Kampung Wisata Eco Bambu yang Buka Setiap Hari di Cipaku

TEMPAT wisata unik dan menarik ada di Jalan Cipaku Indah XII No. 8, Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap. Namanya Kampung Wisata Eco Bambu yang menawarkan bangunan serba bambu, dan berbagai kesenian khas Jawa Barat, terutama pencak silat. Kampung wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 18.00.

Kampung yang luasnya 3.200 meter persegi ini terdapat saung-saung yang bisa ditempati oleh pengunjung untuk berleha-leha. Suasana tradisional yang asri semakin terasa setelah melihat bale yang cukup besar untuk menggelar pertunjukan kesenian.

Kampung Wisata Eco Bambu di Jalan Cipaku, Ledeng, Bandung. | Foto ecobambucipaku.com

Kampung Wisata Eco Bambu di Jalan Cipaku, Ledeng, Bandung. | Foto ecobambucipaku.com

Pengunjung tak hanya disuguhi gelaran pertunjukan tapi bisa merasakan langsung bagaimana sejarah, membuat dan memainkan angklung atau alat musik tradisional lainnya di sini. Selain itu di sini biasa diselenggarakan permainan anak tradisional.

Kampung wisata ini memang dirancang untuk mengedukasi para pengunjungnya. Pengunjung tak hanya menyaksikan, tapi juga dilibatkan seuai dengan misi pembangunan kampung ini yang berorientasi pada edukasi bukan hanya sebagai tontonan akan tetapi tuntunan bagi semua kalangan masyarakat Jawa Barat, nasional, dan mancanegara.

Sanggar Seni Budaya Eco Bambu Cipaku turut serta menjaga lingkungan dengan cara menanam bambu produksi dan sekaligus budidaya bambu melalui pembibitan, dan museum bambu. Dalam laman ecobambucipaku.com disebutkan di kawasan ini akan dibangun hutan bambu dan Isntitut Bambu yang akan direalisasikan pada 2020.

Masih dalam laman itu, kampung ini diresmikan pada Minggu 22 Maret 2015. Namun namanya bukan kampung wisata melainkan Sanggar Seni dan Budaya Sunda ECO Bambu Cipaku (Estetika Cipaku Oase, Barisan Muda Bandung Utara).

Pendirian sanggar ini mulai dirintis oleh pendiri Sanggar Seni dan Budaya ECO Bambu Cipaku Andriyas Wihardja dibantu oleh pemilik PT. Cipaku Indah pada 2012. Beberapa bulan kemudian setelah diresmikan pada 22 Maret 2015, sanggar seni ini menjadi Kampung Wisata Eco Bambu, Sabtu (21/11/2015).

Peresmian Kampung Wisata Eco Bambu berbarengan dengan peluncuran Kampung Belekok di Kecamatan Gedebage, Kampung Pindad di Kecamatan Kiaracondong, Kampung Batik di Kecamatan Cibeunying Kaler, Kampung Barongsai di Kecamatan Astanaanyar, Kampung Tahu di Kecamatan Babakan Ciparay, Kampung Toge di Kecamatan Bandung Kulon, Kampung Wisata di Kecamatan Bandung Kidul, Kampung Peuyeum di Kecamatan Mandalajati dan Kampung Braga di Kecamatan Sumur Bandung. *

Kampung Wisata Bambu Cipaku

  • Jalan Cipaku Indah XII No. 8, Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap
  • Nama lengkapnya Kampung Wisata Eco Bambu
  • Kampung ini menawarkan bangunan serba bambu, dan berbagai kesenian khas Jawa Barat, terutama pencak silat
  • Buka setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 18.00

Sumber Tulisan ecobambucipaku.com

Lagu Bohemian Rhapsody Berkumandang di Saung Angklung Udjo

SAUNG Angklung Udjo tampak ramai. Halaman parkir  penuh oleh mobil dan bus. Sabtu (22/8/2015) sore itu, ada pementasan angklung yang telah tersohor ke mancanegara. Pertunjukan yang biasa digelar pukul 15.30 hingga 17.00 selalu mengundang penonton.

Sore itu di Bale Kareseman, tempat pertunjukan, para penonton sudah duduk di papan yang berundak yang menghadap panggung dan arena pertunjukan. Tempat duduknya nyaris penuh. Penonton tidak hanya datang dari Indonesia, tapi juga dari Eropa. Penonton yang dari Eropa datang secara rombongan.

