Makam Marhaen di Gang Kecil di Kampung Cipagalo Bandung

BAGI yang mengikuti catatan sejarah Presiden Ke-1 Indonesia Ir Soekarno, tentu takkan melupakan nama Marhaen. Marhaen adalah inspirasi bagi Bung Karno menelurkan paham Marhaenisme. Sebuah paham yang berpihak pada rakyat kecil. Marhaen sendiri sudah wafat, Makam Marhaen berada di Kampung Cipagalo, RT 04/03, Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung.

Marhaen adalah seorang petani yang sempat bertemu Soekarno. Pertemuan terjadi saat Bung Karno sedang berjalan-jalan dengan sepeda di sebuah petak sawah tepatnya di Cibintinu di kawasan Mohammad Toha. Kejadiannya sekitar 1926-1927.

Di wikipedia disebutkan ada versi berbeda yang menyatakan nama petani yang dijumpai Bung Karno adalah Aen, yang panggilannya Mang Aen.

Dalam Wikipedia disebutkan Marhaenisme adalah ideologi yang menentang penindasan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa. Ideologi ini dikembangkan oleh Soekarno dari pemikiran Marxisme yang diterapkan sesuai natur dan kultur Indonesia.

makam marhaen
Makam Ki Marhaen  di Kampung Cipagalo, RT 04/03, Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com

Marhaen pertama kali digunakan oleh Soekarno dalam pleidoinya tahun 1930, Indonesia Menggugat untuk mengganti istilah proletar.

Makam Marhaen Bisa Diakses dari Batununggal Indah

Untuk mencapai ke lokasi makam Marhaen harus  melewati gang kecil. Gang tersebut hanya cukup untuk dua motor. Di sertiap belokan pengendara perlu membunyikan klakson karena jalannya yang sempit.

Makam Ki Marhaen berada dalam sebuah bangunan. Di sana tak hanya ada makam Ki Marhaen, di sampingnya terdapat makam istrinya. Dalam nisan ditulis Ki Marhaen wafar pada 1943. Tidak ada penjelasan hari apa dan bulan apa Ki Marhaen wafat pada nisan tersebut.

Di sekitar bangunan Ki Marhaen terdapat makam-makam lain dan rumah warga di kampung tersebut.

Untuk ke makam Ki Marhaen ada dua cara, bisa dari Jalan Bojongsoang menuju Menger. Di sana bisa menemukan sebuah gang, namanya Gang Marhaen. Bisa juga dari perumahan Batununggal Indah. Masuknya dari Jalan Soekarno Hatta, belok ke perumahan tersebut. Arahkan kendaraan ke lapangan yang ada di perumahan tersebut. Jika bingung bisa menanyakan ke orang-orang adanya Gang Marhaen.

Makam Ki Marhaen dipugar pertama kali pada 1980 oleh Yayasan Saluyu Bandung. Peresmiannya dilakukan pada 5 April 1981. Dalam plakat yang ada di sebelah kanan pintu, di bagian bawahnya terlihat sebuah tanda tangan Ketua Yayasan Saluyu Drs Soetarman Soemawigahda. *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.