Stilasi Bandung Lautan Api yang Tersebar di Sudut Pusat Kota

ADA 10 tempat di Kota Bandung yang menjadi saksi bisu peristiwa perjuangan di Bandung. Tempat-tempat itu ditandai stilasi atau monumen mini yang didesain oleh seniman kenamaan Bandung, Sunaryo yang diinisiasi oleh Bandung Heritage pada 1997. Stilasi-stilasi tersebut berada di kawasan mulai Dago hingga Jalan Mohammad Toha.

Stilasi yang di Dago berada di persimpangan Jalan Ir H Juanda dan Jalan Sultan Agung. Depan Kantor Bank BTPN atau Gedung De Driekleur. Gedung ini dibangun pada 1938. Dulunya merupakan kantor berita Jepang, Domei. Di tempat inilah untuk pertama kalinya warga Bandung membacakan teks proklamasi.

Stilasi kedua berada dekat Gedung bank bjb di Jalan Braga. Di gedung yang dulu bernama Gedung Denis ini pernah terjadi peristiwa heroik. Pada Oktober 1945, Moeljono dan E. Karmas naik ke atas gedung untuk merobek bendera Belanda.

stilasi
Stilasi Bandung Lautan Api di Jalan Asia Afrika depan Gedung Jiwas Raya, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com

Berlanjut ke Jalan Asia Afrika. Di depan Gedung Asuransi Jiwasraya terdapat stilasi ke 3. Dulu, di gedung yang dibangun pada 1922 merupakan markas resimen 8. Berdasarkan kesaksian Kol. TNI H. Daeng Kosasih Ardiwinata, pada 13 Oktober 1945, pimpinan TKR pernah menggelar rapat di gedung disebutnya Gedung NILMIJ. Daeng merupakan anggota Resimen 8 yang pernah ditempatkan di Panjalu dan Pangalengan.

Monumen mini  keempat berada di depan rumah Jalan Simpang No 10, RW 02 Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol. Di rumah inilah dirumuskan dan diambilnya keputusan pembumihangusan kota Bandung. Perintah untuk meninggalkan kota Bandung pun dikomandoi dari rumah ini. Rumah tersebut kini dijadikan tempat tinggal dan masih dalam bentuk aslinya.

Tak jauh dari sana, masih satu RW, ada monumen mini  di persimpangan Jalan Oto Iskandardinata-Jalan Kautamaan Istri. Stilasi berada di sebuah taman kecil di samping gardu listrik.

Stilasi di Jalan Dewi Sartika

Kemudian di Jalan Dewi Sartika, monumen mini dibangun dekat rumah bekas markas komando Divisi III Siliwangi pimpinan Kolonel A.H. Nasution. Namun rumah tersebut kini sudah dibongkar. Tempat ini dulunya bernama Regentsweg.

Monumen mini ke-7, berada di persimpangan Jalan Lengkong Tengah dan Jl Lengkong Dalam. Tempat ini merupakan tempat tinggal indo Belanda.

Monumen mini ke-8 berada di Jalan Jembatan Baru. Jembatan ini merupakan salah satu garis pertahanan pejuang saat terjadi pertempuran Lengkong.

Stilasi ke-9 berada di SD ASMI, Jalan Asmi. Bangunan utama SD tidak banyak mengalami perubahan. Dulu, gedung ini merupakan markas pemuda pejuang, PESINDO dan BBRI sebelum terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api.

Monumen mini ke-10 berada di Jalan Mohammad Toha depan sebuah gereja. Dulu, gereja ini adalah gedung pemancar NIROM yang menyebarluaskan proklamasi kemerdekaan ke seluruh Indonesia dan dunia.

Sumber: detik.com yang mengambil dari Bandung Heritage

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.