BUDI masih setia menjual pita kaset meski penggemarnya sudah banyak berkurang. Warga Turangga, Kota Bandung, ini tetap menjajakan koleksi pita kasetnya di trotoar Jalan Balonggede dekat belokan Jalan Dewi Sartika. Rabu (13/2/2019) sore, sesekali calon pembeli mendatangi lapak Dia yang digelar beralaskan kotak karton di trotoar.

Budi menyadari itu. Bahkan, dia pun sadar, player untuk pita kaset sudah sulit ditemui. Dia pun menyediakan walkman untuk calon pembeli yang ingin mencoba kaset pilihannya. Walkman ini juga kata dia sudah agak rusak, sulit memutar pita kaset yang sudah berumur.

Dalam wikipedia disebutkan walkman adalah pemutar audio kaset portabel. Walkman mengubah kebiasaan mendengarkan musik, sehingga seseorang dapat mendengarkan musik di mana saja. Walkman dirilis pada 1979 dengan nama Walkman di Jepang, dan disebut Soundabout di negara seperti Amerika Serikat, Freestyle di Swedia, dan Stowaway di Inggris Raya.

Budi sudah dua tahun berjualan pita kaset di Jalan Dewi Sartika. Dia pun tahu para pendahulunya yang menjajakan kaset bekas di Bandung. Menurutnya ada beberapa tempat penjual kaset di Bandung, yakni di Astanaanyar dan Cihapit. Di setiap tempat, kata dia, harganya beragam.

Sebagai penjual pita kaset dia sangat hafal grup band atau penyanyi solo yang masih banyak dicari. Dia mencontohkan, penyanyi perempuan sangat sulit dijual. “Ini Mariah Carey, kasetmya nggak ada yang melirik. Nggak tahu kalau penyanyi cewek itu susah sekali menjualnya,” katanya di Jalan Balonggede, Rabu (13/2/2019).

budi penjual kaset bekas
Penjaul kaset di Jalan Dewi Sartika, Kota Bandung. | Foto serbabandung

Budi Juga Bentuk Komunitas

Yang unik Budi tak hanya berjualan, tapi membentuk komunitas penggemar atau pengoleksi kaset. Dia berkisah pada suatu hari bertemu gurunya waktu di SMP. Budi saat SMP bersekolah di SMP 28. Gurunya itu ternya sering membeli pita kaset untuk koleksi. “Akhirnya ngobrol-ngbrol. Senang bisa ketemu guru di SMP,” kata Budi.

Untuk mengumpulkan kaset-kaset yang dijual, Budi harus berburu ke penjual pita kaset di kawasan lainnya. Dia mengaku sering berbebelanja di Astanaanyar. Menurutnya pita kaset di sana masih bisa dijual kembali. Dia juga sering kedatangan orang yang ingin menjual kaset kepadanya.

Sedikit catatan, pita kaset ini adalah format media untuk memasarkan karya para pemusik. Pada 1970-1990-an, pita kaset atau compact cassette ini merupakan format media yang digunakan dalam industri musik selain piringan hitam, dan belakangan compact disc. Peredarannya sudah tidak ada lagi karena sejak 2000-an mulai tergeser oleh format mp3. Namun bagi pengoleksi kaset-kaset ini masih jadi buruan.

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.