Penangkaran Rusa Tahura, Jalannya Harus Melewati Gua

penangkara rusa tahura
Penangkara rusa di Tahura Dago Pakar. | Foto serbabnadung.com #serbabandung

Penangkaran rusa Tahura di Dago Pakar. Biasanya untuk menikmati wahana ini wisatawan pergi ke Ranca Upas, Ciwidey, yang jaraknya relatif jauh dari pusat kota.

Tahura Dago Pakar adalah tempat wisata yang tidak terlalu jauh dari pusat kota. Lokasinya ada di Pakar Dago.

Selain ada gua Belanda dan Jepang yang memiliki nilai sejarah ada wahana penangkaran rusa.

Untuk ke penangkaran rusa Tahura ini harus melintasi gua Belanda yang gelap gulita.

Jaraknya sekitar dua kilo meter lebih dari lintu gerbang Tahura Dago Pakar.

Di sana wisatawan bisa memberi makan rusa-rusa tersebut. Pengunjung bisa membeli pakan rusa seperti wortel.

Untuk menikmati wahana penangkaran rusa Tahura pengunjung hanya membayar sukarela dengan memasukkan uang ke kencleng.

Pengunjung sebelumnya harus membeli tiket masuk sebesar Rp 10.000 plus asuransi Rp 2.000 ke Tahura. Sedangkan untuk parkir motor harus bayar Rp 5.000.

Karena harus berjalan kaki ke tempat penangkaran rusa Tahura, pengunjunga harus menyiapkan bekal.

Masuk Penangkaran Rusa Tahura Bayar Sukarela

Tapi jika tidak, ada warung-warung yang menjajakan makanan ringan. Ada juga penjual kelapa muda atau dawegan.

Bagi yang senang berjalan-jalan sambil menikmati indahnya alam, tempat ini sangat cocok.

Mulai dari masuk pintu gerbang kemudian jembatan, suasana hutan makin terasa. Jalan yang cukup lebar bisa ditelusuri sambil menikmati sejuknya udara dan pemandangan alam.

Jangan lupa ada gua Jepang dan gua Belanda di sana. Pengunjung bisa membaca mengenai sejarah kedua gua tersebu di pelang yang telah disediakan pengelola.

Jika punya nyali bisa menelusuri gua-gua tersebut. Di sana juga ada orang yang menyewakan senter sekaligus guide.

Untuk ke penangkaran rusa, pengunjung harus melewati gua Belanda yang ukurannya lebih besar dari gua Jepang.

Panjang gua tidak terlalu jauh namun kondisinya gelap gulita di dalam gua tersebut.

Atau bisa juga memutar untuk menghindari gelapnya gua. Namun jaraknya lebih jauh karena harus memutari bukit.

Di akir pekan ini bisa dicoba untuk menikmati wahana ini bersama keluarga.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *