini waktu tempuh Tasikmalaya menuju Bandung bisa ditempuh sekitar 3 jam 20 menit. Sedangkan menggunakan moda transportasi roda empat atau Bus waktu tempuhnya bisa 4 jam lebih.

Selama promosi mulai 25 Desember hingga 25 Januari, kereta ini digrastiskan dengan syarat pemesanan tiket tujuh hari sebelumnya.

PT KAI meluncurkan kereta ini selain memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat yang akan menuju Tasikmalaya maupun Bandung, juga sebagai dukungan untuk meningkatkan pariwisata daerah.

Stasiun Kiaracondong, stasiun keberangkatan KA Galunggung
Stasiun Kiaracondong, stasiun keberangkatan KA Galunggung. | Foto serbabandung.com

Keberadaan KA ini benar-benar memudahkan karena KA yang melayani relasi tersebut hanya KA jarak jauh.

Kereta ini menggunakan rangkaian KA Kahuripan yang idle di siang hari. Stasiun yang disinggahi oleh kereta api ini adalah Stasiun Rancaekek, Cicalengka, Leles, Cibatu, dan Cipeundeuy.

Direktur PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kemudahan masyarakat mendapatkak transportasi yang nyaman dan bebas macet.

Kemudahan layanan transportasi antardaerah ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke Tasikmalayan maupun sebaliknya.

Nama Galunggung untuk KA ini diambil dari Gunung Galunggung di Kabupaten Tasikmalanya. Gunung ini memiliki ketinggian 2.168 m dml (di atas permukaan laut). Galunggung masih aktif dan beberapa kali pernah erupsi.

Jadwal Keberangkatan KA Galunggung

Relasi Kiaracondong-Tasikmalaya

Naik dari Kiaracondong pukul 06.05 WIB
Dari Rancaekek pukul 06.30 WIB
Naik dari Cicalengka pukul 06.41 WIB
Dari Leles Pukul 07.30 WIB
Naik dari Cibatu pukul 07.51 WIB
Dari Cipeundeuy pukul 08.37 WIB

Relasi Tasikmalaya-Kiaracondong

Dari Tasikmalaya pukul 10.35 WIB
Naik dari Cipeundeuy Pukul 11.53 WIB
Dari Cibatu pukul 12.30 WIB
Naik dari Leles pukul 12.59 WIB
Dari Cicalengka pukul 13.39 WIB
Naik dari Rancaekek pukul 13.54 WIB