Categories
Wisata

Point Cukul, Kawasan Indah di Pangalengan Tempat Melihat Sunrise

Pangalengan memang penuh pesona. Hamparan pohon teh dan situ yang terdapat di sana menjadi daya tarik para pelancong. Satu di antaranya yang jangan terlewatkan adalah Point Cukul.

Kawasan Point Cukul merupakan perkebunan teh milik PTPN VIII. Dan dikelola oleh pemkab dan warga setempat untuk dijadikan tempat wisata.

Di Point Cukul, para pelancong bisa melepas lelah sambil menghirup udara sejuk di antara hijaunya perkebunan teh.

Tempat yang menjadi tujuan utama para wisatawan adalah sebuah bukit yang orang-orang menyebutnya Bukit Cukul.

Bukit Cukul atau Point Cukul berada di Jalan Cukul, Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Lokasinya berada di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan air laut, kaki Gunung Malabar.

Dari sana para wisatawan bisa memandangi keindahan hijaunya perkebunan teh di kawasan Cukul Pangalengan.

Kabut putih yang menyelimuti perkebunan teh yang enggan beranjak pun menjadi pesona tersendiri.

Keindahan alam yang bisa terlihat di Bukit Cukul adalah matahari terbit.

Wisatawan sebaiknya datang subuh sebelum matahari terbit sudah berada di sana. Waktu yang tepat datang ke lokasi adalah pukul 05.00 WIB.

Pengunjung bisa menyaksikan itu semua di rumah pohon yang telah disediakan oleh penglola. Rumah pohon tersebut bisa juga digunakan wisatawan untuk berfoto.

Selain bukit, sebuah situ (danau) menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Lokasi situ berada di tepi Jalan Cukul.

Ada Villa di Point Cukul

Di sekitarnya dikelilingi perkebunan teh dan tak jauh dari situ itu terdapat penginapan, yakni Villa Cukul Pangalengan.

Villa Cukul Pangalengan adalah hal menarik lainnya yang ada di Cukul. Berdesain arsitektur Eropa sangat sehingga banyak yang menyebut vila ini Vila Jerman.

Vila Jerman berada di atas bukit kecil dan dikelilingi danau. Pemilik vila ini adalah Perusahaan Teh Sosro. Vila ini pernah dipugar setelah hancur akibat gempa bumi pada 2009.

Point Cukul berada beberapa kilometer dari Pangalengan ke arah Situ Cileunca. Dari Situ Cileunca masih harus menempuh sikitar 30 menitan.

Untuk bisa menikmati semua keindahan dan fasilitas wisata yang tersedia pengunjung harus membayar Rp. 10.000.

Categories
Wisata

Wayang Windu Panenjoan, Wisata Alam di Tengah Hamparan Kebun Teh

Wayang Windu Panenjoan merupakan tempat wisata di Pangalengan. Tempat wisata ini menawarkan eksotisme pemandangan pegunungan dan perkebunan teh.

Wayang Windu Panenjoan berada dekat Gunung Wayang dan Gunung Windu. Gunung Wayang merupakan gunung berapi kembar.

Kedua gunung itu terletak di sebelah timur kota Pangalengan. Sekitar 40 km sebelah selatan dari Kota Bandung.

Kawasan ini menjadi proyek panas bumi aktif.
Gunung Wayang memiliki kawah bulan sabit dengan 750 m yang memegang empat kelompok fumarol. Gunung Windu memiliki kawah dengan lebar 350 m.

Pemandangan yang eksotis biasanya bisa diperoleh wisatawan ketika awan berada di bawah kawasan perkebunan teh ini.

Wayang Windu Panenjoan berada di puncak pegunungan dengan ketinggian 1.800 meter di atas permukaan air laut, sehingga pemandangan itu bisa saja terjadi.

Di beberapa spot Wayang Windu, wisatawan juga disuguhi pemandangan indah kota kecamatan, Pangalengan, dari atas ketinggian.

Yang unik lainnya yang bisa diperoleh di Wayang Windu adalah spot tempat melihat sunset di kawasan Bandung.

Sunset di kawasan ini sangat sangat indah dengan becakground hamparan hijau kebun teh dan kabut putih.

Pengunjung yang datang ke sini harus menbayar Rp 10.000. Di sana terdapat fasilitas yang menarik yang telah disediakan oleh penglolanya.

Ada sarana hiking yang cocok bagi pecinta alam. Pengunjung harus berjalan kaki dari tempat parkir kendaraan ke lokasi.

Wayang Windu Panenjoan di Pangalengan

Terdapat wahana jembatan yang berada di tengah-tengah perkebunan teh. Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakangan hampatan pohon teh yang terlihat hijau.

Jembatan itu memiliki panjangnya sekitar 100 meter. Tempat berjalan-jalan pengunjung itu terbuat dari kayu pohon pinus.

Sudah pasti pengunjung bisa menikmati hawa udara yang sangat dingin pada malam hari dan sejuk saat siang hari.

Ada juga saung beratap segitiga yang terbuat dari kayu. Di sana pengunjung bisa bersantai setelah lelah berjalan-jalan.

Di rumah – rumah kayu tersebut tersedia bantal – bantal empuk untuk para pengunjung.

Pengelola Wayang Windu Panenjoan juga menyediakan menara tinggi yang terbuat dari kayu. Dari menara, pengunjung bisa menyaksikan lebih jelas keindahan hamparan kebun teh.

Bagi yang suka gowes terdapat trek sepeda. Trek sepeda di Wayang Windu jalurnya membelah hamparan perkebunan teh yang panjangnya mencapai 15 kilometer.

