Jembatan Cukang Monteng, Jembatan di Ibun yang Jadi Objek Wisata

CUKANG Monteng adalah jembatan yang berada di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Jembatan Cukang Monteng  berada di jalan lingkar Kamojang yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Garut. Bangunannya yang unik dan pemandangan di sekitarnya yang indah membuat jembatan ini mendapat perhatian warga untuk datang ke jembatan tersebut.

Jembatan Cukong Monteng didesain menyerupai Sydney Harbour Bridge Australia. Panjang jembatan sekitar 100 meter, tinggi 30 meter, dan lebar jalan 10 meter. Pembangunan Jalan Cukang Monteng memakan biaya lebih dari Rp 80 miliar. Jembatan ini sekarang lebih dikenal dengan sebutan Kamojang Hill Bridge

Cukang Monteng tidak hanya dilalui oleh warga Bandung yang hendak ke Garut atau sebaliknya. Jalan tembus ini menjadi akses masyarakat yang berprofesi sebagai petani untuk membawa hasil pertanian ke kota. Jalur ini pun menjadi alternatif jalur mudik bagi pemudik yang akan berlebaran ke selatan.

Jalan lingkar Monteng merupakan jalur alternatif terdekat ke tempat wisata Kawah Kamojang di kaki Gunung Guntur dari arah Bandung. Jaraknya hanya 27 km. Bandingkan dengan rute melewati jalur Nagreg ke Kabupaten Garut yang jaraknya mencapai 70 km. Berarti dari Bandung menuju ke Kawah Kamojang melalui Garut harus menempuh jarak kurang lebih 97 km.

Kamojang melalui rute Jembatan Cukang Monteng sekitar 18 km dari Alun-alun Majalaya. Kalau dari arah Bandung bisa menggunakan rute menuju Baleendah, Ciparay, Majalaya, kemudian ke Kecamatan Ibun. Jalannya juga relatif bagus. Lebih aman pilih waktu saat hari tidak hujan untuk menghindari kawasan banjir di Baleendah, Ciparay, dan Majalaya.

Jalur ke Jembatan Cukang Monteng

jembatan cukang monteng
Jembatan Cukang Monteng di Ibun, Kabupaten Bandung. | Foto desaku.bandungkab.go.id

Jalur melalui Jembatan Cukang Monteng pun membutuhkan kendaraan yang prima. Jalannya yang menanjang dan berkelok membutuhkan ketrampilan pengemudi mengendarai mobil atau sepeda motornya. Satu di antara tanjangan yang ada di sana ada yang kemiringannya mencapai 25 derajat.

Jalur wisata Bandung-Garut ini menjanjikan pesona alam. Satu di antaranya adalah Danau Ciharus. Danau ini berada di sekitar kawasan hutan koservasi Cagar Alam Kamojang di Desa Dukuh, Kecamatan Ibun. Ciharus memiliki sejarah. Danau ini merupakan tempat persembunyian Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pimpinan Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo. DI/TII adalah pemberontak yang mengancam keamanan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 1949-1962.

Pada 2018, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan Cukang Monteng “Kamojang Hill Bridge” di Kecamatan Ibun, dinobatkan sebagai jalan hijau Indonesia melalui penghargaan Green Road Rating Indonesia.

Untuk dapat disebut Jalan Hijau lanjutnya, proyek pembangunan jalan baru maupun lama harus memenuhi kriteria keberlanjutan yang dilihat dari aspek lingkungan, akses dan transit (transportasi masyarakat), pelaksanaan konstruksi, material dan sumber daya alam yang digunakan dan juga teknologi perkerasan.

Bahan Tulisan:

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.