Pertunjukan Saung Angklung Udjo. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Pertunjukan Saung Angklung Udjo. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Bale Karesemen adalah bangunan bergaya bangunan Sunda. Di dalamnya terdapat ampiteater. Bangunan itu berukuran 225 meter per segi yang di tiga sisinya terdapat papan berundak yang menghadap ke panggung. Bale Karesemen diperkirakan bisa menampung 400 orang.

Pukul 15.30 pertunjukan dimulai. Diawali permainan gamelan para nayaga muda Saung Angklung Udjo. Beberapa tembang dilantunkan. Kemudian muncul seorang perempuan berpakaian kebaya khas Sunda menyapa penonton. Perempuan itu menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Inggris dalam membawakan acara.

Benar saja penontonnya tidak hanya datang dari Kota Bandung. Ketika perempuan tadi  menanyakan asal mereka, mereka menjawab ada yang berasal dari Polandia, Malaysia, Singapura, Thailand. Sedangkan yang dari Indonesia ada yang mengaku berasal dari Sentani, Malang, dan Ambon.

Setelah acara pembukaan, pertunjukan pun dibuka dengan pergelaran wayang golek. Wayang golek yang biasanya dipentaskan dalam waktu lama, tujuh jam sampai semalam suntuk, hanya berlangsung beberapa menit saja.

Ketika pertunjukan wayang tuntas. Sekonyong-konyong segerombolan anak masuk ke dalam arena. Mereka bernyanyi dan menari. Pertunjukan helaran ini menarik perhatian penonton terutama tingkah laku para penarinya. Arena pertunjukan di antara panggung dan tempat duduk penonton nyaris penuh oleh mereka.

Setelah disuguhi kemeriahan helaran, giliran tari klasik membius para penonton. Tari topeng berhasil diperagakan tiga penari remaja dengan gemulai. Tepuk tangan pun membahana setelah tarian itu tuntas.

Para pemain arumba memasuki pentas setelah tarian klasik berakhir. Alat musik yang terbuat bambu ini memiliki tangga nada diatonis. Alat musik ini diciptakan pada 1970-an. Beberapa lagu berhasil dimainkan dengan baik oleh para pemain.

Kemudian diperkenalkan juga angklung mini yang biasanya digunakan untuk hiasan. Angklung mini ini  ternyata bisa digunakan untuk bermain musik. Lagu-lagu yang sudah akrab di telinga penonton dibawakan oleh beberapa anak.

Setelah terhibur oleh beberapa pertunjukan, penonton pun ikut dilibatkan. Penonton mendapat bagian satu angklung untuk satu orang. Penonton diajak bermain dipandu tiga orang konduktor dengan kode tangan. Beberapa lagu pun berkumandang salah satunya lagu All My Loving milik The Beatles.

Setelah bermain-main dengan angklung, giliran para pemain angklung dari Saung Angklung Udjo bermain secara orkestra. Tiga buah lagu diperdengarkan. Sebuah lagu yang dianggap sulit oleh kondukturnya, yakni lagu Bohemian Rhapsody milik Queen ikut dikumandangkan untuk penutup orkestra. Para penonton bertepuk tangan dan berdecak kagum setelah lagu itu tuntas diperdengarkan.

Terakhir penonoton diajak menari oleh para pemain. Semua senang. Semuanya melemparkan senyum. Dan, semuanya terlihat puas menyaksikan pergelaran Saung Angklung Udjo. Membayar sekitar Rp 60.000-70.000 tidak merasa kemahalan bagi semua penonton di sana. Bagaimana dengan Anda?

Saung Angklung Udjo

  • Pertunjukan digelar setiap hari pukul 15.30-17.00
  • Reservasi Tlp 022-7271714, Email: info@angklung-udjo.co.id
  • Pertunjukan digelar di Saung Angklung Udjo di Jalan Padasuka 115, Bandung, 40192

Dago Thee Huis, Restoran Favorit Zaman Dulu di Kawasan Dago

TEMPAT wisata ini mungkin kalah pamor dari tempat wisata lainnya yang menawarkan sarana modern, seperti kafe, convention hall, dan restoran. Tetapi, jangan lupa tempat ini  tetap menyimpan pesona dan kenangan bagi yang sudah terbiasa berkunjung ke sini. Ya, Dago Tea House atau Dago Thee Huis adalah restoran tempat minum teh dan kuliner sejak zaman Belanda. Di sini, sambil menikmati teh, para pengunjung bisa menikmati keindahan Bandung di atas ketinggian 600 meter dari permukaan laut di kawasan Dago.

