Categories
Kuliner

Kuliner di Jalan Alkateri, Jadi Buruan Wisatawan yang Datang ke Bandung

Kuliner di Jalan Alkateri menjadi pilihan bagi warga Bandung dan pelancong untuk memenuhi hasratnya. Mulai dari pagi hingga malam, tersedia kuliner lezat di jalan ini.

Kuliner di Jalan Alkateri tersedia lotek dan minuman hangat. Bahkan ada warung kopi yang melegenda di sana.

Kuliner di Jalan Alkateri berupa minuman hangat ada ronde. Ronde Alkateri sudah terkenal. Banyak orang Bandung dan luar kota yang sengaja datang ke ronde ini.

Ronde Alkatri ini buka setiap malam. Untuk mendapatkan minuman hangat ini pengunjung harus antre. Terutama pada akhir pekan dan hati libur.

Dekat Ronde Alkateri terdapat warung kopi. Warung kopi ini pun sudah ada sejak lama di Bandung. Namanya Warung Kopi Purnama.

Warung Kopi Purnama ini sudah ada sejak 1930. Pendirinya Yong A Thong, orang Medan yang hijrah ke Bandung sekitar abad ke-20.

Menu yang tersedia di Warung Purnama di antaranya roti selai srikaya, roti dadar ham sampai lumpia goreng, bubur ayam, gado-gado, bacang, nasi lengko, nasi ayam (chicken rice).

Adapun minuman yang tersedia di antaranya ada teh tubruk, kopi tubruk, kopi susu panas, es kopi susu, dan es kelapa muda.

Kopi yang disajikan di Warung Kopi Purnama merupakan Kopi Aroma yang pabriknya berada di Jalan Banceuy. Kopi Aroma juga sudah menjadi legenda bagi penggemar kopi.

Lotek, Kuliner di Jalan Alkateri

Lotek Alketeri jangan terlewatkan. Salad khas Jawa Barat ini berada dekat persimpangan Jalan Alkateri dan Jalan ABC. Jualannya di emperan toko di kawasan tersebut.

Yang unik dari lotek Alkateri adalah dalam penyajiannya dibubuhi daun pepaya dan daun pare (paria).

Kedua daun ini sangat jarang disajikan dalam lotek pada umumnya. Oleh karena itu lotek di sini rasanya pahit.

Jika penikmat lotek kalau tidak mau loteknya rasanya pahit, penyajiannya tidak dicampuri daun pare, atau pepaya.

Bumbu kacangnya juga sangat kental. Dalam pengulekannya, tidak menambahkan air.

Ciri khas lainnya dari lotek yang berdiri sejak 1980 ini adalah kemasannya yang dibungkus dalam kertas bungkus nasi yang dilapisi daun pisang. Bentuknya kerucut seperti corn es krim.

Categories
Kuliner

Di Buahbatu Berderet Penjual Kuliner Kelas Restoran dan PKL

TAK disangka-sangka, Jalan Buahbatu ternyata menyimpan pesona lain, yakni cita rasa  kuliner yang menggugah selera. Di sepanjang jalan yang pernah menjadi landasan  penerbangan pelarian orang Belanda ini, berderet restoran terkenal, dan pedagang kaki  lima berebut pembeli.

Tengok saja di depan Toserba Griya, semua macam kuliner hampir tersaji di sana.  Jejeran roda-roda yang memenuhi trotoar di sana menjadi favorit karyawan dan karyawati  yang bekerja di kawasan itu untuk santap siang. Setiap siang tenda roda di sana nyaris  penuh.

Pedagang Kuliner di Jalan Buahbatu
Pedagang kuliner di Jalan Buahbatu, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Para penjaja kuliner itu menjual berbagai jenis penganan yang unik dan beraneka rasa.  Mulai dari tahu bulat, tahu krispi, lontong kari, kupat tahu, cimol, batagor, sop  buah, jus, jamur krispi, dan masih banyak lagi. Semuanya menjajikan kelezatan tinggal  pilih saja.

Di Buahbatu juga terdapat tempat makanan yang menunya cukup komplet. Namanya Laboga  Signature. Di sini terdapat masakan-masakan Nusantara seperti mi godog Yogyakarta, mi  Aceh, ayam penyet, gudeg, sate, iga bakar, dan makanan yang lain. Kedai makanan ini  sebagian masih satu grup dengan Wong Solo.

Nyaris bersebrangan ada rumah makan Padang yang cukup terkenal di kawasan Buahbatu  yakni Rumah Makan Padang Bu Mus. Rumah makan ini sudah cukup lama berdiri di kawasan  ini. Seperti di rumah makan biasanya, pengunjung akan disuguhkan berbagai lauk dan  nasi hangat dalam piring kecil.

Selain rumah makan Padang, jangan lupa di Buahbatu juga ada restoran yang menawarkan  pesona Aceh. Makanan dan minuman khas Serambi Mekkah tersaji di sini dengan harga  terjangkau. Namanya Cie Rasa Loom, kata tersebut merupakan ajakan kembali kepada  pengunjung untuk balik lagi ke restoran tersebut. Yang paling terkenal menu di sini  adalah mi Aceh.

Pada pagi hari di sini ada pedagang kue basah. Tepatnya, mereka berdagang di halaman bekas super market. Orang Buahbatu yang pernah tinggal di sana pada 1980-an mengenalnya dengan sebutan Trina. Untuk mendapatkan kue basah di sini harus datang pagi-pagi karena siang sedikit para pedagang sudah membubarkan diri.

Di sepanjang Jalan Buahbatu pun terdapat restoran saji waralaba. Ada Pizza Hut di  persimpangan empat Buahbatu-Jalan Pelajar Pejuang-Jalan BKR, McDonald di dekat Laboga  Signature, KFC dekat Griya, dan Richeese Factory depan Bank Mandiri setelah belokan  Jalan Rajamantri Kulon.

Masih banyak lagi sebetulnya pedagang kuliner yang berjualan di jalan ini, seperti  tenda pecel lele, sea food, roti bakar, sate, dan masih banyak yang lainnya. Jika
penasaran, silakan buktikan. Jangan sampai kehabisan. *

Kuliner di Sepanjang Jalan Buahbatu

  • Pedagang kuliner di Depan Griya
  • Rumah Makan Padang Bu Mus
  • Cie Rasa Loom (Restoran Aceh)
  • McDonald
  • Pizza Hut
  • KFC
  • Richeese Factory
  • Pecel Lele
  • Ramen