Masjid Agung Buahbatu, Masjid Tertua di Bandung Selatan

Masjid Agung Buahbatu termasuk masjid yang telah lama bediri. Tepatnya pada 10 November 1938 pukul 10.00 pagi masjid paling tua di Bandung Selatan itu dibangun. Masjid diresmikan pada 22 Jumadil Awal 1358 H atau 9 Juli 1939. Berdiri dekat dengan Pasar Kordon di Jalan Margacinta- Jalan Terusan Buahbatu atau Jalan Terusan Ibrahim Ajie (dulu Kiaracondong).

Jumat (4/11/2015) pagi, kesibukan mewarnai Pasar Kordon . Setiap pagi, pasar itu terlihat selalu sibuk. Tak hanya sibuk oleh pedagang, jalan yang tidak terlalu besar, hanya cukup untuk dua kendaraan beroda empat pun, tampak padat. Pedagang mangga, sayuran, dan kelontongan menyatu di sana. Mereka menjajakan dagangannya kepada pembeli dan terus saja menawarkan dagangannya tak menghiraukan arus lalu lintas yang mulai pada pukul 06.15 pagi itu. Mereka berharap ada pembeli yang tertarik pada dagangannya.

Dulu nama masjid ini adalah Masdjid Kaoem Boeahbatoe. Dalam prasasti yang menempel di dinding bagian luar masjid itu dijelaskan peletakan batu pertama dilakukan oleh Padoeka Kandjeng Dalem Raden Wiranatakoesoema, Boepati Bandoeng.

Ornamen Masjid Agung Buahbatu, Jalan Margacinta, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Ornamen Masjid Agung Buahbatu, Jalan Margacinta, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Dalam prasasti berhuruf latin berbahas Sunda itu menyebutkan Padoeka Djoeragan Raden Demang Wiriadinata ikut dalam acara peletakan batu pertama tersebut. Kemudian disusul Patih Bandoeng, Padoeka Djoeragan Raden Hadji Abdul Kadir, Penghoeloe Bandoeng, Padoeka Djoeragan Raden Moehammad Enoch (Directeur RR Bandoeng), Padoeka Djoeragan Raden Wiriadipoetra, Wedana Oejoengbroeng, dan undangan lainnya.

Menurut Tribun Jabar yang mengutip Ustaz Ahmad Dani, Ketua Bidang Idaroh DKM Masjid Agung Buah Batu, Minggu (22/7/2012), peninggalan masjid sebelum direnovasi hanya itu yang tersisa. Menurut Ahmad, masjid ini direnovasi pada 1988 oleh Bupati Bandung HD Cherman E, bangunannya dirombak. Saat itu kawasan Margacinta masih menjadi wilayah Kabupaten Bandung sebelum ada perluasan Kota Bandung.

Pada 2002 masjid direnovasi secara besar-besaran. Karena kawasan itu sudah masuk wilyah kota Bandung, maka yang melakukan peletakan batu pertama adalah Wali Kota Bandung saat itu Aa Tarmana.

Renovasi terus berlangsung, hingga pada 30 Agustus 2010 bertepatan dengan 20 Ramadan 1431 Hijriah, masjid itu kembali diresmikan oleh Wali Kota Bandung saat itu Dada Rosada dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Mereka membubuhkan tanda tangan pada batu prasasti hitam yang berada di bawah prasasti peresmian oleh HD Cherman E pada 1988.

Sekarang masjid itu namanya menjadi Masjid Agung Buahbatu. Di Tribun Jabar disebutkan renovasi itu menghabiskan dana sekitar Rp 4,5 miliar. Adapun perancang masjid itu adalah arsitek dari ITB, H Ahmad Nu’man. *

Masjid Agung Buahbatu

  • Tepatnya pada 10 November 1938 pukul 10.00 pagi masjid paling tua di Bandung Selatan itu dibangun. Masjid diresmikan pada 22 Jumadil Awal 1358 H atau 9 Juli 1939.
  • Dulu nama masjid ini adalah Masdjid Kaoem Boeahbatoe. Dalam prasasti yang menempel di dinding bagian luar masjid itu dijelaskan peletakan batu pertama dilakukan oleh Padoeka Kandjeng Dalem Raden Wiranatakoesoema, Boepati Bandoeng.
  • Masjid ini direnovasi pada 1988 oleh Bupati Bandung HD Cherman E, bangunannya dirombak. Saat itu kawasan Margacinta masih menjadi wilayah Kabupaten Bandung sebelum ada perluasan Kota Bandung.
  • Pada 2002 masjid direnovasi secara besar-besaran.
  • Pada 30 Agustus 2010 bertepatan dengan 20 Ramadan 1431 Hijriah, masjid itu kembali diresmikan oleh Wali Kota Bandung saat itu Dada Rosada dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

 

Bahan tulisan http://jabar.tribunnews.com/2012/07/26/batu-marmer-penanda-masjid-tertua-di-bandung-selatan

 

 

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.