INGIN menikmati sensasi kuliner di Jalan Alkateri? Ikuti penelusuran serbabandung.com di Jalan Alkateri yang sebenarnya lebih populer dengan adanya penjual gonden, tekstil, dan bingkai foto atau lukisan.

JalanAlkateri adalah jalan tembus dari Jalan Asia Afrika ke Jalan ABC. Jalanya tidak terlalu lebar dan dan tidak terlalu panjang. Tidak seperti jalan-jalan lain di kawasan ini, yang sering disebut Pecinan, Jalan Alkateri merupakan Kampung Arab.

Apa saja kuliner di Alkateri? Yang harus dicoba adalah lotek alkateri. Lokasinya dekat persimpangan Jalan Alkateri dan Jalan ABC. Tendanya berada di emperan toko di kawasan tersebut.

Lotek milik Oom Komariah memiliki keunikan dalam campuran loteknya. Dia menyertakan daun pepaya dan daun pare (paria). Kedua daun ini sangat jarang disajikan dalam lotek pada umumnya. Oleh karena itu lotek di sini rasanya pahit.

Selain itu, tentu saja bumbu kacang racikan Oom sangat kental. Oom tidak menambahkan air saat menguleknya. Tak ayal, rasa bumbu kacangnya pun begitu kentara dan pas di lidah. Itu juga menjadi ciri khas lotek yang berdiri sejak 1980 ini.

wedang  ronde kuliner di alkateri
Wedang Ronde Alkateri. | Foto serbabandung.com

Kemasan loteknya juga unik. Lotek tersebut dibungkus dalam kertas bungkus nasi yang dilapisi daun pisang. Bentuknya kerucut seperti corn es krim. Bentuk tersebut membuat lotek buatan Oom ini mudah untuk membawanya. Di sana memang hanya tersedia meja untuk mengulek lotek. Kursi pun hanya beberapa buah saja.

Kopi Lengkapi Kuliner di Alkateri

Kuliner di Alkateri yang layak dicoba adalah seduhan kopi Warung Kopi Purnama. Warung yang berdiri sejak 1930-an ini tepatnya berada di Jalan Alkateri No 22. Dari berbagai referensi yang diperoleh menerangkan bahwa warung ini didirikan oleh orang Medan yang merantau ke Bandung.

Kopi yang ditawarkan warung ini adalah Kopi Aroma yang punya cita rasa khas. Pabrik kopi Aroma tidak jauh dari warung itu yakni di Jalan Banceuy, yang termasuk kawasan Pecinan. Tak hanya kopi, di sini tersedia menu roti kukus dan bakar yang terdiri dari 25 macam rasa. Ada juga sajian sop buntut, timbel, dan nasi goreng.

Di warung yang buka pukul 06.30 dan tutup pukul 18.00 ini menjual bubur ayam yang agak encer dengan topping kerupuk aci merah, suwiran ayam, cakwe lengkap dengan taburan lainnya.

Kuliner di Alkateri lainnya adalah wedang ronde. Paduan jahe dan gula merahnya terkenal sangat pas. Kekenyalan rondenya dengan isi bubuk kacang tanah yang manis menjadi ciri khas Wedang Ronde Alkateri. Wedang ronde ini sudah ada sejak 1984, dulu berdagang di pinggir jalan. Sekarang wedang itu pindah ke sebuah gang masih di jalan itu.

Bagi yang menemukan kuliner lainnya di Jalan Alkateri, silakan tambahkan di kotak komentar di bawah ini.

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.