Categories
Wisata

Bukit Jamur Ciwidey, Tempat Berfoto Dekat Perkebunan Teh

Bukit Jamur Ciwidey berada di Desa Rancabolang, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Disebut bukit jamur karena di sana terdapat taman tempat berjejer pohon cemara berbentuk jamur payung.

Pohon-pohon cemara tersebut berjejer rapih dan menjadi perhatian bagi pelancong yang datang ke sana.

Di dekat pohon-pohon itu pun menjadi titik menarik untuk berfoto.

Selain itu berfoto, pengunjung bisa bersantai di hamparan rumput dan menikmati udara sejuk kawasan Ciwidey.

Di Bukit Jamur Ciwidey tidak ada fasilitas untuk pengunjung karena tempat tersebut memang bukan tempat wisata.

Pengunjung pun bebas berkunjung ke sana tanpa ada pungutan tiket. Jadwal operasionalnya pun tak ada waktu khusus.

Namun untuk mendapatkan pemandangan yang bagus sebaiknya datang siang hingga sore.

Bukit Jamur dekat pabrik teh milik PT. Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII).

Pabrik teh ini berdiri sejak zaman Belanda sehingga terdapat beberapa bangunan yang gaya arsitekturnya bergaya bangunan Belanda.

Perkebunannya sendiri berdiri pada 1910 oleh Perusahaan Non Belanda yaitu Prancis yang diberi nama Perkebunaan Rancabolang.

Bukit Jamur Ciwidey di Rancabolang

Rancabolang berada di ketinggian 1.850 – 2.100 m dpl. Kemiringan tofografinya 10% – 60%, dengan tanah berjenis tanah Andosol. Curah hujannya berkisar antara 2.500 – 3.500 mm per tahun dengan bulan kering 3 – 4 bulan. Berada di kaki Gunung Tilu dan Gunung Patuha.

Perkebunan tersebut ditanamani teh dan kina. Untuk kebun teh di Rancabolang di bagi menjadi 2 (dua) pengelolaan yakni kebun teh organik seluas 195,28 Ha (27.43 % areal TM) dan kebun teh nonorganik seluas 516,53 Ha. (72.57 %). Budidaya teh organik di kebun Rancabolang dirintis sejak Juli 2000.

Jadi selain menikmati pohon cemara berbentuk jamur, pengunjung ke bukit ini bisa menikmati kesejukan perkebunan Rancabolang. Sekaligus juga mengenal sejarah panjang perkebunan yang dulunya pernah dikuasai Belanda, Jepang, sebelum akhirnya menjadi milik PTPN.

Bukit Jamur yang berada di kawasan wisata Ciwidey sangat mudah untuk dicari. Dari arah Bandung tinggal mengikuti jalur Kopo, Soreang, kemudian ke Ciwidey. Bukit Jamur berada di Kebun Teh Rancabolang PTPN VIII Ciwidey.

Categories
Wisata

The Great Asia Africa Lembang, Melancong Ke Tujuh Negara Sekaligus

The Great Asia Africa Lembang adalah tempat wisata di Lembang yang menggusung konsep edukasi budaya.

Tempat wisata ini dibuka pada November 2019.

Setelah dibuka, tempat wisata ini sempat viral di media sosial.

Pengunjung banyak yang meng-upload foto-foto mereka di akun pribadi media sosial masing-masing.

Mereka yang datang ke The Great Asia Africa Lembang bisa menikmati liburan ke tujuh negara sekaligus.

Pengunjung bisa menikmati bangunan ikonik dari tujuh negara yang ada di Benua Asia dan Afrika.

The Great Asia Africa juga menyajikan budaya dan kuliner khas masing-masing negara.

Tempat-tempat yang bisa dikunjungi di antaranya area Korea, Timur Tengah, India, Indonesia, Jepang, Afrika dan Animal Park.

Pengunjung bisa berselfie ria di depan bangunan-bangunan yang menyajikan keragaman budaya Asia dan Afrika.

Gedung-gedung khas di negara tersebut menjadi tempat favorit para pengunjung untuk berselfie.

The Great Asia Africa berada di kawasan Lembang. Tepatnya di Jalan Raya Bandung – Lembang No. 71.

Tiket The Great Asia Africa Lembang

Tempat wisata tersebut buka pada 09.00 hingga 18.00. Untuk info silakan hubungi 08112166000 dan 081717772219.

The Great Asia Africa memiliki akun instagram @thegreatasiaafrica.id.

Meski tetap buka pada saat pandemi Covid-19, The Great Asia Africa menerapkan protokol kesehatan.

Harga tiket untuk masuk ke tempat wisata ini, Rp 50.000 per orang. Untuk weekend pengunjung harus membayar Rp 65.000 per orang.

Tiket tersebut sudah termasuk voucher minuman. Voucher minuman ini bisa pengunjung tukarkan dengan minuman atau sosis, tergantung selera.

Dalam instagram pengelola The Great Asia Africa mengingatkan untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan setiap saat, serta keselamatan seluruh pengunjung, karyawan, petugas serta warga sekitar.

The Great Asia Africa kerap mengadakan lomba, seperti lomba foto dalam menyambut 1th Anniversary.

Lomba tersebut memperebutkan voucher masuk gratis (selama 3 bulan) dan merchandise The Great Asia Africa untuk tiga orang yang beruntung.

Tempat wisata budaya ini meramaikan tempat wisata di kawasan Lembang yang sebelumnya telah populer terlebih dahulu.

Di kawasa tersebut terdapat Farm House, Floting Market, dan tempat wisata lainnya.

Categories
Wisata

Air Terjun di Bandung yang Menawan dan Banyak Dikunjungi Pelancong

Air terjun di Bandung tak kalah mempesona dengan air terjun lainnya di kawasan lain.

Curug di Bandung tersebar di beberapa kawasan, sperti, di Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan kawasan lainnya.

Ada beberapa curug di Bandung yang sering dikunjungi para pelancong yang datag ke Bandung.

Berikut beberapa curug di Bandung tersebut.

  1. Curug Tilu Leuwi Opat

Air terjun ini berada di Jalan Ciwangun Indah Camp, Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Biasanya air terjun atau curug ini banyak dikunjungi pada akhir pekan atau liburan tiba.

Di kawasan air terjun ini menawarkan pemandangan alam perpaduan air terjun, sungai, hutan, dan goa

Di Kawasan lahan seluas 5 hektare ini terdapat empat air terjun. Ada juga 2 gua yang siap dijelajahi.

  1. Curug Malela

Air terjun atau Curug Malela sering disebut Niagara Mini. Letaknya di Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat.

Kawasan Curug Malela di ketinggian 1.000 mdpl. Hawa sejuk sangat terada di kawasan ini.

Untuk sampai ke Curug Malela butuh tiga jam dari pusat kota Bandung.

Curug Malela berketinggian sekitar 60 meter dan lebar mencapai 70 meter.

Curug di Bandung di Maribaya

Air terjun atau Curug Maribaya adalah tempat wisata yang sudah populer sejak dulu. Namun, tetap saja jangan dilewatkan.

Curug Maribaya ini berada di Kampung Cikondang Lamajang Pangalengan, Cibodas, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat.

Lokasinya berada di kawasan Hutan Lindung Ir H Juanda yang membentang mulai kawasan Dago Pakar hingga Maribaya Lembang.

Jarak dari pusat kota sekitar 21 km. Tempat wisata ini bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Di kawasan Curug Maribaya ini terdapat 3 curug yang terdiri dari Cikoleang, Cikawari dan Cigulung.

  1. Curug Batu Templek

Curug Batu Templek adalah air terjun yang ada di Bandung yang terjadi karena penambangan batu templek di kawasan tersebut.

Air terjun belum lama menjadi populer. Curug ini populer setelah para goweser mempostingnya di medias sosial mereka.

Lokasinya tak jauh dari jalan raya Cicaheum-Ujungerung, yakni di Jalan Cisanggarung, Cihaur Geulis, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

  1. Curug Dago

Air Terjun Dago adalah air terjun yang jaraknya relatif tidak jauh dari pusat kota.

Curug ini bersejarah karena pernah dikunjungi oleh Raja Thailand. Di curug ini juga terdapat prasasti batu peninggalan kerajaan Thailand pada 1818.

Air Terjun Dago berjarak sekitar 8 km dari pusat kota. Bisa dijangkau dengan kendaraan umum. Lokasinya tidak jauh dari Terminal Dago.

Categories
Wisata

Ranca Cangkuang Gambung, Bumi Perkemahan di Pasirjambu

PEMANDANGAN di kawasan Ciwidey terkenal dengan keindahannya. Beberapa di antaranya dimanfaatkan untuk jadi tempat wisata. Ranca Cangkuang Gambung merupakan bumi perkemahan yang memanfaatkan asrinya alam Ciwidey.

Bumi Perkemahan Ranca Cangkuang Gambung terletak di Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Sebuah kawasan yang terkenal keindahannya. Kawasan ini pun cocok bagi para pehobi kemping.

Di lokasi Bumi Perkemahan Ranca Cangkuang terdapat hamparan padang rumput di atas tanah datar. Lokasi ini cocok untuk mendirikan tenda – tenda untuk berkemping. Lahannya sangat luas sehingga bisa menampung banyak wisatawan. Wisatawan yang datang ke sini biasanya datang secara rombongan atau keluarga.

Di padang rumput tersebut, selain digunakan untuk berkemping, bisa untuk bermain. Anak-anak, misalnya , bisa bermaian sepak bola.

Ranca Cangkuang Gambung selalu ramai pada saat liburan sekolah dan Idulfitri. Begitu pula pada tahun baru, kawasan ini selalu banyak didatangi wisatawan.

Namun, pada masa pandemi virus korona, seperti tempat wisata lain, Ranca Cangkuang Gambung terpaksa ditutup sementara.

Ranca Cangkuang Gambung Cocok untuk Gathering

Mereka yang datang adalah para pelajar yang memanfaatkan waktu liburnya. Banyak juga komunitas, seperti mobil dan motor berwisata ke tempat tersebut.

Sebuah sungai yang airnya masih bersih dan dingin mengalir dekat perkemahan. Aliran sungai itu bisa dimanfaatkan bermain air di batu-batu besar. Sungai di Ranca Cangkuang berada di rerimbunan pohon dan tepat di kaki Gunung Tilu.

Bumi Perkemahan ini cocok juga untuk gathering. Sejumlah instansi swasta dan pemerintah sering menggelar acara family gathering yang biasanya dilanjutkan dengan acara bermalam bersama di sana dengan mendirikan tenda – tenda.

Pagi harinya, mereka biasanya melakukan berbagai acara permainan fun games seperti tarik tambang, balap bakiak dengan dipandu instruktur.

Setelah selesai bermain, wisatawan melanjutkan acara di siang harinya dengan acara bakti sosial seperti penanaman pohon, membersihkan sampah di aliran sungai, lalu kegiatan bagi – bagi buku untuk pelajar setempat.

Bahkan ada juga yang membagikan sembilan bahan pokok (sembako) kepada warga kurang mampu.

Categories
Wisata

Seniman Lukis di Jalan Braga Biasa Berkarya di Rumah Seni Ropih

RUMAH Seni Ropih merupakan termpat berkumpul para seniman. Tidak hanya seniman lukis, tetapi juga pelaku seni lainnya, seperti kecapi suling, pencak silat, dan band.

Rumah Seni Ropih berada di Jalan Braga. Posisiya berada di sebelah kiri dari arah Jalan Naripan. Bangunan ini luasnya mencapai 800 meter per segi dan diresmikan pada 22 Mei 2011.

Di bagian depan bangunan ini merupakan galeri lukisan. Pengunjung bisa langsung melihat lukisan-lukisan yang dipajang di sana. Lukisan tersebut ada yang merupakan karya pelukis-pelukis Rumah Seni Ropih dan yang dibeli dari Kampung Senj Jelkong.

Adapun ruang tempat berkumpul para seniman di bagian bawah bangunan ini. Pengunjung bisa masuk ke sana melewati tangga ke bawah gedung ini. Di samping ruang tersebut juga terdapat ruangan yang biasa digunakan untuk melukis.

Pengelola Rumah Seni Ropih sengaja menyediakan tempat itu untuk para seniman yang mau berlatih di sana. Tidak dipungut biaya alias gratis.
Namun, jika ada kegiatan laih, seperti pameran, pengelolanya mengutip biaya yang disesuaikan dengan lama hari even.

Tempat Berkumpul Seniman Lukis

Ropih, nama rumah seni ini merupakan seniman lukis asal Jalan Braga. Nama lengkapnya Ropih Amantubillah (61). Lukisannya terkenal ke mancanegara. Dia menjualnya ke orang mancanegara, seperti Spanyol, Inggris, Amerika, dan Brasil.

Rumah Seni ini merupakan keinginan Ropih sejak kecil. Ropih sebelum menempati galeri itu, berpindah-pindah di kawasan Braga. Pernah juga, bejualan lukisan di kaki lima. Ropih mengaku sejak kecil sudah belajar berjualan lukisan. Dia berjualan di sela-sela waktu sekolahnya.

Ropih pun pernah melukis berjudul “Bunga Harum Mewangi”. Lukisan ini merupakan cerminan keinginan dia agar kehidupannya harum mewangi.

Ropih dalam hidupnya ingin berguna seperti pohon pisang yang tidak mati sebelum berbuah.

Ropih mengaku belajar sejak berusia tujuh tahun. Dia belajar autodidak di bawah bimbingan ayahnya, Mumu Mitra, yang juga pelukis. Dulu, Mumu memiliki Sanggar Jiva Mukti di Babakan Siliwangi.

Dalam laman lukisanropih.tripod.com disebutkan, Ropih, pada 1995 hingga 1999 pernah bermukim sekaligus menimba ilmu di Bali.

Ropih merupakan anak sulung dari 10 bersaudara. Selain dia, lima adiknya menjadi pelukis. Mereka adalah Wahyu, Asep Muslim Mulyana, Dede Ginanjar, Neneng Widia, dan Deden Sugih Abdurachman.