Categories
Kuliner

Kuliner Cibadak pada Malam Hari yang Menggugah Selera

Di Jalan Cibadak, segala jenis makanan kini mudah diperoleh. Kuliner Cibadak menawarkan masakan Cina, Sunda, dan menu internasional lainnya. Ada yang halal ada juga yang nonhalal. Kehadiran Sudirman Street pun menambah ceria jalan ini, sejak sore hingga malam hari. Jalan Cibadak sekarang menambah pilihan bagi pemburu kuliner di Bandung.

Soto Ojolali adalah kuliner Cibadak yang sudah lama berada di jalan tersebut. Kedai yang menempati bangunan Jalan Cibadak No. 79 ini sudah ada sejak 1939. Soto yang dijual di sana adalah soto khas Bandung yang kuahnya bening dengan potongan daging sapi, yang di dalamnya ada irisan lobak, taburan kacang kedelai, dan daun kemangi.

Menikmati soto ojolali sebaiknya ketika masih hangat dengan nasi putih dan kerupuk. Agar lebih nikmat bisa ditambahkan jeroan, seperti babat, usus, atau paru. Makanan tersebut bisa yang basah atau goreng.

kuliner cibadak
Sudirman Street. | Foto serbabandung.com

Kuliner Cibadak yang menawarkan menu masakan Cina dan Jepang adalah Restoran Kobe. Lokasinya berada tak jauh dari Sudirman Street. Chinese Food & Kobe Tepanyaki Japanese Food ini buka pada malam hari mulai pukul 18.00 hingga tengah malam. Dari daftar menu yang mereka sodorkan tak ada satu pun makanan yang berbahan dari yang nonhalal.

Harga menu-menu di sini relatif murah. Oleh karena itu restoran Kobe menjadi tujuan anak muda yang doyan masakan Cina atau Jepang. Banyak menu yang ditawarkan yang bisa dipilih pengunjung seperti bef teriyaki/teppanyaki, capcay, kangkung cha, nasi gila, mi seafood, nasi ayam campur, sushi, jus asli, dan Steamboat.

Banyaknya pengunjung dan keterbatasan tempat membuat pengunjung harus antre. Pengunjung harus sabar untuk mendapatkan meja dan menyantap menu khas Kedai Kobe Cibadak. Restoran ini mulai penuh biasanya menjelang isa. Jadi sebaiknya datang ke sini setelah azan magrib.

Kuliner Cibadak di Sudirman Street

Kuliner Cibadak pun bisa diperoleh di Sudirman Street. Sudirman Street merupakan area pedagang berbagai jenis kuliner. Tempatnya di sebuah jalan yang menghubungkan Jalan Cibadak dan Sudirman. Bisa masuk dari Jalan Sudirman yang patokannya Martabak Capitol. Adapun dari Jalan Cibadak patokannya Jalan Pajagalan atau Restoran Kobe.

Sudirman Street berkonsep food court atau pusat jajanan serba ada (pujasera). Semua jenis makanan berasal Indonesia, Jepang, Cina, Korea, Malaysia dan Eropa tersedia seperti bola ubi, pisang keju, roti bakar, martabak, takoyaki, soto kaki, bubur, nasi campur, nasi lemak, dan jenis makanan lainnya.

Bagi yang muslim sebaiknya berhati-hati karena makanannya banyak yang berbahan babi. Pengelola pusat kuliner sudah mewanti-wanti bahwa tempat ini menjual makanan halal dan nonhalal di display yang terpasang di atas pintu masuk kawasan kuliner tersebut. Begitu juga para pedagang tak segan mencantumkan bahan nonhalal tersebut di display depan kedai mereka.

Tenda-tenda kaki lima, terutama setelah Jalan Pajagalan hingga ke persimpangan Cibadak-Astananyar berjajar menjajakan berbagai kuliner. Di sini banyak penjual yang menjajakan masakan nonhalal seperti nasi campur ala Tiongkok yang mengandung babi, bakar babi, sate babi dan lain-lain. *

Categories
Kuliner

Risoles, Makanan Eropa yang Kaya Rasa yang Dijual di Bandung

Risoles berasal dari Eropa. Makanan ini dulunya bernama roinsolles dan mulai dikenal pada abad ke-13. Sekarang, penganan ini telah menjadi seperti makanan asli Indonesia. Penjual dan penggemarnya sudah tak menghiraukan makanan ini berasal dari mana. Di Bandung pun demikian, banyak penjual beragam rasa dan bentuk risoles.

