Lukisan di Braga Bisa Diperoleh di Rumah Seni Ropih dan PKL

seniman lukis lukisan jalan braga
Rumah Seni Ropih di Jalan Braga tempat berkumpul Seniman Lukis.

Lukisan di Braga bisa diperoleh Rumah Seni Ropih. Alamatnya di Jalan Braga.

Tak hanya ada galeri lukisan, di bangunan ini punterdapat ruangan yang bisa digunakan para pelaku seni untuk berlatih.

Bangunan ini luasnya mencapai 800 meter per segi dan diresmikan pada 22 Mei 2011.

Rumah Seni Ropih merupakan keinginan Ropih, pemilik Rumah Seni Ropih, sejak kecil.

Menurut Gina, pengelola Rumah Seni Ropih, rumah Seni Ropih memberikan fasilitas kepada para pelaku seni.

“Kalau berjualan memang rugi, tapi kalau seni, mah, tidak ada pandangan jual beli. Itu mah kebahagian yang tidak terbeli saja,” kata Gina.

Menurut Ropih keinginan itu doa. Semua, katanya, pasti ada jalan.

Rumah Seni Ropih berada di sebelah kiri Jalan Braga kalau dari arah Jalan Naripan.

Di samping bangunan dan seberang bangunan ini ada penjual lukisan di Braga.

Bangunannya terlihat berbeda karena banyaknya lukisan dipamerkan di bagian depan bangunan tersebut.

Bagian depan bangunan itu layaknya toko. Namun, jika ke dalam ada ruangan bawah tanah yang mereka sebut ruang publik.

Di sanalah para pelaku seni bisa berlatih, apapuh jenis keseniannya.

Lukisan di Braga Ada yang dari Jelekong

Lukisan di Braga ada yang dipasok dari Jelekong. Jelekong adalah kampung seni di Baleendah, Kabupaten Bandung.

Penjual lukisan pun ada yang menggelar di trotoar Jalan Braga. Harga lukisan di sini bervariasi. Mulai dari harga Rp 75.000 hinga Rp 300.000.

Lukisan yang harganya Rp 75.000 ukurannya kertas A4. Sedangkan yang harganya Rp 300.000 ukurannya lebih besar lagi kira-kira ukuran kertas A3.

Lukisan pun bisa diperoleh di Jalan Asia Afrika mulai dari Kantor Pos Besar hingga Jalan Oto Iskandardinata. Di sana, biasanya berjejer penjual pigura dan pelukis jalanan.

Seperti pedagang kaki lima lainnya, mereka menjajakan barangnya di emperan toko. Lukisannya bermacam, ada lukisan pemandangan, gedung, orang, dan pasar.

Mereka menjajakan lukisan, dan menawarkan jasa melukis di sana sudah lama berlangsung. Ketika tahun 1980-an, para penjaja lukisan ini sudah berjejer di sini. Harganya pun bervariasi, tergantung hasil tawar menawar penjual dan pembeli.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *