5 Kuliner Malam Hari di Bandung yang Tak Pernah Sepi Pengunjung

Metadeskripsi: Ingin menjelajahi Bandung saat malam hari? Yuk, berkeliling menikmati kuliner enak! Jangan lupa 5 kuliner malam hari.

Kesempatan liburan ke Bandung harus kamu manfaatkan secara maksimal. Tidak hanya menghabiskan waktu pagi dan siang hari untuk berkeliling ke berbagai tempat wisata, kamu juga dapat memanfaatkan waktu malam hari. Untuk pilihan aktivitas di malam hari, kamu dapat berkunjung sekaligus mencicipi deretan kuliner yang terkenal enak dan selalu ramai pengunjung.

Pilihan destinasi kuliner malam hari yang bisa ditemukan di Kota Bandung juga sangat banyak. Kamu pun dapat memanfaatkan waktu berkeliling mencicipi kuliner malam tersebut dengan bermodalkan cashback belanja online dari ShopBack yang sudah dikumpulkan. Sebagai bahan referensi, berikut ini 5 kuliner malam hari yang terkenal enak dan bisa kamu kunjungi di malam hari saat liburan ke Bandung:

1. Sate Hadori

Dari sekian banyak warung sate di Bandung, nama Sate Hadori bisa dibilang sebagai salah satu yang paling terkenal. Sajian makanan yang bisa ditemukan di sini tak jauh berbeda dibandingkan dengan warung sate biasa. Kamu bisa memesan sate ayam, sate kambing, serta sate sapi. Alasan utamanya adalah, karena Sate Hadori merupakan salah satu kuliner legendaris di Bandung, sudah berdiri sejak tahun 1952.

Di sini, kamu akan memperoleh sate dengan potongan daging yang cukup besar. Bumbu kacang yang disertai dengan perasan jeruk nipis dan acar, membuat sate di sini terasa segar. Selain menu sate, Warung Sate Hadori juga menyediakan makanan lain, termasuk di antaranya adalah kambing guling. Tempat ini bisa kamu kunjungi di alamat Jl. Stasiun Timur Nomor. 11-12, Stasiun Hall, Bandung, buka dari pukul 10 pagi sampai dini hari.

2. Perkedel Bonbon

Perkedel biasanya digunakan sebagai makanan pendamping ketika menyantap soto atau sup. Namun, siapa sangka kalau sebuah warung makan di Kota Bandung banyak diburu para pencinta kuliner dan menjadi menu utama. Nama warung tersebut adalah Perkedel Bonbon yang terletak di alamat Jl. Kebon Jati, nomor 42, Stasiun Hall, Bandung. Tempat ini buka mulai pukul 11 malam sampai pukul 3 pagi.

Para pengunjung yang berburu perkedel di tempat ini, biasanya datang lebih awal sekitar pukul 10 malam. Tidak heran kalau saat buka pukul 11, suasananya sudah ramai dan banyak pengunjung antre. Oleh karena itu, kamu perlu datang lebih awal biar bisa segera menikmati perkedel hangat yang nikmat. Selama proses antre, kamu dapat menyempatkan waktu untuk mencari tahu informasi wisata Bandung yang bisa kamu kunjungi nantinya.

3. Ronde Alkateri

Di tengah suasana dingin Kota Bandung pada malam hari, menikmati wedang ronde hangat kerap menjadi pilihan para wisatawan. Satu tempat yang terkenal dengan sajian wedang ronde di Bandung adalah Ronde Alkateri. Wedang ronde di tempat ini menjadi primadona di Kota Bandung. Apalagi, Ronde Alkateri sudah berdiri sejak tahun 1950-an. Kamu bisa memilih datang ke kedai pusat di Jl. Alkateri atau cabangnya yang beralamat di Jl. Cibadak.

Cita rasa wedang ronde di Ronde Alkateri juga tak perlu diragukan. Kuah dengan aroma jahe yang khas dari wedang ronde di sini, akan membuat badanmu terasa lebih hangat. Tidak ketinggalan, di dalamnya juga disertai dengan isian lainnya seperti gula merah, ronde, serta kacang sangrai.

4. Nasi Uduk 88 Brebes Berhias

Cashback yang sudah kamu dapatkan dari ShopBack juga bisa dipakai untuk mencicipi nasi uduk istimewa yang disajikan oleh Warung Nasi Uduk 88 Brebes Berhias. Warung makan ini cukup sederhana, hanya berupa kedai kaki lima biasa yang terletak di Jl. Abdul Rahman Saleh, Nomor 43, Bandung. Warung nasi uduk ini biasa buka mulai pukul 21.00 WIB sampai tengah malam.

Menu favorit para pengunjung di sini adalah nasi uduk dengan lauk berupa seekor burung dara. Selain burung dara, kamu juga bisa menemukan jenis lauk lain yang bisa dipesan, di antaranya adalah ikan bakar, bebek, ayam, serta beragam jenis seafood.

5. Nasi Kuning Pungkur

Terakhir, kamu bisa mencoba pengalaman berbeda dalam menikmati sajian nasi kuning. Biasanya, nasi kuning memang dipilih sebagai menu sarapan. Namun, Warung Nasi Kuning Pungkur menawarkan sajian nasi kuning di malam hari, buka mulai pukul 8 malam sampai pukul 3 pagi.

Kamu dapat memesan nasi kuning dengan berbagai jenis lauk. Kamu dapat memilih lauk rendang daging, jengkol, telur suwir, orek tempe, serta tidak ketinggalan adalah sambal. Sebagai tambahan, kamu juga bisa menemukan sajian berupa batagor di warung makan ini.

Silakan pilih 5 kuliner malam hari di Bandung . Tertarik untuk mencicipi , bukan? Yuk, segera kumpulkan cashback ShopBack sebanyak-banyaknya, biar bisa liburan gratis ke sana.

Ayam Goreng Suharti, Ayam Kremesnya Masih Jadi Favorit

AYAM Goreng Suharti termasuk restoran favorit pecandu olahan daging ayam. Menu yang paling dicari di sini adalah ayam kremes. Ayam kremes adalah ayam kampung yang dimasak di atas arang kayu selama 3 jam. Rempah-rempahnya merupakan pilihan terbaik khas Jawa yang menjadikan ayam ini lezat rasanya.

Ayam Goreng Suharti membuka restoran di Jalan Cipaganti No 171g. Restron ini merupakan restoran Suaharti pertama di Bandung. Sudah berdiri sejak 1990-an, restoran ini mengundang pecandu daging ayam untuk mencoba masakan khas restoran ini.

ayam goreng suharti

Ayam Goreng Suharti. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Lokasi restoran tersebut  berada di sebelah kiri Jalan Cipaganti dari arah bawah. Restorannya tepat di tepi jalan pertigaan Jalan Cipaganti-Jalan Jurang. Billboard besar bertuliskan “Ayam Goreng Suharti” berwarna merah berlatar belakang warna kuning sudah terlihat dari kejauhan.

Lahan parkir di restoran ini cukup luas sehingga pengunjung tidak akan khawatir memarkir kendaraan di sana. Bahakan bus pun bisa parkir di sana. Suasana Cipaganti yang teduh juga menambah kenyamanan menikmati ayam goreng khas Suharti ini.

Setelah berhasil di Cipaganti, Ayam Goreng Suharti membuka restoran lainnya di Jalan Lodaya No 1. Berada di perempatan Jalan Burangrang-Talagabodas dan Jalan Lodaya membuat restoran mudah terlihat. Billboard yang tulisannya dan warna catnya sama dengan yang di Jalan Cipaganti mudah terlihat dari arah Jalan Burangrang maupun Jalan Lodaya.

Restoran di Jalan Lodaya ini mulai berdiri pada 2004. Lahan parkirnya tidak seluas di Cipaganti, tapi tetap nyaman buat pengunjung untuk memarkir kendaraannya di sana. Restoran di Jalan Lodaya ini tidak seluas di Jalan Cipaghanti, namun soal rasa dan menu tidak ada perbedaan.

Ayam Goreng Suharti juga ada di Jalan Soerkarno Hatta. Lokasinya berada di sebelah bila dari arah Cibiru. Rumah makan ini tidak jauh dari jembatan Riung Bandung. Bagi pengunjung yang dari arah Buahbatu atau Kiaracondong harus memutar dulu untuk ke rumah makan ini. Seperti di Rumah Makan Suharti lainnya, ciri khas billboard tampak terlihat di bagian depan rumah makan ini.

Rumah makan ini buka setiap hari mulai dari pukul 10.00-22.00, range harga mulai dari Rp. 17.500 s.d Rp. 97.000. Ayam Goreng Suharti menyediakan delivery service minimal order Rp. 150.000.

Ayam Goreng Suharti berasal dari Yogyakarta. Rumah makan ini berdiri pada 1972 dan berlokasi di Jalan Sucipto No 1984 Yogyakarta. Mulai 1984 ayam khas ini menyebar ke berbagai kota di seluruh Indonesia seperti di Jakarta, Bandung, Bali, dan Medan.

