Mie Ayam Mas Paidi di Beleendah Selalu Ramai Pengunjungnya

Mie ayam, hmmm? Yang ini adalah salah satu makanan yang paling banyak disukai.  Satu di antara gerai mi ayam yang paling dicari adalah Mie Ayam MP alias Mas Paidi di simpang Jalan Siliwangi Baleendah, Kabupaten Bandung.

Buktinya, Kamis (31/12) siang, kedai ini penuh. Pengunjung harus antre dan menunggu agak lama pesanan hidangan yang akan disantap datang. Pada hari terakhir 2016 ini, lahan parkir di halaman depan kedai ini penuh oleh mobil dan sepeda motor.

Mie Ayam

Mie Ayam Mas Paidi di Beleendah, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Kedai yang di dalamnya bernuansa warna oranye ini menawarkan menu pilihan yang menggugah selera. Ada mi ayam tanpa campuran, mi ayam bakso cincang, mi ayam bakso telor, dan mi ayam bakso mini. Hidangan ini dibandrol kisaran Rp 9.000-Rp 14.000.

Menu yang lainnya yang tersedia di sini adalah mi campur, mi campur bakso cincang, mi campur bakso telur, mi campur bakso urat, mi campur  bakso mini, dan mi campur bakso kuah. Kalau menu yang ini dibandrol kisaran Rp 9.000-Rp 10.000.  Untuk minumnya di sini tersedia soft drink, dan jus.

Mi ayang yang digunakan di sini sama seperti yang digunakan pedagang mi lainnya. Ukuran minya lebih besar, dan pipih. Adapun warnanya berwarna kuning. Kemudian campuran ayamnya dipotong kecil-kecil, dan rasanya seperti ada rasa manisnya.

Mi ayam di sini juga dibubuhi sayuran. Kuahnya gurih. Untuk menambah nikmat mi ayam di meja disediakan botol plastik berisi sambal dan kecap. Ada beberapa botol yang tersedia di sana. Pengunjung tinggal memilihnya agar mi ayam tersebut lebih terasa lezat.

Ada berapa meja yang memanjang yang disediakan di sana. Posisinya ada yang di tengah, ada juga yang menempel ke dinding. Sebelum menimati seporsi mi ayam di sini, pembeli harus memesan terlebih dahulu ke bagian kasir yang berada di sana.

Mie Ayam Berasal dari Cina

Mi ayam sebetulnya berasal dari Cina, tetapi menurut Wikipeda, mi ayam yang seperti di Indonesia tidak  ditemukan di sana. Namun, mi jenis ini sudah dianggap makanan tradisional Indonesia. Penjual mi ayam yang populer di Indonesia berasal dari Wonogiri.

Karang Setra, Kolam Renang Pertama di Bandung yang Ada Slider Ular Naga

KOLAM renang Karang Setra Waterland sebenarnya sudah lama berdiri di Jalan Sirnagalih No. 15 Bandung. Peresmiannya pada 1954 oleh Presiden RI I Ir Sukarno. Kolam renang pertama di Bandung ini tadinya merupakan kolam renang terbesar di Asia Tenggara. Karang Setra Waterland menempati lahan seluas 6 hektare.

Kolam ini tadinya diperuntukan untuk kolam renang prestasi. Namun seiring perkembangan zaman, Karang Setra berkembang menjadi pusat hiburan keluarga dengan fasilitas yang cukup lengkap layaknya waterpark. Tempat wisata ini sudah sejak dulu menjadi favorit warga Kota Bandung. Tak hanya yang ada di kawasan Sirnagalih, tetapi pengunjung ada juga yang datang dari berbagai kawasan, dan dari luar kota.

karang setra

Karang Setra Waterland di Jalan Sirnagalih No. 15, Bandung. | Foto karangsetra.com

Pada hari biasa kolam renang ini dipenuhi oleh siswa sekolah yang melaksanakan kegiatan ekstra kulikuler renang. Adapun pada hari libur dan akhir pekan, Karang Setra Waterland dipenuhi oleh wisatawan keluarga.

Para pengunjung ke kolam renang bisa menikmati fasiltas yang telah tersedia seperti
kolam pantai, kolam arus dan air terjun, kolam naga, aqua play, dan kereta udara. Di sini juga tersedia kamar ganti, dan fasilitas lainnya.