Categories
Wisata

Gunung Artapela, Surga Buat Wisatawan di Kawasan Kertasari

Gunung Artapela adalah nama gunung yang mulai nge-hits di antara para pendaki. Berada di ketinggian 2.194 mdpl, Artapela merupakan gunung tropis yang sudah tidak aktif lagi. Lokasinya berada di Kertasari berbatasan dengan Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Untuk ke gunung ini bisa ditempuh dari Pangalengan. Namun rute termudah, jika dari Bandung, bisa lewat Jalan Buahbatu, terus melewati Bojongsoang, dan Baleendah. Tiba di persimpangan Beleendah belok kiri ke arah Ciparay.

Perjalanan berlanjut menyusuri Jalan Siliwangi, kemudian Jalan Laswi. Sebelum Alun-alun Ciparay dekat Masjid Agung Ciparay belok kanan ke jalan ke arah Sukapura, Pacet. Dari Ciparay, Sukapura jaraknya kira-kira 17 Km.

Setelah tiba di Sukapura akan menemukan pertigaan yang salah satunya menuju Kampung Argasari. Pos Pendakian Artapela terdapat di Kampung Argasari RT. 001 RW. 014 Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Gunung Artapela memiliki pemandangan indah, cuaca sejuk, dan kabut yang seolah tak mau pergi di sekitar gunung. Keindahan itu menjadikan tempat ini digemari para pecinta alam. Dari sini juga pengunjung bisa menikmati momen matahari terbit dan tenggelam.

Dua Jalur Pendakian ke Puncak Gunung Artapela

Bagi yang hobi trekking, perjalanan menuju puncak Gunung Artapela merupakan sebuah pillihan. Ada dua jalur untuk menuju ke puncak gunung, yakni jalur Seven Field (kebun 7) dan melalui Datar Jamuju. Jalur seven field menanjak sedangkan jalur Jamuju relatif lebih landai.

Di perjalanan, pendaki bisa menyaksikan perkebunan sayuran seperti wortel. Pendakian ke puncak Artapela tidak seperti mendaki ke gunung-gunung lain yang harus menelusuri hutan, di sini malah bisa menyaksikan para petani yang tengah mengurusi tanaman di kebunnya.

Untuk menikmati kawasan ini, wisatawan harus membayar Rp. 5.000/orang. Adapun untuk parkir sepeda motor Rp. 5.000/malam dan roda empat Rp. 15.000/malam. Kawasan ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00. Di kawasan ini pun pengunjung bisa berkemping dengan terlebih dahulu mengisi formulir registrasi dan perijinan di pos.

Foto dan bahan tulisan mengenai Gunung Artapela diambil dari  http://tempatwisatadibandung.info/ 
dan https://travel.detik.com/

Categories
Wisata

Objek Wisata di Pangalengan Bandung yang Mempesona dan Bersejarah

Banyak sekali objek wisata di Pangalengan Bandung yang layak dikunjungi. Berada di  dataran tinggi, kawasan ini menjanjikan keindahan alam. Ada gunung, lembah, perkebun  teh, situ atau danau, sungai, dan lain-lain.

Pangalengan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung. Dari Bandung jaraknya sekira 45 km. Jika menggunakan kendaraan pribadi dan arus lalu lintas dalam keadaan normal bisa ditempuh dalam 2 jam saja. Kawasan ini berada di selatan Bandung ke arah Banjaran.

Objek wisata di Pangalengan Bandung yang paling terkenal adalah Situ (danau) Cileunca. Situ Cilenca ini tepatnya berada di Warnasari, Pangalengan, Bandung. Cileunca adalah situ buatan yang berada di ketinggian 1.100 DPL (di atas permukaan laut).

Situ Cileunca memiliki luas sekira 1.400 hektare. Kedalaman danaunya mencapai 17 meter. Airnya berasal dari Sungai Palayangan. Danau ini dibuat sekitar 1918. Sebelumnya lahan untuk danau ini merupakan hutan belantara. Situ berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, termasuk untuk menggerakkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Objek Wisata di Pangalengan Bandung
Perkebunan teh milik PTPN VIII Malabar, Pangalengan. | Foto serbabandung.com

Objek wisata di Pangalengan Bandung adalah perkebunan teh Malabar. Keindahan perkebunan teh ini tidak kalah mempesona dari perkebunan teh Rancabali yang berada di kawasan Ciwideuy, Kabupaten Bandung.

Perkebunan teh Malabar yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusanatara (PT PN) VIII ini berada di ketinggian 1.550 m di atas permukaan laut dengan suhu 16-26 derajat celsius. Kebun teh Malabar luasnya 2.022 hektare. Perkebunan ini masih berjarak 10 km lagi dari arah pasar Pangalengan.

Objek Wisata di Pangalengan Bandung Bernuansa Sejarah

Objek wisata di Pangalengan Bandung yang bernuansa sejarah masih berada di kawasan perkebunan teh. Di sana terdapat makam dan rumah peninggalan K.A.R Bosscha. Bosscha adalah pendiri Perkebunan Teh Malabar pada Agustus 1896.

Bosscha berperan dalam membangun gedung bersejarah di Bandung, di antaranya Societeit Concordia (Gedung Merdeka), Observatorium Bosscha, dan Technische Hoogeschool (Institut Teknologi Bandung). Rumah Bosscha oleh PT Perkebunan Nusanatara (PT PN) VIII dijadikan guest house.

Pengalengan juga terkenal dengan produksi susu sapinya. Lewat Koperasi Peternak Bandung Selatan, susu ini menyebar ke mana-mana. Warga di sana juga memproduksi makanan berbahan susu yang bisa dijadikan oleh-oleh. *