KOTA Bandung memiliki pendopo bersejarah yang berada di Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Bandung. Bangunan ini berada di Jalan Dalem Kaum, seberang Alun-alun Bandung. Pendopo bersejarah ini dibangun saat Bupati Wiranatakusumah II memerintah kota ini pada 1810 masehi.

Bangunan ini dibangun di sana atas kehendak bupati untuk memenuhi rancangan Gubernur Jenderal Daendels yang saat itu sedang membangun jalan pos (Grote Postweg). Bangunan ini merupakan yang pertama kali didirikan di Alun-alun Bandung.

Sebelum salah satu bangunan di kompleks itu menjadi tempat kediaman resmi Wali Kota Bandung, tempat ini menjadi pusat pemerintahan bupati. Tadinya pemerintahan kota Bandung dipusatkan di Dayeuhkolot (Kota Lama).

Saat itu bangunan ini sangat sederhana. Temboknya terbuat dari anyaman bambu. Atapnya masih alang-alang lapis ijuk. Setelah beberapa kali mengalami renovasi, atap bangunannya diganti menjadi gaya tradisional Nusantara yang tersusun tiga.

Pendopo bersejarah ini adalah bagian bangunan yang terletak di muka bangunan utama. Biasanya berbentuk bangunan tanpa dinding dengan tiang/pilar yang banyak. Berfungsi sebagai tempat menerima tamu. Tapi sering juga digunakan untuk pertemuan, dan pertunjukan kesenian tradisional.

pendopo bersejarah
Pendopo Kota Bandung Jalan Dalem Kaum Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Di halaman pendopo bersejarah di Jalan Dalem Kaum ini terdapat sepasang lonceng yang sudah mulai terlihat pengunjung baru saja melewati pintu gerbang pendopo. Ukurannya lumayan tinggi. Temboknya bercat putih, sedangkan loncengnya berwarna keemasan berada di bawah pohon beringin.

Tak banyak infromasi yang bisa diperoleh mengenai benda ini. Apakah pendiriannya bersamaan dengan pembangunan pendopo, sebelumnya, atau sesudahnya? Dalam beberapa tulisan yang dibaca penullis mengenai pembangunan pendopo jarang disinggung mengenai keberadaan lonceng ini.

Lonceng di Pendopo Bersejarah

Di blog ekorisanto.blogspot.co.id dalam artikel “Misteri Pendopo Kota Bandung bagian ke-3″ yang diauplod pada Juli 2007, lebih membahas pada misteri keberadaan lonceng tersebut. Blog tersebut mengutip Bandi Sobandi, pimpinan Pengelola Urusan Rumah Dinas Pemkot Bandung, yang juga membawahi Pendapa Bandung, mengakui hal-hal aneh terkait lonceng yang berada di halaman pendopo.

Dalam blog itu Bandi mengisahkan lonceng itu sering berbunyi sendiri. Menurutnya, lonceng itu tak boleh sembarangan dipukul. “Jangan coba-cobalah, kalau tak ingin terjadi sesuatu,” kata Bandi seperti dikutip ekorisanto.blogspot.co.id.

Pemilik akun Path Sofyan sempat meng-uplod foto benda itu pada malam hari yang berlatar belakang menara kembar Masji Raya Bandung. Dia berkomentar, “Lonceng yang ada di Pendopo Wali Kota dari jaman Belanda bertuliskan aksara sangsekerta yang maksudnya tidak boleh dibunyikan, apabila dibunyikan berarti akan ada sesuatu bencana bagi Kota Bandung..berlatar belakang Mesjid Agung Bandung.”

Pemilik akun facebook Mahanagari berpendapat lain terhadap keberadaannya. Mahanagari juga sekaligus meng-uplod foto lonceng di akun facebooknya itu. Dia mengomentari keberadaan lonceng tersebut di boks komentar yang telah disediakan.

“Entah sudah berapa puluh tahun lonceng Pendopo Bandung ini dalam mode bisunya. Padahal pada jamannya dulu cukup sering dibunyikan untuk mengumpulkan orang-orang di seputaran Alun-alun Bandung untuk meyaksikan kejadian-kejadian penting di waktu lampau. Bunyinya cukup traumatik bagi sebagian orang pada jamannya karena sering pula dibunyikan untuk menandai adanya eksekusi mati para pemberontak Pemerintah Hindia Belanda,” demikian Mahanagari menulis.

Fakta mengenai lonceng dalam tulisan ini masih sumir. Untuk pembaca mengenai lonceng ini, jika ada informasi baru silakan share di boks komentar di bawah ini. Mohon maaf atas kekurangannya. Terima kasih. *

Bahan Tulisan:
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pendopo_Kabupaten_Bandung
https://www.facebook.com/mahanagari.nusantara/photos/a.170903702929653.34773.159271470759543/825600520793298/
http://ekorisanto.blogspot.co.id/2009/07/misteri-pendopo-kota-bandung-3-habis.html

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.