Kolam pantai yang di Karang Setra adalah kolam landai yang didesain seperti bibir pantai. Di sekitarya sengaja ditanam pepohonan, juga terdapat patung binatang yang mulutnya mengeluarkan air. Wahana ini sangat cocok untuk anak-anak bermain air. Wahana ini juga oleh pengelola Karang Setra diklaim cukup aman.

Bagaimana dengan kolam arus dan air terjun? Kolam ini memberikan sensasi mengapung di atas air. Arus air membawa pengunjung berkeliling sambil menikmati pemandangan air terjun yang didesain seperti aslinya.

Bagi yang senang seluncuran, wahana ini bisa jadi pilihan. Wahana ini memberi sensasi pada pengunjung seolah-olah meluncur dalam perut naga raksasa yang melingkar-lingkar. Pengunjung meluncur dalam kegelapan sepanjang kurang lebih 15 meter. Saat keluar seolah-olah meluncur dari mulut naga ke kolam yang dangkal. Wahana menjadi salah satu favorit pengunjung Karang Setra Waterpark.

Permainan  yang menarik lainnya adalah aqua play. Pengunjung bisa merasakan deburan air yang jatuh dari sebuah ember secara periodik. Sambil menunggu ember itu penuh, pengunjung bisa bermain-main air di kolam tersebut.

Karang Setra Waterland tetap mempertahankan fungsi utama sebagai kolam renang untuk atlet. Kolam ini berstandar olympic. Selain itu di sini pun tersedia fasilitas pelatihan olahraga menyelam.

Jadi tinggal pilih saja mau pilih yang mana.

Karang Setra Waterland

Jl. Sirnagalih No.15 Bandung.
Phone: 022-2035272

Sumber Tulisan
https://www.facebook.com/KarangSetraWaterland/info/?tab=overview
http://karangsetra.com/

Kampung Wisata Eco Bambu yang Buka Setiap Hari di Cipaku

TEMPAT wisata unik dan menarik ada di Jalan Cipaku Indah XII No. 8, Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap. Namanya Kampung Wisata Eco Bambu yang menawarkan bangunan serba bambu, dan berbagai kesenian khas Jawa Barat, terutama pencak silat. Kampung wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 18.00.

Kampung yang luasnya 3.200 meter persegi ini terdapat saung-saung yang bisa ditempati oleh pengunjung untuk berleha-leha. Suasana tradisional yang asri semakin terasa setelah melihat bale yang cukup besar untuk menggelar pertunjukan kesenian.

Kampung Wisata Eco Bambu di Jalan Cipaku, Ledeng, Bandung. | Foto ecobambucipaku.com

Kampung Wisata Eco Bambu di Jalan Cipaku, Ledeng, Bandung. | Foto ecobambucipaku.com

Pengunjung tak hanya disuguhi gelaran pertunjukan tapi bisa merasakan langsung bagaimana sejarah, membuat dan memainkan angklung atau alat musik tradisional lainnya di sini. Selain itu di sini biasa diselenggarakan permainan anak tradisional.

Kampung wisata ini memang dirancang untuk mengedukasi para pengunjungnya. Pengunjung tak hanya menyaksikan, tapi juga dilibatkan seuai dengan misi pembangunan kampung ini yang berorientasi pada edukasi bukan hanya sebagai tontonan akan tetapi tuntunan bagi semua kalangan masyarakat Jawa Barat, nasional, dan mancanegara.

Sanggar Seni Budaya Eco Bambu Cipaku turut serta menjaga lingkungan dengan cara menanam bambu produksi dan sekaligus budidaya bambu melalui pembibitan, dan museum bambu. Dalam laman ecobambucipaku.com disebutkan di kawasan ini akan dibangun hutan bambu dan Isntitut Bambu yang akan direalisasikan pada 2020.

Masih dalam laman itu, kampung ini diresmikan pada Minggu 22 Maret 2015. Namun namanya bukan kampung wisata melainkan Sanggar Seni dan Budaya Sunda ECO Bambu Cipaku (Estetika Cipaku Oase, Barisan Muda Bandung Utara).

Pendirian sanggar ini mulai dirintis oleh pendiri Sanggar Seni dan Budaya ECO Bambu Cipaku Andriyas Wihardja dibantu oleh pemilik PT. Cipaku Indah pada 2012. Beberapa bulan kemudian setelah diresmikan pada 22 Maret 2015, sanggar seni ini menjadi Kampung Wisata Eco Bambu, Sabtu (21/11/2015).

Peresmian Kampung Wisata Eco Bambu berbarengan dengan peluncuran Kampung Belekok di Kecamatan Gedebage, Kampung Pindad di Kecamatan Kiaracondong, Kampung Batik di Kecamatan Cibeunying Kaler, Kampung Barongsai di Kecamatan Astanaanyar, Kampung Tahu di Kecamatan Babakan Ciparay, Kampung Toge di Kecamatan Bandung Kulon, Kampung Wisata di Kecamatan Bandung Kidul, Kampung Peuyeum di Kecamatan Mandalajati dan Kampung Braga di Kecamatan Sumur Bandung. *

Kampung Wisata Bambu Cipaku

  • Jalan Cipaku Indah XII No. 8, Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap
  • Nama lengkapnya Kampung Wisata Eco Bambu
  • Kampung ini menawarkan bangunan serba bambu, dan berbagai kesenian khas Jawa Barat, terutama pencak silat
  • Buka setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 18.00

Sumber Tulisan ecobambucipaku.com

Lagu Bohemian Rhapsody Berkumandang di Saung Angklung Udjo

SAUNG Angklung Udjo tampak ramai. Halaman parkir  penuh oleh mobil dan bus. Sabtu (22/8/2015) sore itu, ada pementasan angklung yang telah tersohor ke mancanegara. Pertunjukan yang biasa digelar pukul 15.30 hingga 17.00 selalu mengundang penonton.

Sore itu di Bale Kareseman, tempat pertunjukan, para penonton sudah duduk di papan yang berundak yang menghadap panggung dan arena pertunjukan. Tempat duduknya nyaris penuh. Penonton tidak hanya datang dari Indonesia, tapi juga dari Eropa. Penonton yang dari Eropa datang secara rombongan.

Pertunjukan Saung Angklung Udjo. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Pertunjukan Saung Angklung Udjo. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Bale Karesemen adalah bangunan bergaya bangunan Sunda. Di dalamnya terdapat ampiteater. Bangunan itu berukuran 225 meter per segi yang di tiga sisinya terdapat papan berundak yang menghadap ke panggung. Bale Karesemen diperkirakan bisa menampung 400 orang.

Pukul 15.30 pertunjukan dimulai. Diawali permainan gamelan para nayaga muda Saung Angklung Udjo. Beberapa tembang dilantunkan. Kemudian muncul seorang perempuan berpakaian kebaya khas Sunda menyapa penonton. Perempuan itu menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Inggris dalam membawakan acara.

Benar saja penontonnya tidak hanya datang dari Kota Bandung. Ketika perempuan tadi  menanyakan asal mereka, mereka menjawab ada yang berasal dari Polandia, Malaysia, Singapura, Thailand. Sedangkan yang dari Indonesia ada yang mengaku berasal dari Sentani, Malang, dan Ambon.

Setelah acara pembukaan, pertunjukan pun dibuka dengan pergelaran wayang golek. Wayang golek yang biasanya dipentaskan dalam waktu lama, tujuh jam sampai semalam suntuk, hanya berlangsung beberapa menit saja.

Ketika pertunjukan wayang tuntas. Sekonyong-konyong segerombolan anak masuk ke dalam arena. Mereka bernyanyi dan menari. Pertunjukan helaran ini menarik perhatian penonton terutama tingkah laku para penarinya. Arena pertunjukan di antara panggung dan tempat duduk penonton nyaris penuh oleh mereka.

Setelah disuguhi kemeriahan helaran, giliran tari klasik membius para penonton. Tari topeng berhasil diperagakan tiga penari remaja dengan gemulai. Tepuk tangan pun membahana setelah tarian itu tuntas.

Para pemain arumba memasuki pentas setelah tarian klasik berakhir. Alat musik yang terbuat bambu ini memiliki tangga nada diatonis. Alat musik ini diciptakan pada 1970-an. Beberapa lagu berhasil dimainkan dengan baik oleh para pemain.