Ayam Goreng Suharti di Bandung

  • Jalan Cipaganti No 171 Bandung (022) 2032188-2038677
  • Jalan Lodaya No 1 Bandung (022) 7303829-7312689
  • Jalan Soekarno Hatta No 664 Bandung (022) 7531688-7531888

Soto Ahri, Soto Asli Garut yang Setia Gunakan Resep Pusaka Keluarga

SOTO Ahri, soto legendaris asli Garut ini menjadi buruan para penikmat kulinet di Bandung. Rasa dan penampilan yang berbeda membuat siapa pun ketagihan untuk mencicipi soto ini. Kedai soto ini berada di Jalan Buahbatu 235 di samping Toserba Borma.  Kedai soto ini berada di depan bank bjb. Kalau dari arah Jalan Soekarno Hatta berada  di sebelah kiri.

Soto yang berasal dari Garut ini sudah buka sejak 1943. Pendirinya adalah Haji Ahri pada tahun 1943. Usahanya yang terus berkembang ini diteruskan oleh anaknya Haji Endang. Kedai soto Ahri ini tidak pernah pindah sejak pertama kali berdiri. Lokasinya di Gang Harjo, Jalan Mandalagiri, Garut.

soto ahri
Soto Ahri Jalan Buahbatu, Bandung. | Foto Tribun Jabar.

Soto Ahri ini tiba di Bandung dibawa cucu Haji Ahri, Deden Agustian. Deden mencoba peruntungan memperkenalkan pusaka keluarganya di kota yang terkenal sebagai gudangnya kuliner. Sebelas tahun yang lalu, Deden menjual soto di pinggir Jalan Buahbatu.

Deden sempat menyewa sebuah tempat di gedung. Namun, usaha sotonya tak sesuai harapan. Dia pun memutuskan memindahkan kedai soto Ahri ke tempat yang dia tempati sampai sekarang. Mulai dari sana usahanya terus berkembang.

Apa rahasia Deden sehingga mampu mempertahankan keberadaan soto ini? Deden tidak muluk-muluk. Dia hingga sekarang tetap menggunakan resep pusaka keluarga. Mulai dari bumbu hingga cara memasak masih mempertahakan cata leluhurnya Haji Ahri.

Soto Ahri memiliki bumbu yang khas. Untuk menjaga keasliannya, Deden membawa bahan baku soto dari kota asalnya, seperti bumbu, sambal kering, kecap, dan kerupuk.

Cara memasak di kedai soto ini  masih menggunakan kayu bakar. Pembakaran dengan kayu bakar membuat aroma soto lebih wangi. Supaya soto tetap hangat, kuah soto dipanaskan menggunakan arang.

Satu mangkuk soto seharga Rp 25.000 (harga ini sewaktu-waktu bisa bisa berubah) terdiri dari potongan daging sapi, kuah soto, bawang goreng, seledri, dan kacang kedelai. Bagian daging sapi yang disediakan di sini ada sengkel, lidah, dan daging kepala.

Kedai Soto Ahri beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00. *

Sumber: jabar.tribunnews.com, cnnindonesia.com

Bakso Panghegar yang Sudah Ada Sejak 1985

BAKSO Panghegar Bandung adalah kedai bakso yang telah mendapat tempat di hati warga Bandung. Kedai bakso yang berada di Jalan Holis Nomor 226 ini sudah lama berdiri, yakni pada 1985, ketika perintisnya Wigianto Surya berjualan mi bakso di depan pabrik Bakso Panghegar.

Pabrik baksonya sendiri telah ada sejak 1979. Pabrik ini pun merupakan milik Wigianto. Olahan mi bakso yang dijual Wigianto merupakan hasil produksi dari pabrik ini. Tak hanya untuk Bakso Panghegar Bandung, pabrik ini memiliki pelanggan setia yang selalu menggunakan produk pabrik Bakso Panghegar. Pedagang bakso Panghegar tersebar di seluruh Bandung.

Bakso Panghegar Bandung

Ilustrasi Bakso Panghegar Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Pertama kali berjualan Wigianto menjual mi bakso menggunakan gerobak. Dua tahun kemudian, penjualan mi bakso meningkat. Untuk memberikan kenyamanan pada pelanggan, Wigianto pindah ke tempat yang lebih representatif. Tempat itu menjadi rumah makan Bakso Panghegar Bandung hingga sekarang.

