LAGI mencari penjual ikan hias? Jangan ragu datang ke Jalan Peta. Tidak jauh dari Lapangan Tegallega. Mencarinya tidak akan sulit karena lokasinya persis di tepi jalan. Ada sekitar 100-an penjual ikan hias di sini yang menawarkan berbagai ikan hias. Orang Bandung menyebutnya Pasar Ikan Jalan Peta, atau Pasar Ikan Muara.

Ikan-ikan hias yang dijual di sini harganya bervariasi tergantung jenis ikan, dan ukuran ikannya. Para penjual ikan hias ada yang menawarkan ikan yang masih kecil dalam kantung plastik. Jumlahnya ada tiga ikan yang dijual hanya Rp 10.000 saja. Ikan yang dijual di sini harganya sekitar Rp 10.000-Rp 100.000.

Menurut Alit, pedagan ikan di sana, memang menjual ikan yang harganya terjangkau oleh kebanyakan masyatakat. “Ada juga yang mahal seperti ikan arwana tapi itu tidak banyak,” kata pria berusia 32 tahun ini, ditemui di Pasar Ikan Jalan Peta.

Menurut Alit para pedagang menjual berbagai jenis ikan. Namun yang paling dicari pembeli adalah ikan koi, kemudian ikan koki. Ada juga yang menjual ikan arwana, dan lain-lain. “Tapi kalau ikan piranha mah tidak ada. Tidak ada yang berani menjualnya. Kalau pun ada pasti dirajia,” kata Alit.

Ikan yang dijual di sini juga terdiri dari dua jenis tempat di mana ikan itu akan disimpan, yakni ikan untuk di akuarium, dan ikan yang akan disimpan di kolam. Oleh penjual ikan hias tersebut sengaja dipisah untuk memudahkan para pembeli. Ikan-ikan tersebut ada yang disimpan dalam kantung plastik  dan ada yang disimpin dalam kolam buatan.

Penjual Ikan Hias Jual Berbagai Jenis Ikan

pasar ikan
Pasar Ikan Hias Muara di Jalan Peta, Bandung. | Foto serbabandung.com

Untuk memastikan keberadaan pasar ini  sebaiknya datang antara pukul 08.00-18.00. Dari Lapangan Tegallega hanya beberapa meter saja. Kalau dari arah lapangan itu ada di sebelah kiri. Sedangkan dari perempatan Kopo lokasinya  di sebelah kanan. Tidak terlalu jauh hanya beberapa meter saja.

Pasar ikan ini ternyata sudah lama berdiri.

Menurut Alit sejak kecil orang tuanya sudah berdagang di sini. Dia mengaku para pedagang di sini turun temurun meneruskan para orang tuanya. “Kalau tidak salah dari 1982 pasar ini sudah ada. Dulu mah nama jalan ini bukan Jalan Peta, tapi Jalan Lingkar Selatan,” katanya.

Para padagang di sini bukan orang jauh tapi masih di sekitar Jalan Peta. Menurut Alit berdagang ikan hias sangat membantunya. Seharinya bisa menghasilkan Rp 300.000. Kalau lagi penglaris bisa mencapai Rp 1 juta. “Kalau pas hari libur penghasilan bisa mencapai sejuta,” katanya. *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.