Gelanggang Olahraga Pajajaran Kawah Penempa Atlet Jabar

GOR Pajajaran Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

SALAH satu gelanggang olahraga (GOR) yang ada di Kota Bandung adalah GOR Pajajaran. Orang Bandung menyebutnya Gelanggang Olahraga Pajajaran karena gedung ini terletak di Jalan Pajajaran. Dulunya sebelum menjadi GOR adalah kerkhof Kebon Jahe.

Gelanggang olahraga ini berdiri pada 1974 dengan kapasitas 2.500 orang. Kapasitas yang sedikit ini bila ada pertandingan yang menyedot pengunjung tidak bisa menampungnya. Dulu sebelum ada C-Tra Arena, Pajajaran dijadikan tempat pertandingan basket profesional. Saat itu kompetisinya masih bernama Kobatama. Kompetisi itu berlangsung pada 80-an.

Di sini hampir semua kegiatan olahraga berlangsung, mulai dari basket, voli, hingga olahraga bela diri. Pertandingan yang menjadi favorit adalah kompetisi bola voli. Apalagi jika yang bertandingnya adalah voli putri. Biasanya hampir semua tempat duduk terbuat dari tembok yang berbentuk seperti tangga penuh semua.

Selain digunakan untuk pertandingan olarjaga gedung ini juga sering digunakan untuk kepentingan lain. Menonton bareng pertandingan sepak bola misalnya. Kegiatan yang melibatkan banyak orang kini sering diadakan di sini. Selain itu pertemuan yang harus mengumpulkan banyak orang juga sering diadakan di sini.

Gelanggang olahraga ini bisa disebut saksi bisu perkembangan olahraga Jawa Barat, Bandung khususnya. Dari sinilah kerap lahir atlet-atlet tangguh, seperti atlet voli, basket, atau cabang olahraga lainnya. Gedung ini sering digunakan untuk menerpa atlet-atlet yang bergabung dalam pemusatan latihan. Baik skala daerah atau nasional.

Gelanggang Olahraga Pajajaran Dekat Gedung KONI

GOR Pajajaran Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Masih di kompleks GOR Pajajaran terdapat GOR lainnya yang ukurannya lebih kecil. Namanya GOR Sasakawa. Fungsinya sama dengan GOR Pajajaran, sering digunakan untuk pertandingan olahraga, dan juga tempat berlatih.

GOR ini tidak jauh dari Gedung KONI Jawa Barat. Di tengah kedua gedung tersebut terdapat lapangan olahraga, dan lintasan atletik. Yang menggunakan lapangan dan lintasan itu tidak hanya atlet-atlet profesional tapi juga warga biasa yang imgin berolahraga. Biasanya tempat ini penuh oleh warga yang berolahrga pada Sabtu dan Minggu di pagi hari.

Sekitar tahun 2000-an kawasan GOR Pajajaran mulai dikenal menjadi tempat kuliner murah meriah di pagi hari. Semua orang setelah berolahraga menyempatkan diri untuk mencicipi hidangan kaki lima yang berjejer di samping GOR Pajajaran. Harganya relatif murah, dan tentu saja rasanya sangat menggoda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *