Bandung Rancabuaya via Pangalengan, Silakan Jajal

Bandung Rancabuaya via Pangalengan
Jalan berkelok di rute Bandung Rancabuaya via Pangalengan terlihat dari tempat wisata Taman Langit. | Foto serbabandung.com.

Ini adalah tulisan bagian kedua mengenai rute Bandung Rancabuaya via Pangalengan.

Dalam tulisan mengenai rute Bandung Pangalengan via Rancabuaya sebelumnya dijelaskan, rute ini melewati tempat wisata menarik di Pangalengan.

Setelah melewati Pangalengan dan perkebunan teh, di sepanjang jalan akan melewati hutan dan perkampungan.

Bandung Rancabuaya via Pangalengan berlanjut dari perkebunan teh itu tinggal mengikuti jalan tersebut.

Tak ada persimpangan jalan yang besar, sehingga tidak membuat orang mejadi bingung.

Ikuti saja jalan itu, hingga akhirnya menemukan simpang tiga.

Yang lurus ke Cisewu yang bisa tembus juga ke Garut. Namun untuk ke Rancabuaya, ambil yang belok ke kanan.

Bandung Rancabuaya via Pangalengan Lewati Talegong

Nama kawasan simpang jalan tersebut adalah Talegong. Ada tulisan besar di alun-alun kota kecamatan ini. Talegong sudah masuk ke dalam kota Garut.

Nah, dari sini mulai terasa, perjalanan semaki berat. Tanjakan semakin banyak yang lumayan berat. Turunannya juga demikian.

Bila perut terasa lapar jangan risau, di sepanjang jalan ini banyak warung-warung penjual makanan.

Bahkan ada juga restoran yang khusus menjual masakan khas sunda.

Tak banyak persimpangan jalan di sini. Tinggal ikuti lurus saja. Jalannya nggak terlalu baik. Masih ada jalan yang bolong-bolong.

Hati-hati juga ada beberapa jembatan yang masih diperbaiki. Jalannya masih tanah.

Bahkan ada jembatan yang hanya cukup untuk satu mobil karena masih dalam proses perbaikan.

Di daerah Cisewu, biasanya perjalanan agak tesendat karena ada pasar. Parkir dan pedangan menjadikan jalan tersebut hanya bisa dilalui satu mobil saja.

Jika ada dua mobil yang berlawanan arah harus giliran. Dan biasanya ada “petugas swasta” yang mengaturnya.

Jalan semakin berkelok. Tanjakan dan turunan semakin naik turun. Tebing di tepi jalan pun makin sering terlewati.

Di beberapa tempat terdapat pelang yang memperingatkan kepada pengendara untuk berhati-hati karena kawasan itu rawan longsor.

Setelah melewati jalan yang agak ekstrem, ketika memasuki Kecamatan Caringin, belokan, tanjakan, dan turunan, semakin mudah dilewati.

Pantai pun mulai bisa terlihat dari jalan ketika jarak tinggal 1 atau 3 km lagi. Deburan ombak mengikis garis pantai yang terlihat seperti menggantikan lelah selama di perjalanan.

Tiba di simpang empat, kendaraan arahkan ke jalan yang lurus. Arah yang kiri adalah jalan menuju ke Santolo.

Sabaliknya yang ke kanan adalah jalan menuju ke pantai selatan di Cianjur, seperi Pantai Jayanti dan Cidaun.

Setelah melewati simpang empat itu, sampailah ke kawasan pantai Rancabuaya. Untuk menikmati pantai itu, seorang harus membayar Rp 7.500.

Rekomendasi

  • Kendaraan harus prima, periksa rem, ban, kupling, dan kelengkapan lainnya.
  • Pengendara harus berpengalaman
  • Perjalanan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau siang hari
  • Isi bensin full sebelum melakukan perjalanan

Ada yang mau mencoba rute ini? Tinggalkan komentar ada di bawah ini untuk berbagi pengalaman dengan yang lain.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *