Pabrik Kina Peninggalan Belanda di Pajajaran

GEDUNG cagar budaya di Jalan Pajajaran satu di antarnya adalah pabrik kina yang bernama ” Bandoengsche Kinine Fabriek N.V”.  Pabrik ink  didirikan  pada  1896, merupakan  industri paling tua di kota ini.

Pabrik kina  di Jalan Pajajaran no. 29-30 ini merupakan rancangan  arsitek Gnelig Mijling AW. Seperti kebanyakan gedung kolonial di Bandung, pabrik ini pun bergaya  arsitektur art deco. Pabrik ini berdiri di lahan bekas perkebunan karet.

Pabrik ini terdiri dari beberapa kompleks. Pabrik di Jalan Cicendo berfungsi sebagai gudang kulit kina. Di seberangnya di sudut Jalan Pajajaran-Cihampelas berfungsi sebagai tempat sarana kebutuhan pabrik.

Di bawah pabrik ini ada terowongan yang melintas di bawah Jalan  Pajajaran, jaraknya dari jalan sekitar 2,5 meter.  Terowongan ini untuk lalu lintas para pegawai dari pabrik lain ke pabrik lainnya. Lebar terowongan itu sekitar satu meter. Panjang yang sama dengan lebar Jalan Pajajaran, sekitar sepuluh meter. Warga banyak yang tak sadar jika di sana terowongan.

Pabrik Kina PT Kimia Farma di Jalan Pajajaran Bandung | FOTO: serbabandung.com.
Pabrik Kina PT Kimia Farma di Jalan Pajajaran Bandung | FOTO: serbabandung.com.

Pada 1910-1915, areal pabrik diperluas. Sampai dengan tahun 1940-an, pabrik ini memasok hingga 90 persen kebutuhan bubuk kina dunia. Pada 1958 pabrik ini diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dan pengelolaannya dilebur bersama sejumlah perusahaan farmasi lain.

Pabrik Kina Bandung Masih Terus Beroperasi

Meski tidak lagi memproduksi kina sebanyak dulu, Pabrik Kina Bandung masih terus beroperasi di bawah kendali PT Kimia Farma.

Pabrik ini sempat populer di Kota  Bandung berkat asap hitam yang membumbung dari cerobong. Asap itu  berasal dari pembakaran mesin ketel uap manual Babcox & Wilcox. Namun  mesin ketel itu telah diganti dengan ketel uap otomatis buatan Surabaya. Penggantian mesin itu dikarenakan asap hitam yang dikeluarkannya dianggap telah mencemari udara.

Pabrik ini berdiri berkat perkebunan kina yang terus berkembang  di Jawa Barat pada akhir 1800-an.  Franz Wilhelm Junghuhn, seorang dokter ahli botani adalah yang pertama kali mengembangkan bibit tanaman tersebut di Priangan. *

Sumber:  http://ujanxofficial.blogspot.com/20…he-kinine.html
http://djawa-barat.blogspot.com/2011/07/pabrik-kina-bandung.html?m=1
http://archive69blog.blogspot.com/2014/01/pabrik-kina-bandoengsche-kinine-fabriek.html#ixzz3WhmYPzDY

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.