Gudang Persediaan Cikudapateuh Milik PT KAI

PT KAI telah diketahui memiliki gedung-gedung tua. Gedung-gedung tersebut mendapatkan perawatan. Stasiun-stasiun misalnya sengaja tidak diubah tapi hanya direnovasi tanpa mengubah bentuk aslinya. Salah satunya yang tak banyak yang tahu adalah gudang persediaan Cikudapateuh. Gudang  ini namanya gudang persediaan Cikudapateuh tapi sebetulnya lokasinya tidak terlalu dekat Stasiun Cikudapateuh.

Gudang yang berada di Jalan Sukabumi ini  justru lahannya  yang terhampar  sangat luas menyambung ke gudang yang berada di daerah Kiaracondong.

Gudang tersebut kerap digunakan acara yang bernuansa masa lalu. Selain itu sering digunakan untuk pemotretan. Banyak spot-spot yang menarik untuk background sesi pemotreran.

Ke Gudang Persediaan Cikudapateuh Harus Ada Izin

Meski begitu untuk masuk ke kawasan ini tidak mudah. Pengunjung sebelumnya harus minta izin. Itu pun tak bisa mendadak tapi harus membuat surat dulu sebelum meminta izin.

Kalau pun mendadak petugas security yang menunggu akan melarang tamu yang akan berkunjung ke sana bila tanpa izin. Petugas akan bertanya secara detail  dan menanyakan surat izin.

Gudang bisa dikunjungi secara bebas kalau ada acara, seperti acara kuliner tahunan keuken di area gudang ini.

Selain gudang Cikudapateuh, PT KAI masih memiliki gedung-gedung tua lainnya yang masih terpelihara  seperti Kantor Pusat PT KAI di kawasan Viaduct. *

Stasiun Cikudapateuh, Stasiun Kecil yang Berada di Pusat Kota

STASIUN Cikudapateuh salah satu stasiun yang dekat dengan pusat kota. Berada di kawasan Kosambi (Jalan Ahmad Yani ) didatangi para penumpang kereta komuter. Bisa yang akan pulang ke Cicalengka, atau ke Padalarang.  Stasiun kecil ini berada di antara Stasiun Bandung dan Kiaracondong.

Stasiun ini melayani penumpang yang hendak menggunakan KRD Ekonomi Bandung Raya, KRD Patas AC, dan KRD Patas Bandung Raya, jurusan Cibatuan atau Bandung Raya. Penumpangnya datang dari berbagai kalangan, mulai  dari  para pelajar, mahasiswa, pedagang, dan pegawai.

Stasiun ini hanya memiliki 2 jalur dan tidak mempunyai kendali sinyal. Kendali sinyal berada di Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Operator stasiun kelas 3 ini adalah Daerah Operasi II Bandung.

Dulu Stasiun Cikudapateuh memiliki Jalur ke Ciwidey

Stasiun ini dulu mempunyai jalur cabang ke Ciwidey, Markas kavelari dan lain-lain. Namun  semuanya sudah tak aktif. Jalur KA Cikudapateuh-Ciwidey mulai diaktifkan
sejak 1923. Stasiun Ciwidey, yang berada di ketinggian +1106 meter, menjadi stasiun akhir untuk rute KA Cikudapateuh-Ciwidey.

Jalur ini merupakan jalur pertama yang menghubungkan Bandung Selatan ke pusat Kota Bandung. Jalur ini pun menjadi akses utama warga dari Ciwidey ke Kota Bandung.

Pada Juli 1972, terjadi peristiwa luar biasa, yakni kecelakaan rangkaian kereta yang mengangkut kayu rangkaian yang ditarik lokomotif seri BB di kampung Cukanghaur kecamatan Pasir Jambu. Dalam peristiwa itu diberitakan 3 orang tewas.

Kecelakaan ini membuat Perumka (PT Kereta Api Indonesia) berangsur-angsur  menyetop jalur tersebut. Alasan lainnya adalah jalur tersebut dianggap tidak menguntungkan.  Jalur ini mulai tidak aktif secara  resmi pada 1982.

Apakah PT KAI tertarik menghidupkan jalur Cikudapateuh-Ciwidey? Jika iya, kereta akan menjadi kendaraan alternatif menuju tempat wisata di Ciwidey. Bepergian dari  Bandung ke Ciwidey mengunakan mobil atau motor membutuhkan waktu tempuhnya sangat lama karena jalur ini kerap macet. *

Sumber: m.tribunnews.com, ridwanderful.wordpress.com