Dalam laman Wikipedia disebutkan risoles (risol) adalah pastri berisi daging, biasanya daging cincang, dan sayuran yang dibungkus dadar, dan digoreng setelah dilapisi tepung panir dan kocokan telur ayam. Namun di Bandung, penganan ini sudah bekembang sedemikain rupa. Banyak bermunculan rasa dan bentuk makanan tersebut.

Di Bandung ada risol melepuh. Penjualnya ada di Jalan Konstitusi 1 No. 2A, Babakan Ciamis, dan Kedai BMC 213, Jalan Cikutra No. 213. Dikutip dari Tribunlifstyle, makanan ini merupakan karya Ray Roemano.

risoles
Risoles. | Foto https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/3a/Kue_risoles.JPG

Jenis risol di sana terdiri dari lima rasa yaitu original (smoked beef, melting cheese `n egg), chicken run (Grandma’s recipe), brekele (my Son’s fave), wedus gembel (special bolognaise from Mom’s recipe) dan tsunami (beef sausages & melting cheese).

Penjual risol lainnya ada di De’risol di Jalan Citarum No. 32. Banyak macam isi risoles yang ditawarkan ada yang isi sayuran, daging dan juga keju. Yang unik di sini ada yang berisi kari. De’risol sudah melebarkan sayap dengan membuka cabang di Walini Tea Gallery, Jalan Ir. H. Djuanda; di Sentra Kampus Universitas Parahyangan Bandung; dan di Lottemart Festival Citylink.

Risol-Risol, House of Risolles di Jalan Setiabudi juga jangan terlewatkan. Risoldi sini seperti kembali ke asalnya dengan cita rasa Risolles Eropa yakni daging ayam, telur, smooked beef, mayonaise, keju, dan dihidangkan dengan salad dan kentang goreng (french fries). Menu lainnya adalah Chicken Cordon Bleu Risol, Black Pepper Sausage Risol, Egg Mayo Risol, Bechamel Beef Risol, Pizza Risol, Tuna Mayo Risol.

Risoles di Rumah Risol

Bila ingin merasakan kerenyahan dan empuknya kulit risoles bisa datang ke Rumah Risol Jalan Geger Kalong Girang No 01B. Risol di sini memiliki banyak bentuk seperti lonjong biasa, segitiga, bulat, hingga persegi. Isian risoles pun tak sekadar sayuran dan kentang, ada juga daging asap, kacang polong, keju, mayones, dan sosis.

Rumah Risol menyediakan spesial orisinal, spesial pedas, creamy chicken, piza, spicy risol. Menu spesial orisinal berisi wortel, sosis, kentang, mayones, dan makaroni. Menu spesial pedas mengandung telur rebus, sosis, kentang, wortel, makaroni, mayones, dan bumbu pedas. Untuk risoles piza yang berbentuk segitiga, isinya tak jauh berbeda, ditambah daging asap dan kacang polong. *

Categories
Kuliner

Kkuldak, Ayam Madu Khas Korea Dijual di Bandung

BIASANYA daging ayam disantap bareng nasi untuk makan berat. Tapi, di Korea tidak. Daging ayam bisa jadi camilan yang diolah sedemikian rupa. Kkuldak namanya. Booth camilan ini juga buka di Bandung di antaranya di Festival Citylink dan Trans Studio Mall.

Tempat jualan Kkuldak di Festival Citylink berada di depan Loottemart. Boothnya terlihat khas. Warna kuning, putih dan hitam mendominasi booth tersebut layaknya lebah. Lebah adalah logo Kkuldak. Nama Kkuldak sendiri kkul berarti “madu” dan dak berarti “ayam”.

Beberapa kursi dan meja tersedia di sana. Para penikmat ayam madu ini bisa menikmati camilan tersebut sambil menikmati suasana di lantai bawah Festival Citylink.

Kkuldak
Gerai Kkuldak di Festival Citylink Bandung. | Foto serbabandung.com

Pembeli sebelum menikmati camilan olahan ayam ini harus pesan dulu. Kemudian bayar di kasir sesuai pesanan. Pengunjung tinggal menungu di depan kasir atau duduk di meja sambil menunggu pesanan. Tidak terlalu lama pesanan akan diantar atau diambil sendiri.