Kemudian diperkenalkan juga angklung mini yang biasanya digunakan untuk hiasan. Angklung mini ini  ternyata bisa digunakan untuk bermain musik. Lagu-lagu yang sudah akrab di telinga penonton dibawakan oleh beberapa anak.

Setelah terhibur oleh beberapa pertunjukan, penonton pun ikut dilibatkan. Penonton mendapat bagian satu angklung untuk satu orang. Penonton diajak bermain dipandu tiga orang konduktor dengan kode tangan. Beberapa lagu pun berkumandang salah satunya lagu All My Loving milik The Beatles.

Setelah bermain-main dengan angklung, giliran para pemain angklung dari Saung Angklung Udjo bermain secara orkestra. Tiga buah lagu diperdengarkan. Sebuah lagu yang dianggap sulit oleh kondukturnya, yakni lagu Bohemian Rhapsody milik Queen ikut dikumandangkan untuk penutup orkestra. Para penonton bertepuk tangan dan berdecak kagum setelah lagu itu tuntas diperdengarkan.

Terakhir penonoton diajak menari oleh para pemain. Semua senang. Semuanya melemparkan senyum. Dan, semuanya terlihat puas menyaksikan pergelaran Saung Angklung Udjo. Membayar sekitar Rp 60.000-70.000 tidak merasa kemahalan bagi semua penonton di sana. Bagaimana dengan Anda?

Saung Angklung Udjo

  • Pertunjukan digelar setiap hari pukul 15.30-17.00
  • Reservasi Tlp 022-7271714, Email: info@angklung-udjo.co.id
  • Pertunjukan digelar di Saung Angklung Udjo di Jalan Padasuka 115, Bandung, 40192

Dago Thee Huis, Restoran Favorit Zaman Dulu di Kawasan Dago

TEMPAT wisata ini mungkin kalah pamor dari tempat wisata lainnya yang menawarkan sarana modern, seperti kafe, convention hall, dan restoran. Tetapi, jangan lupa tempat ini  tetap menyimpan pesona dan kenangan bagi yang sudah terbiasa berkunjung ke sini. Ya, Dago Tea House atau Dago Thee Huis adalah restoran tempat minum teh dan kuliner sejak zaman Belanda. Di sini, sambil menikmati teh, para pengunjung bisa menikmati keindahan Bandung di atas ketinggian 600 meter dari permukaan laut di kawasan Dago.

Teater terbuka Dago Tea House Bandung. | Foto id.wikipedia.org
Teater terbuka Dago Tea House Bandung. | Foto id.wikipedia.org

Dago Tea House (Dago Thee Huis) yang artinya “Rumah Teh Dago” ini menjadi tempat favorit kaum muda Bandung untuk kongko-kongko pada 1980-1990-an. Tempat yang romantis dengan pohon-pohon besar di sekitarnya menjadi daya tarik pada saat itu.

Tempat yang menawarkan pesona alam ini terletak di Jalan Bukit Dago Utara No. 53. Dari Jalan Ir. H. Juanda,  setelah Simpang Dago, tinggal belok kiri ke Jalan Bukit Dago Selatan.

Pada  1992, Dago Tea House berganti menjadi  Taman Budaya Provinsi Jawa Barat. Di sini sering  digelar berbagai pentas kesenian dan budaya Sunda. Pernah juga digunakan pentas artis atau grup band terkenal.

Namanya diubah lagi menjadi Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat dibawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemda Provinsi Jawa Barat. Taman ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat pentas saja tetapi juga sebagai pusat kebudayaan Jawa Barat atau cagar budaya.

Untuk menikmati kuliner ada rumah makan Boga Kuring. Rumah makan ini menyediakan menu Asia, Indonesia, Sunda, Eropa, dan Italia. Di rumah makan yang mulai buka pada 10.00 dan tutup 20.30 ini terdapat menu favorit, yakni nasi timbel komplet spesial dan steak lokal/impor.Sarana lainya ada Arena Panggung Terbuka yang memiliki panggung dengan kapasitas 1.200 penonton. Terdapat teater taman yang berukuran lebih kecil, galeri pameran, sangar seni tari, perpustakaan, dan tempat penjualan cendera mata. *

Dago Tea House

Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat
Jl. Bukit Dago Utara No. 53
Bandung – 40135
Telp: (022) 250 5365