Bakso Panghegar Bandung booming pada 1990-an. Ketika itu semua warga Bandung seperti tersihir oleh kemasyuran bakso bikinan Wigianto. Bukan berarti kuliner di Bandung saat itu belum marak seperti sekarang, bakso Panghegar memang sangat dicari warga Bandung, dan bahkan pelanggannya ada yang datang dari luar kota.

Saat ini, Bakso Penghegar Bandung dikelola oleh putra Wigianto, Andri Wijaya bersama suadaranya yang lain. Dalam blog My Other Corner, Andri mengaku kejayaan Bakso Panghegar telah lewat. Namun, dia yakin dan akan terus mempertahankan usahanya ini. Dia memiliki resep jitu untuk mewujudkannya yakni memberikan pelayanan yang terbaik pada pelanggannya.

Sajian Bakso Panghegar Bandung

Sajian Bakso Panghegar Bandung tidak berbeda dengan sajian bakso lainnya. Di sini tersedia bakso besar, bakso kecil, mi kuah, mi yamin, atau bakso campur pangsit. Jenis baksonya ada bakso halus, bakso urat, bakso cincang, otak-otak, dan bakso gepeng. Jika ingin beli mentahannya juga bisa tinggal pergi ke pabriknya yang tak jauh dari kedai bakso.

Bakso Panghager Bandung memiliki lahan yang luas. Ada pilihan tempat buat pengunjung untuk menikmati bakso. Di sini tersedia tempat lesehan dan tempat layaknya restoran lainnya yakni disediakan kursi dan meja. Taman yang hijau bisa menjadi pamandangan lain bagi pengunjung sebelum atau saat menikmati sajian bakso.

Jika memutuskan untuk segera berkunjung ke kedai Bakso Panghegar Bandung, jangan sekali-kali pada Senin. Hari itu merupakan hari libur bagi kedai tersebut. Bagi yang baru pertama kali ke sana, Kedai Bakso Panghegar tidak sulit dicari karena lokasinya berada di pinggir Jalan Holis. Tak jauh dari Jalan Soekarno Hatta, Pasirkoja. *

Menelusuri Jejak Kuliner di Kota Bandung dan Sekitarnya

SAMBIL jalan-jalan tidak afdol kalau tidak mencicipi makanan di Bandung. Kota ini menyimpan pesona kuliner yang tak habis-habisnya. Mulai dari makanan yang kelasnya restoran hingga di jalanan, semuanya tersedia di kota ini.

Untuk menelesuri makanan di Bandung ini perlu waktu yang cukup lama, apalagi untuk mencicipinya satu per satu. Namun dengan banyaknya informasi yang tersebar di internet rasa penasaran terkait makanan di bandung rada terobati.

makanan di bandung

Toko Sidodadi di Jalan Oto Iskandardinata, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Makanan di Bandung itu ada yang benar-benar asli dari kota ini, misalnya peuyeum, borondong, colenak, serabi atau yang lain. Yang belakangan muncul seperti cilok, cireng, basreng juga disebut-sebut berasal dari kota ini.

Ada juga makanan di Bandung yang datang dari daerah lain, bahkan negara lain, tetapi karena sudah lama beredar di kota ini disebut-sebut berasal dari sini. Biasanya makanan tersebut adalah hasil modivikasi para penggiat kuliner.

Kue soes atau brownies misalnya, kedua makanan  tersebut sudah identik sebagai buah tangan dari kota ini. Orang bilang jika ke Bandung tidak membawa makanan itu berarti belum pernah ke Bandung. Kue soes asalnya dari Eropa, sedangkan brownies banyak yang bilang berasal dari Amerika.

Makanan di Bandung yang Bergaya Eropa

Makanan yang rasa dan bentuknya masih asli dari zaman Belanda pun masih ada. Beberapa restoran di Jalan Braga masih ada yang menjual roti zaman dulu. Selain roti ada juga restoran yang menjual es krim rasa zaman dulu. Nama restorannya Braga Permai dan Sumber Hidangan.

Roti zaman dulu yang juga masih terkenal sampai sekarang dijual di Toko Roti Sidodadi. Toko ini berada di Jalan Oto Iskandardinata. Toko ini menambah kekhasan makanan di Bandung yang terpengaruh makanan dari Eropa.

Kuliner di Bandung masih banyak ragamnya. Soal bakso juga bisa menjadi bahasan tersendiri yang panjang. Begitu juga dengan sate, serabi, kue cubit, putu atau yang lain. Belum minuman yang banyak di jual di kota ini. Pembahasannya bakal panjang. Nantikan tulisan tentang kuliner selanjutnya serbabandung.com. *