Gunung Artapela, Surga Buat Wisatawan di Kawasan Kertasari

Gunung Artapela adalah nama gunung yang mulai nge-hits di antara para pendaki. Berada di ketinggian 2.194 mdpl, Artapela merupakan gunung tropis yang sudah tidak aktif lagi. Lokasinya berada di Kertasari berbatasan dengan Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Untuk ke gunung ini bisa ditempuh dari Pangalengan. Namun rute termudah, jika dari Bandung, bisa lewat Jalan Buahbatu, terus melewati Bojongsoang, dan Baleendah. Tiba di persimpangan Beleendah belok kiri ke arah Ciparay.

Perjalanan berlanjut menyusuri Jalan Siliwangi, kemudian Jalan Laswi. Sebelum Alun-alun Ciparay dekat Masjid Agung Ciparay belok kanan ke jalan ke arah Sukapura, Pacet. Dari Ciparay, Sukapura jaraknya kira-kira 17 Km.

Setelah tiba di Sukapura akan menemukan pertigaan yang salah satunya menuju Kampung Argasari. Pos Pendakian Artapela terdapat di Kampung Argasari RT. 001 RW. 014 Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Gunung Artapela memiliki pemandangan indah, cuaca sejuk, dan kabut yang seolah tak mau pergi di sekitar gunung. Keindahan itu menjadikan tempat ini digemari para pecinta alam. Dari sini juga pengunjung bisa menikmati momen matahari terbit dan tenggelam.

Dua Jalur Pendakian ke Puncak Gunung Artapela

Bagi yang hobi trekking, perjalanan menuju puncak Gunung Artapela merupakan sebuah pillihan. Ada dua jalur untuk menuju ke puncak gunung, yakni jalur Seven Field (kebun 7) dan melalui Datar Jamuju. Jalur seven field menanjak sedangkan jalur Jamuju relatif lebih landai.

Di perjalanan, pendaki bisa menyaksikan perkebunan sayuran seperti wortel. Pendakian ke puncak Artapela tidak seperti mendaki ke gunung-gunung lain yang harus menelusuri hutan, di sini malah bisa menyaksikan para petani yang tengah mengurusi tanaman di kebunnya.

Untuk menikmati kawasan ini, wisatawan harus membayar Rp. 5.000/orang. Adapun untuk parkir sepeda motor Rp. 5.000/malam dan roda empat Rp. 15.000/malam. Kawasan ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00. Di kawasan ini pun pengunjung bisa berkemping dengan terlebih dahulu mengisi formulir registrasi dan perijinan di pos.

Foto dan bahan tulisan mengenai Gunung Artapela diambil dari  http://tempatwisatadibandung.info/ 
dan https://travel.detik.com/

Objek Wisata di Pangalengan Bandung yang Mempesona dan Bersejarah

Banyak sekali objek wisata di Pangalengan Bandung yang layak dikunjungi. Berada di  dataran tinggi, kawasan ini menjanjikan keindahan alam. Ada gunung, lembah, perkebun  teh, situ atau danau, sungai, dan lain-lain.

Pangalengan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung. Dari Bandung jaraknya sekira 45 km. Jika menggunakan kendaraan pribadi dan arus lalu lintas dalam keadaan normal bisa ditempuh dalam 2 jam saja. Kawasan ini berada di selatan Bandung ke arah Banjaran.

Objek wisata di Pangalengan Bandung yang paling terkenal adalah Situ (danau) Cileunca. Situ Cilenca ini tepatnya berada di Warnasari, Pangalengan, Bandung. Cileunca adalah situ buatan yang berada di ketinggian 1.100 DPL (di atas permukaan laut).

Situ Cileunca memiliki luas sekira 1.400 hektare. Kedalaman danaunya mencapai 17 meter. Airnya berasal dari Sungai Palayangan. Danau ini dibuat sekitar 1918. Sebelumnya lahan untuk danau ini merupakan hutan belantara. Situ berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, termasuk untuk menggerakkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Objek Wisata di Pangalengan Bandung
Perkebunan teh milik PTPN VIII Malabar, Pangalengan. | Foto serbabandung.com

Objek wisata di Pangalengan Bandung adalah perkebunan teh Malabar. Keindahan perkebunan teh ini tidak kalah mempesona dari perkebunan teh Rancabali yang berada di kawasan Ciwideuy, Kabupaten Bandung.

Perkebunan teh Malabar yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusanatara (PT PN) VIII ini berada di ketinggian 1.550 m di atas permukaan laut dengan suhu 16-26 derajat celsius. Kebun teh Malabar luasnya 2.022 hektare. Perkebunan ini masih berjarak 10 km lagi dari arah pasar Pangalengan.

Objek Wisata di Pangalengan Bandung Bernuansa Sejarah

Objek wisata di Pangalengan Bandung yang bernuansa sejarah masih berada di kawasan perkebunan teh. Di sana terdapat makam dan rumah peninggalan K.A.R Bosscha. Bosscha adalah pendiri Perkebunan Teh Malabar pada Agustus 1896.

Bosscha berperan dalam membangun gedung bersejarah di Bandung, di antaranya Societeit Concordia (Gedung Merdeka), Observatorium Bosscha, dan Technische Hoogeschool (Institut Teknologi Bandung). Rumah Bosscha oleh PT Perkebunan Nusanatara (PT PN) VIII dijadikan guest house.

Pengalengan juga terkenal dengan produksi susu sapinya. Lewat Koperasi Peternak Bandung Selatan, susu ini menyebar ke mana-mana. Warga di sana juga memproduksi makanan berbahan susu yang bisa dijadikan oleh-oleh. *