Museum Gedung Sate Tempat yang Ingin Tahu Sejarah Gedung Sate

MASYARAKAT masih banyak yang belum tahu sejarah berdirinya Gedung Sate karena keterbatasan mengakses referensi mengenai gedung tersebut. Namun sekarang berkat adanya Museum Gedung Sate akses mengetahui mengenai gedung yang berdiri megah di Jalan Diponegoro No 22, Bandung ini terbuka lebar.

Museum Gedung Sate didirikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk masyarakat yang ingin mengetahui sejarah gedung yang menjadi tempat pemerintahan provinsi ini berjalan.

Museum Gedung Sate berada di kompleks gedung tersebut.  Lokasinya masih menyatu dengan gedung utama. Namun berada di bagian belakangnya.

Untuk masuk Gedung Sate, pengunjung harus melalui jalan belakang karena pintu utama di bagian depan praktis selalu tertutup. Petugas keamanan biasanya akan mengarahkan parkir kendaraan dan menujukkan keberadaan museum tersebut.

Museum gedung sate
Museum Gedung Sate di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com

Museum ini buka pukul 09.30-16.00 setiap hari kecuali hari Senin. Sebelum masuk pengunjung harus mengisi buku tamu yang disediakan di meja resepsionis. Pengujung pun harus sabar menunggu giliran karena keterbatasan ruangan yang tersedia. Luas museum ini nya 500 meter persegi.

Museum Gedung Sate Diresmikan 8 Desember 2017

Tempat wisata edukatif ini diresmikan pada 8 Desember 2017. Untuk menyambut peresmian selama Desember yang ingin menyaksikan displai-displai yang menarik, tak dipungut biaya. Namun mulai tahun depan harus bayar Rp 5.000.

Saat masuk ke museum, pengunjung mulai disuguhi perkembangan Kota Bandung sejak 1890. Masuk ke dalam lagi sejarah Gedung Sate, mulai dari pembangunan yang memperkerjakan orang Tionghoa, arsiteknya, lama pembangunan, pertumpahan darah saat karyawan PU mengangkat senjata malawan Tentara Gurkha, dan hingga gedung ini dijadikan pusat Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, terurai jelas di museum ini.

Di museum ini terdapat bioskop mini yang memutar sejarah panjang Gedung Sate dalam film berdurasi 10 menitan. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar membuka film dokumenter tersebut dan diakhiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Di sebelah bioskop mini terdapat ruangan augmented reality. Dalam layar yang tersedia di ruangan tersebut pengunjung seolah-olah berada pada zaman dulu.

Di sampingnya lagi terdapat augmented reality yang seolah-olah pengunjung naik balon udara sambil menyaksikan Gedung Sate dari ketinggian. Selain augmented reality, semua display yang ada di museum ini berformat digital.

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.