Nasi Goreng Enak di Jalan Saad Bandung

BAGI Agus (32) menjadi pedagang nasi goreng sudah mendarah daging. Dia mulai menjajakan makanan khas Indonesia ini sejak berusia 15 tahun. Dia meninggalkan kota kelahirannya Cirebon untuk mengadu nasib di Kota Bandung.

Agus memulai usahanya itu dengan mendorong rodanya berkeliling. Saat itu, kenang Agus, harga satu porsi nasi goreng harga Rp 1.500.  Sekarang harga satu porsi makanan ini  rata-rata Rp 10.000.  Dia terus berkeliling sebelum mendapatkan tempat yang cocok untuk berdagang di satu tempat.

Berkeliling selama dua tahun tak membuat Agus kapok. Dia terus menjaring pedagang di jalan- jalan di sekitar kawasan Naripan. Akhirnya Agus merasa mendapatkan tempat yang cocok. Agus memilih Jalan Saad untuk berdagang nasi goreng.

Nasi goreng Jalan Saad Bandung | Foto serbabandung.com
Nasi goreng Jalan Saad Bandung | Foto serbabandung.com

“Ya akhirnya menetap di sini. Saya berdagang di sini sudah kira-kira lima belas tahun. Sudah lama sekali,” kata Agus sambil membuat nasi untuk pembeli di tempat dagangnya, Jalan Saad, Kota Bandung, Sabtu (9/5/2015) malam.

Malam itu banyak pembeli yang harus bersabar menunggu giliran dilayani Agus. Tidak hanya yang memesan nasi goreng, tapi ada juga yang memesan mi rebus, cap cay, atau mi goreng. Agus melayani dengan sabar. Kadang dia juga bertanya pada pembeli, “Pedas, sedang, atau jangan pedas?”

Agus Menjual Nasi Goreng Tidak Sendirian

Ada yang unik ketika membeli nasi goreng Jalan Saad ini. Bagi yang baru pertama kali ke sana pasti kaget melihat Agus melemparkan nasi dari jarak satu meteran ke dalam katel. Nasi yang berada di belakang roda ini diambil Agus kemudian dilemparnya ke arah katel tanpa tumpah satu nasi pun.

Pembeli yang terbiasa melihat adegan itu hanya akan tersenyum. Paling ada yang berkomentar, “Kade ah Kang bahe (Awas Kang tumpah).” Menanggapi itu Agus hanya tersenyum dan kembali memegang serok menggoreng nasi yang sudah berada di katel. Agus berdagang nasi mulai petang hingga dini hari, atau sehabis bahan yang dibawanya.

Menurut Agus, dia berdagang tidak sendirian. Kakaknya juga sama-sama berdagang nasi goreng, namun lokasi rodanya berbeda. Kakak Agus menjajakan dagangannya setiap malan di perempatan Jalan Naripan-Tamblong di depan Bio Test. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.