Mural John Mart Meramaikan Beberapa Titik di Kota Bandung

BANDUNG semakin cantik dengan bermunculan mural-mural. Sebut saja di flyover Pelangi Antapani, mural buatan seniman Bandung itu menambah semarak jembatan tersebut. Tak hanya jembatan pelangi, Terminal Leuwipanjang pun dipercantik dengan lukisan-lukisan tersebut.

Tak banyak yang tahu siapa yang mengerjakan itu semua. Sosok tersebut adalah John Mart atau Captain John atau John Martono. Dosen Seni Tekstil, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB ini, bersama Komunitas Barlin mencoretkan karyanya di dua tempat tersebut.

John Mart mengatakan, mural kolaborasi di Terminal Leuwipanjang sebagai ajang pembelajaran bagi warga. Sesuatu yang dikerjakan bersama dapat menjadi sarana pembelajaran serta sebagai ajang silaturahmi.

“Ini sebagai pembelajaran bagi kita. Dulu kita mencoret tembok iseng, dengan kekompakan dan kolaborasi kita akan hasilkan sesuatu yang indah jika tercipta komunikasi yang baik,” jelasnya saat acara Bandung Kasep di Terminal Leuwipanjang Kota Bandung, (Sabtu 8/12).

Aksi-aksinya itu berawal dari permintaan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil). Emil yang sekarang menjadi Gubernur Jawa Barat meminta John Mart untuk membuat mural di Teras Cikapundung. Dia juga diminta untuk melukis di Bandara Husein Sastranegara.

Mural di Jembatan Pelangi

mural di bandung
Mural di flayover pelangi Antapani Bandung. | Foto serbabandung.com

Lukisan dinding  di Jalan Layang Antapani adalah hasil eksperimen John Martono. Dia memodifikasi keramik dalam kreasinya. Hasil karyanya itu mencuri perhatian masyarakat bahkan sebelum proyek itu selesai.

John Martono sering bergotong royong bersama warga mempercantik lingkungan sekitar. Mural di Terminal Leuwipanjang setinggi 15 meter satu di antaranya. Dia juga menggambar di Pasar Cihapit dan Kosambi.

“Semua orang mengisi gambarnya, mewarnai bareng. Mereka punya kenangan masing-maing, senang sekali,” kata John di laman itb.ac.id.

John Martono adalah seniman pertama di Indonesia yang menjadikan kain sutra sebagai media lukis. Kurang lebih 10 tahun ia bereksplorasi dalam lukisan kain sutra. Sejak tahun 2003, John Martono menggunakan kain sutra sebagai media pengganti kanvas untuk kegiatan melukisnya. Melukis di atas kain sutra butuh teknik khusus dalam menggunakan kuas dan cat.

Bahan tulisan ini diambil dari itb.ac.id dan humas.bandung.go.id.

 

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.