Teater terbuka Dago Tea House Bandung. | Foto id.wikipedia.org
Teater terbuka Dago Tea House Bandung. | Foto id.wikipedia.org

Dago Tea House (Dago Thee Huis) yang artinya “Rumah Teh Dago” ini menjadi tempat favorit kaum muda Bandung untuk kongko-kongko pada 1980-1990-an. Tempat yang romantis dengan pohon-pohon besar di sekitarnya menjadi daya tarik pada saat itu.

Tempat yang menawarkan pesona alam ini terletak di Jalan Bukit Dago Utara No. 53. Dari Jalan Ir. H. Juanda,  setelah Simpang Dago, tinggal belok kiri ke Jalan Bukit Dago Selatan.

Pada  1992, Dago Tea House berganti menjadi  Taman Budaya Provinsi Jawa Barat. Di sini sering  digelar berbagai pentas kesenian dan budaya Sunda. Pernah juga digunakan pentas artis atau grup band terkenal.

Namanya diubah lagi menjadi Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat dibawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemda Provinsi Jawa Barat. Taman ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat pentas saja tetapi juga sebagai pusat kebudayaan Jawa Barat atau cagar budaya.

Untuk menikmati kuliner ada rumah makan Boga Kuring. Rumah makan ini menyediakan menu Asia, Indonesia, Sunda, Eropa, dan Italia. Di rumah makan yang mulai buka pada 10.00 dan tutup 20.30 ini terdapat menu favorit, yakni nasi timbel komplet spesial dan steak lokal/impor.Sarana lainya ada Arena Panggung Terbuka yang memiliki panggung dengan kapasitas 1.200 penonton. Terdapat teater taman yang berukuran lebih kecil, galeri pameran, sangar seni tari, perpustakaan, dan tempat penjualan cendera mata. *

Dago Tea House

Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat
Jl. Bukit Dago Utara No. 53
Bandung – 40135
Telp: (022) 250 5365

Wisata Kuda di Bandung yang Relatif Murah Berada di Tengah Kota

SUKA naik kuda? Bagi yang tidak punya kuda sebaiknya jangan mengurungkan niat untuk  menunggangi kuda karena di Bandung ada beberapa wisata berkuda. Sekali tunggang  harganya relatif murah. Tetapi tentu saja waktu dan medannya terbatas.

Mau tahu di mana saja? Yang pertama di kawasan Cilaki. Di sini ada beberapa joki yang menyewakan kudanya. Biasanya beroperasi pada hari libur. Namun ada juga yang menyewakan kuda  pada hari-hari biasa. Apalagi setelah revitalisasi taman di kawasan tersebut, banyak  pengunjung datang ke sana.

Penyewa kuda-kuda di sana biasanya anak-anak. Jarang sekali orang dewasa yang menunggang kuda.  Rutenya mengelilingi taman Lansia yang berada di Jalan Cilaki. Ada juga yang mengelilingi  Taman Pustaka Bunga. Rutenya memang hanya di sekitar sana. Sekali jalan penunggang harus bayar  kisaran Rp 20.000-30.000.

Pangkalan delman dan kuda sewaan di Terusan Buahbatu Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Pangkalan delman dan kuda sewaan di Terusan Buahbatu Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Tempat lainnya ada di Taman Ganesha, kawasan Jalan Ganeca, dekat kampus ITB. Selain bisa  menikmati taman yang rindang di sini biasanya ada joki yang menawarkan kuda sewaan. Bahkan di  sini juga tersedia penyewaan delman. Namun ramainya biasanya pada hari libur saja. Harga sewanya Rp 20.000-30.000.

Taman Ganesha adalah area konservasi. Taman tersebut banyak pepohonan lebat dan rindang.  Udaranya relatif masih bersih dan sehat. Kicauan burung di taman bisa membuat pengunjung  kerasan di sana.