Kemasan makanan ayam madu ini terbuat dari kardus. Makanan tersebut bisa dibawa sambil jalan-jalan dengan menggunakan kemasan take away. Jangan lupa juga sumpit yang disediakan. Kemasan ayam madu ini setelah makananya habis disantap harus dibuang ke tempat sampah yang disediakan.

Menu Favorit di Kkuldak

Kkuldak menyajikan ayam goreng bersaus madu sebagai camilan. Menu Kkuldak yang menjadi favorit adalah honey chicken ball memiliki ukuran small, medium dan large. Rasa ada yang Original honey, Spicy Honey, Sweet & Sour Honey dan Korean Hot Sauce Honey.

Honey chicken ball terdiri dari potongan ayam goreng berbumbu, tteok (rice cake) mini dan tater tot (olahan kentang goreng). Bahan-bahan tersebut dikemas dalam cup kertas. Selanjutnya honey chicken ball diberi kucuran saus mustard dan taburan bubuk keju. Makanan terasebut disantao menggunakan lidi yang terselip dalam cup untuk mengambil makanan.

Menu lainnya adalah bento, fried chicken ball, tater tot, dan tteokbokki. Bento yang disajikan dalam kemasan kardus kotak berisi nasi dengan topping fried chicken ball dan irisan selada segar. Ada sekitar 10 potongan ayam goreng kecokelatan dan saus mustard. Pembeli bento juga mendapat pilihan minuman berupa lemon tea atau green tea.

Categories
Kuliner

Kuliner Dekat Stasiun Bandung Komplet dari Pagi hingga Malam

Ke mana setelah Anda turun dari kereta api di Stasiun Bandung? Jika kuliner yang dicari tulisan ini cocok menjadi pemandu untuk Anda mencari tempat-tempat makan yang cocok. Kuliner dekat Stasiun Bandung banyak  pilihannya dan disukai  warga Bandung.

Jika Anda datangnya pada pagi hari dan kebetulan perut sudah tidak bisa diajak kompromi, tempat sarapan terkenal, yakni di Jalan Babatan menjadi pilihan utama. Menu di sini merupakan menu sarapan khas Tionghoa. Ada bubur kacang tanah, cakue, kue tambang, dan lain-lain. Jalan Babatan lokasinya berada di belakang Pasar Baru, Jalan Oto Iskandardinata.

Kalau ingin makanan yang lebih berat di kawsan stasiun pun banyak rumah makan Padang yang buka sejak pagi. Satu di antaranya adalah Rumah Makan Malah Dicubo. Rumah maakan Padang yang buka mulai pukul 07.00 ini berada di Jalan Stasiun Hall Selatan No. 27. Menu unggulannya adalah Dendeng Lambok Lado Merah dan Dendeng Batokok Lado Hijau.

Kuliner Dekat Stasiun Bandung
Sate Hadori, tempat kuliner dekat stasiiun Bandung.

Lalu bagaimana kalau siang hari turun di stasiun Bandung? Jangan risau, saat siang tempat kuliner di kawasan ini banyak pilihan. Banyak rumah makan Padang yang buka siang hari di kawasan ini. Kalau ingin lebih santai dan eksklusif bisa datang ke Paskal Food Market yang berada di pusat bisnis Paskal Hyper Square di Jalan Pasir Kaliki No 25-27.

Di food market tersebut terdapat 50 konter yang menyediakan berbagai makanan. Mulai dari masakan Tiongkok hingga Sunda. Situasinya membuat nyaman pengunjung dengan air mancur, dan sebuah panggung untuk pertunjukan musik secara live. Di sini tersedia menu-menu melegenda seperti Batagor Riri, Mi Rica Kejaksaan, dan Ronde Alkateri. Hidangan lainnya ada empal gentong, bakso, hidangan jepang, hingga kedai kopi.

Kuliner Dekat Stasiun Bandung Pada Malam Hari

Kalau agak malaman tiba di stasiun jangan sungkan datang ke Jalan Gardujati. Di sini adalah pusat kuliner malam hari. Banyak sekali pilihin yang mengundang selera. Mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Makan di tepi jalan beratapkan tenda menjadikan pengalaman tersendiri.

