Tempat Belanja di Bandung, Mau Pilih di FO atau Distro

Tempat belanja di Bandung banyak pilihannya terutama pakaian, celana, dan aksesorinya. Sebut saja Factory Outlet yamng berjejer di Jalan Martadinata (Riau), atau di distro di Jalan Sultan Agung misalnya. Distro juga ada di Parhyangan Plaza di Jalan Dalem Kaum Bandung.

Belum lagi sentra-sentra industri seperti di Cigondewah dan di Binong semakin memperkaya tempat belanja di Bandung. Kedua tempat itu merupakan sentra-sentra yang menawarkan bahan dan barang jadi. Di Cigondewah ada sentra kain sedangkan di Binong, Jalan Gatot Subroto merupakan sentra rajut.

Heritage adalah factory outlet favorit. FO ini merupakan pelopor FO di Bandung dan menjadi market leader dalam bisnis fashion factory outlet di kota ini. FO ini berada di Jalan Martadinata (Riau) No 63.

tempat belanja di Bandung
Parahyangan Plaza, salah satu tempat belanja di Bandung. | Foto serbabandung.com

The Secret Factory Outlet juga merupakan pilihan untuk berbelanja di Jalan Martadinata. The Secret memberikan banyak pilihan pada pengunjungnya. Koleksi jinsnya tersedia dari berbagai merek, salah satunya skinny jeans.

Factory outlet Jalan Riau Bandung yang berada di samping Kantor POS namanya Stamp Factory Outlet. FO ini menyediakan aneka tas, sepatu, dan aksesori lainnya. FO ini terlihat unik karena pintu masuknya berupa segitiga yang bertuliskan Stamp di atasnya.

Jalan Sultan Agung Pilihan Tempat Belanja di Bandung

Jika ingin berbelanja di Distro, pilihannya Jalan Sultan Agung. Di sini banyak berdiri distro-distro yang menawarkan clothing pilihan. Di sini ada Ouval Research. Lokasinya ada di Jalan Sultan Agung Nomor 3A-B. Kemudian Nomtrademark yang berada di samping Ouval Research. Kalau Blankwear yang buka pukul 09.00 hingga 21.00 WIB berada di Jalan Sultan Agung Nomor 5.

Distro lain di kawasan Sultan Agung ada Gummo. Distro ini masih satu grup dengan Ouval research. Di ujung jalan ini ada Bloods. Tepatnya di Jalan Sultan Agung Nomor 25. Distro lainnya ada Flashy. Distro ini menawarkan kebutuhan wanita, seperti t-shirt dan tas hadir.

Belanja clothing juga bisa dilakukan di Parahyangan. Saat ini menurut data plazaparahyangan.com sudah ada 450 pedagang distro berkumpul di satu gedung, mulai dari lantai dasar hingga lantai 4.

Parahyangan menjadi incaran para pengusaha distro di seluruh Indonesia, seperti dari Bali, Jakarta, Makasar, dan wilayah lainnya di Indonesia. Mereka membeli clothing baik eceran maupun borongan di sini.

 

 

Distro di Bandung Jual Pakaian Eksklusif

SOAL inovasi selalu Kota Bandung yang menjadi pionir. Pakaian misalnya. Produk clothing awalnya muncul dari kota ini.  Produk yang menawarkan kekinian ini menjadi incaran para pemburu fashion. Clothing-clothing inilah yang mendorong bermunculannya distro di kota ini. Distro sendiri merupakan singkatan dari distribution outlet.

Distro adalah toko yang menjual pakaian dan aksesori yang dititipkan oleh pembuat pakaian, atau diproduksi sendiri atau biasa disebut produk clothing. Produk clothing biasanya merupakan barang-barang indie, bisa home industri, dan  memproduksi barang-barang terbatas untuk mempertahankan segi eksiklusivitas.

Distro Screamous Jalan Sultan Agung No. 9 Bandung. | Foto screamous.com
Distro Screamous
Jalan Sultan Agung No. 9 Bandung. | Foto screamous.com

Warga Bandung mulai mengenal gerai ini  pada pertengahan 1990-an. Saat itu band-band independen (Indie) di Bandung mencoba tidak hanya menjual cd/kaset produk mereka sendiri, tapi juga menjual kaus, stiker, mug, dan pernak-pernik lainnya. Selain dijual di tempat pertunjukan, mereka juga membuka “toko” di rumah atau di markas mereka. Di sana mereka membuat atalase dan rak untuk menjajakan barang-barangnya.

Tak hanya komunitas musik, komunitas lain seperti komunitas punk dan skateboard juga membuat  toko-toko kecil untuk menjual pakaian dan aksesori mereka. Gerai  ini pun semakin  berkembang. Wikipedia mencatat pada 2007 diperkirakan ada sekitar 700 unit usaha distro di Indonesia, dan 300 di antaranya ada di Bandung.

Di laman sebandung.com disebutkan sejarah distro dan clothing bermula dari kreativitas sebuah studio musik “Reverse” yang berlokasi di Jalan Sukasenang, Kota Bandung. Selain memberikan jasa penyewaan alat musik di studio musik, Reverse juga menjual pernak-pernik impor, seperti poster, artwork, topi, dan sebagainya.

Pada 1998, usaha Reverse mengalami hambatan serius. Krisis moneter tidak memungkinkan Reverse menjual barang-barang impor karena dolar melambung tinggi. Pendiri Reverse, Helvi, Marin, dan Dxxxt tak kehabisan akal. Mereka kemudian sepakat mendirikan clothing yang diberi nama Airplane.

Peminat Airplane terus bertambah. Bisnis ini kian meroket. Airplane menjadi inspirasi para kawula muda. Mereka  tertarik mengembangkan bisnis yang sama. Dari tangan anak-anak muda itulah lahirlah beraneka nama clothing dan distro di Bandung, dan bahkan merambah kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Salah satu pusat Distro di Kota Bandung adalah Plaza Parahyangan. Menurut data plazaparahyangan.com sudah ada 450 gerai  berkumpul di satu gedung, mulai dari lantai dasar hingga lantai 4. Distro-distro di Parahyangan  menjadi incaran para pengusaha di seluruh Indonesia, seperti dari Bali, Jakarta, Makasar, dan wilayah lainnya di Indonesia. *

Sumber: sebandung.com/2015/03/yuk-simak-sejarah-distro-dan-clothing-di-kota-bandung/
sebandung.com/2015/04/5-distro-di-bandung-sebagai-destinasi-wisata-belanja/
id.wikipedia.org/wiki/Distro_%28pakaian%29

Distro di Kota Bandung

Screamous
Jl. Sultan Agung No. 9 Bandung 40115 Telp (022) 426-81-16.

Black Jack
Jl. Trunojoyo No. 34 Bandung Telp  (022) 707-41121.

UNKL347
Jl.  Trunojoyo No. 4 Bandung
@unkl347
Pin BBM di 5369c271
Line unkl347online
Whatsapp di 0878-2345-3347.

Greenlight
Jl. Dipenogoro  No. 26 Citarum Bandung
Website resmi thisisgreenlight.com

Deadhearzt For Life
Jl.Bahureksa No.1 Trunojoyo Bandung

Plaza Parahyangan
Jalan Dalem Kaum Bandung