Tak jauh dari Taman Ganesha, ada Kebun Binatang Bandung di Jalan Tamansari. Wisata alam ini  selain tempat untuk melihat-lihat koleksi satwa, juga ada tempat penyewaan hewan tunggangan,  di antaranya kuda, gajah, dan unta. Penyewa bisa menunggang kuda di kawasan Kebun Binatang  dipandu seorang guide. Harga sewa tunggangan kisaran Rp. 20.000-30.000.

Salah satu pangkalan kuda dan delman yang biasa disewakan berada tak jauh dari kolong  jembantan tol Padaleunyi, Jalan Terusan Buahbatu. Di sini tersedia beberapa ekor kuda dan  delman untuk disewakan. Delman biasanya disewa untuk acara-acara budaya, dan hajatan.

Adapun beberapa ekor kuda yang berada di sini biasanya untuk disewakan pada yang berminat  untuk menungganginya. Biasanya selain di tempat wisata, kuda-kuda itu dibawa ke kompleks-kompleks perumahan untuk disewakan pada warga di sana. Biasanya peyewanya adalah anak-anak. *

Wisata Berkuda di Kota Bandung

  • Kawasan Cilaki
  • Taman Ganesha
  • Kebun Binatang
  • Salah satu pangkalannya di Jalan Terusan Buahbatu

Caringing Tilu, Kawasan yang Berada di Ketinggian Bandung

CARINGIN Tilu (Cartil) adalah sebuah kawasan di Kampung Cisayur, Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Tempatnya yang berada di dataran tinggi menjadikan tempat ini favorit bagi yang ingin memanjakan matanya dengan pemandangan kota Bandung. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Jalan PHH Mustofa, atau yang lebih dikenal dengan kawasan Suci.

Nama Caringin Tilu yang berarti tiga beringin itu diambil dari keberadaan tiga pohon tersebut. Pohon yang berumur ratusan tahun itu hanya tersisa satu pohon. Satu pohon tumbang. Satu pohon lagi mati kering. Kemudian masyarakat di sekitar Cartil menanam dua pohon beringin sebagai pohon pengganti.

Yang berminat ke sana tinggal masuk ke Jalan Padasuka yang tak tak jauh dari Terminal Cicaheum. Masuk ke jalan itu tinggal lurus. Awalnya jalannya biasa saja, tapi memasuki pertengahan perjalanan, jalannya mulai menanjak hingga ke Cartil. Pengendara harus hati-hati karena jalan ke sana sempit hanya cukup dua mobil dari kedua arah saja. Bahkan ada beberapa ruas yang hanya cukup untuk satu mobil.

Caringin Tilu di Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Caringin Tilu di Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Ketika sampai di kawasan Cartil banyak warung-warung yang menjajakan dagangan sederhana. Menjelang sore, motor berjejer di depan warung. Sementara para pengendaranya bercengkrama di dalam warung sambil menikmati pemandangan.

Memasuki senja gemerlap lampu dari kota Bandung mulai terlihat. Pesona ini menjadi jualan kafe dan restoran yang berdiri di sana. Pemandangan itu sangat eksotis. Gemerlap lampu yang menawan menawarkan keindahan bagi pelancong yang datang ke sana.

Sabtu (22/8/2015), banyak muda-mudi yang rela berdingin-dingin di atas bukit untuk menyaksikan itu semua. Sebuah lapangan tak jauh dari warung-warung yang berjejer bisa menjadi alternatif tempat untuk menikmati keindahan tersebut.

Jika belum puas memadang kota Bandung dari sana, para pengunjung bisa melanjutkan perjalanan lebih ke atas lagi. Di sana terdapat Puncak Bintang. Tempat wisata alam tergolong masih baru yang menawarkan pesona alam. Kawasan wisata yang memiliki luas 11 hektare ini tidak jauh dari Warung Daweung atau Moko.

Puncak Bintang yang di puncaknya terdapat patung bintang besar memiliki ketinggian 1.442 meter dari permukaan laut. Dari sinilah para wisatawan bisa melihat panorama Bandung dan Lembang yang terhampar indah. *

Ada Apa di Caringin Tilu

  • Melihat pemandangan eksotis Bandung
  • Banyak warung berjejer yang menjual makanan
  • Ada kafe dan restoran juga
  • Tempat wisata alam Puncak Bintang
  • Warung Daweung