Bila tiba pada tengah malam, jangan sungkan ke terminal ST Hall di belakang stasiun. Di sini ada kuliner yang buka tengah malam. Tempat ini cocok bagi yang suka makan satai (sate). Namanya Sate Hadori.  Sate kambingnya sudah terkenal ke mana-mana.

Tak jauh dari Sate Hadori ada penjual kuliner unik. Namanya perkedel bondon. Kedainya di terminal Stasiun Hall, Jalan Kebonjati, Bandung. Lokasinya tak jauh dari Stasiun Bandung. Untuk masuk ke terminal harus lewat dari arah Kebonjati. Kedai ini bukanya hanya pada malam hari yakni pukul 23.00 hingga habis. Biasanya pada akhir pekan perkedel sudah habis sebelum pukul 02.00. *

Categories
Kuliner

Masakan Khas Bandung yang Paling Diburu Pelancong

Apa saja masakan khas Bandung yang paling diburu? Kalau ditelusuri ternyata banyak macamnya. Masakan khas Bandung ini belum tentu asli dari Bandung, tetapi merupakan perpaduan makanan tradisonal dengan modern, atau hasil modivikasi para praktisi kuliner untuk menarik wisatawan atau warga Bandung menikmati kuliner mereka.

Masakan khas Bandung yang lama tenggelam kemudian muncul lagi adalah bandros. Makanan ini merupakan jajanan jalanan yang biasa dijajakan para penjualnya di kaki lima atau berkeliling. Harganya relatif murah sehingga menjadi santapan bagi anak sekolahan atau camilan sehari-hari.

Namun sekarang bandros  berbeda. Penjualnnya tidak di kaki lima, tetapi sudah masuk ke kafe-kafe atau bahkan ke hotel-hotel. Soal rasa juga tentu saja berbeda. Bandros ini rasanya bermacam-macam, ada yang manis, yang terdiri dari rasa original, cokelat, pisang susu, keju susu, keju cokelat, keju pisang, cokpis, hingga cokpis keju. Ada pula yang asin terdiri dari rasa original, oncom, telur, korner, sosis, ayam, keju, dan beragam kombinasinya lainnya.

masakan khas bandung
Serabi. | Foto serbabandung.com

Awug  adalah masakan khas Bandung lainnya. Rasanya manis terbuat dari tepung beras, gula merah dan juga kelapa (parut). Di mana membeli penganan ini di Bandung?  Tidak sulit karena sekarang banyak yang berjualan di kaki lima.

Penjual awug di kawasan Cibeunying misalnya. Awug yang dijual di sini ukurannya lebih besar daripada yang dijual di tempat lain. Penjual awug jumbo ini tepatnya suka mangkal di Jalan Ahmad Yani di depan Kampus ITT.

Di kawasan perumahan Metro-Margahayu Raya ada Awug Metro. Awug di sini dijual per kotak di kisaran Rp 5.000-10.000. Satu kotak berisi 10 potong. Awug Metro tepatnya berada di Jl. Venus (Bunderan) Komp. Metro Margahayu Raya. Buka dari pagi hari sampai habis.

Serabi, Masakan Khas Bandung

Bagaimana dengan serabi? Makanan ini banyak penjualnya.  Para pedagang penganan ini memiliki kekhasan sendiri. Mereka membuatnya di penggorengan yang terbuat dari keramik. Kemudian dibakar di atas tungku dengan menggunakan suluh dari kayu.

Sekarang penganan ini rasanya lebih bervariasi. Tak hanya ber-topping oncom tapi bermacam-macam seperti rasa stroberi, rasa keju, rasa cokelat dan masih banyak lagi. Bahkan sebuah rumah makan di Bandung menawarkan 100 macam serabi.

Bandung juga punya soto, seperti Soto Bandung M. Tarya di Jalan Mohamad Ramdhan No. 85. Rumah makan soto ini sudah ada sejak 1955. Menu spesial di sini adalah soto campur ditambah perkedel kentang yang masih panas.  Ada juga soto Ojolali di Jalan Cibadak. Soto khas Bandung di sini kuahnya bening dengan potongan daging sapi, yang di dalamnya ada irisan lobak, taburan kacang kedelai, dan  daun kemangi.

Masih banyak masakan khas Bandung lainnya. Jika berkenan bisa disebutkan di kolom komentar di bawah ini. *