Pembuat Perahu Kayu di Tepian Citarum, Dijual untuk Mengangkut Pasir

pembuat perahu kayu
Pembuat perahu kayu di tepian Sungai Citarum. | Foto serbabandung.com

Di tepi Sungai Citarum ada keluarga yang menjadi pembuat perahu kayu

Lokasinya berada di Kampung Sindangsari, Desa Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Pembuat perahu kayu ini menyediakan perahu-perahu untuk keperluan warga di selanjang Sungai Citarum, mulai dari Sapan hingga Parunghalanh.

Harga yang dipatok mereka bervariasi. Untuk perahu yang ukurannya besar dibanderol Rp 7 juta.

Perahu besar ini biasanya digunakan untuk keperluan pengangkut pasir.

Menurut Rano (17), yang saat itu sedang mengerjakan perahu, perahu yang dibikinnya merupakan pesanan.

Mereka, kata Rano, tidak pernah membuat perahu untuk menyetok. Mereka baru mengerjakan perahu kalau sudah ada pesanan.

Adapun perahu berukuran kecil mereka jual Rp 3 juta. Perahu kecil tersebut biasanya digunakan untuk keperluan melintas saat banjir.

Pembuat Perahu Kayu Pesanan

Perahu buatan pembuat perahu kayu ini juga kerap dipesan Nanang (42). Nanang adalah operator perahu eretan di Parunghalang, Baleendah.

Nanang sejak zaman kakeknya selalu memesan perahu ke keluarga Rano.

“Kalau rusak langsung pesan ke sana,” kata Nanang di dermaga perahunya, Parunghalang, Baleendah, Kamis (31/12/2020).

Perahu eretan digunakan warga untuk menyeberang dari Parunghalang ke Desa Citepus atau sebaliknya.

Tarif pulang pergi perahu tersebut Rp 4.000. Jika sekali balikan berarti Rp 2.000.

Bagi Nanang menjadi operator perahu eretan bukan sekadar untuk mencari uang.

Pekerjaannya sebagai penarik perahu eretan lebih dari itu.

Dia ikut membantu warga menyebrang Sungai Citarum di Parunghalang RT 11/02, Desa Andir, Kecamatan Baleendah, ke kampung di seberang.

Pekerjaannya menarik perahu eretan merupakan warisan.

Perahu tersebut tadinya milik kakeknya.

Bersama adiknya Dadang, ia melanjutkan pekerjaan tersebut. Mereka menjalankannya setiap hari.

Nanang setiap hari menunggu penumpang di sebuah saung di tepi sungai.

Ketika ada penumpang dia beranjak ke perahunya mempersilakan penumpang menaiki perahu.

Penumpang tak perlu lama menunggu. Nanang tak pernah ngetem menunggu penumpang lain agar perahunya penuh.

Dia tetap menyebrangkan penumpang kendati hanya ada satu orang penumpang.

Perahu pun melaju di sungai yang rata-rata lebarnya 70 meteran ini mengantar dua perempuan.

Pelan sekali jalannya, tapi tak butuh waktu lama untuk menyebrang. Kurang dari dua menit perahu sampai ke seberang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *