Sepatu Roda, Sirkuit yang Berstandar Internasional Ada di Saparua

DI Bandung hanya ada satu sirkuit sepatu roda yang berstandar Internasional, yakni di Kompleks Olahraga Saparua, Jalan Saparua. Itu pun karena pada 2016, Jawa Barat menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 sehingga sirkuit yang sudah ada tersebut harus direnovasi. Lintasan yang tadinya terbuat dari aspal diganti menjadi beton sesuai standar internasional.

Sirkuit  tersebut sering digunakan untuk perlombaan even daerah dan nasional. Sebelum PON 2016, sirkuit ini pun pernah menjadi tuan rumah Porda Jabar XI 2010. Sebelum Porda pun lintasan ini sempat direnovasi dan lintasannya menggunakan aspal.

Untungnya renovasi sirkuit ini tidak sia-sia karena tim Jawa Barat prestasinya tidak buruk pada pentas PON XIX 2016 tersebut. Asmi Al Giffari Jayadi cs berhasil merebut 5 medali emas dan 3 perunggu. DKI Jakarta menajadi juara umum cabang olahraga ini dengan merebut 6 medali emas, 6 perak, dan 1 perunggu.

Sirkuit sepatu roda ini tak pernah mengangur meski tak sedang digunakan untuk even nasional atau daerah. Klub-klub sepatu roda di Kota Bandung biasanya memanfaatkan lintasan tersebut untuk berlatih. Terutama pada sore hari, pukul 15.00-18.00.

Atlet berlatih di sirkuit sepatu roda di Saparua, Bandung.

Sebuah klub sepatu roda Balance Inline Skate Academy yang terbilang besar di Bandung biasanya berlatih di sirkuit ini pada  Sabtu  09.00-12.00 dan Minggu 09.00 WIB – 12.00.  Anggota klub ini terdiri dari anak-anak sekitar 4 tahun hingga usia 15 tahun dengan ditangani pelatih berpengalaman.

Klub lain yang memanfaatkan sirkuit ini adalah B-Blades Inline Skate Club Bandung.  Mereka berlatih di sini pada Rabu pukul 16.00 serta Sabtu dan Minggu pukul 08.00. Bagi yang ingin menjadi anggota bisa langsung daftar saat mereka berlatih.

Ghost Bermain Sepatu Roda Tidak di Sirkuit

Berbeda dengan klub yang disebutkan di atas Ghost alias gliding on the street yang merupakan komunitas sepatu roda atau inline skate memanfaatkan jalanan untuk bersepatu roda. Komunitas ini  memiliki acara rutin, yakni berlatih bareng, nongkrong, sampai menggelar acara sosial.

Mereka sering jalan bareng menggunakan sepatu roda/inline skate menyusuri rute Alun-alun-Dago-Babakan Siliwangi dan kembali ke Alun-alun. Mereka tidak hanya berjalan-jalan tetapi juga mengadakan kegiatan sosial membagikan makanan untuk tunawisma yang mereka temui.

Anggota tetapnya sebanyak 39 orang mulai dari anak usia SD sampai usia dewasa. Berbagai macam latar belakang bergabung mengembangkan kencintaannya terhadap sepatu roda. Bagi yang berminat ikut bisa langsung datang ke Alun-alun Bandung (dekat monumen Globe) pada Rabu dan Sabtu mulai pukul 17.00 WIB untuk mendaftar. *

https://plus.google.com/u/2/+SerbaBandung/posts/8bUa8QhdqHF

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.