Jalan Dipati Ukur, Ada Kampus Unpad, Pangkalan Damri, dan Monju

Monumen Perjuangan di jalan dipati ukur
Momumen Perjuangan. | Foto serbabandung.com

Jalan Dipati Ukur Bandung adalah jalan yang populer di Kota Bandung.

Di Jalan Dipati Ukur ini dulu sebelum ada Kampus Unpad di Jatinganor, jalan ini menjadi tujuan para mahasiswa di kampus negeri tersebut.

Sekarang kampus tersebut di antaranya digunakan untuk pascasarjana. Kantor rektorat dan fakultas semuanya sudah pindah ke Jatinangor pada 2004.

Kepindahan tersebut tidak membuat Jalan Dipati Ukur Bandung menyurut pamornya.

Jalan ini masih tetap menjadi favorit, apalagi di sana memasuki tahu 2000-an berdiri kampus-kampus swasta, seperti Unikom.

Kawasan tersebut tetap ramai oleh kios-kios fotokopi, dan tentu saja warung-warung makan.

Tak hanya itu, Jalan Dipati Ukur Bandung pun sangat dekat dengan pusat keramaian kota.

Jalan ini memanjang dari Jalan Ir H Juanda memutar melewati Jalan Panatayuda, Jalan Hasanudin, Jalan Haur Pancuh hingga masuk lagi ke Jalan Ir H Juanda.

Di Jalan Dipati Ukur Ada Monumen Perjuangan

Rute jala ini melewati Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat.

Monumen ini sering disebut Monju oleh orang Bandung.

Monumen ini berdiri di atas tanah seluas ± 72.040 m² dan luas bangunan ± 2.143 m².

Model bangunannya berbentuk bambu runcing yang dipadukan dengan gaya arsitektur modern.

Bangunannya sejajar dengan Gedung Sate yang berada di Jalan Dioponegoro.

Gedung Sate akan terlihat jelas jika berada di Monumen Perjuangan karena posisinya berada di atas gedung pemerintahan Provinsi Jawa Barat itu.
Jaraknya juga tidak terlalu jauh.

Monumen ini dirancang oleh arsitek Bandung Slamet Wirasonjaya dan perupa Sunaryo, pembangunannya dimulai pada 1991 secara bertahap dan selesai tahun 1995.

Monumen diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, R. Nuriana pada 23 Agustus 1995.

Di jalan ini juga ada tempat belanja busana muslim. Nama gerainya Rabbani.

Rabbani menyebut sebagai perusahaan kerudung instan pertama dan terbesar di Indonesia.

Produk lain Rabbani di antaranya adalah kemko, tunik, kastun, serta perlengkapan lain seperti ciput/inner kerudung dan aksesori.

Di jalan ini ada pangkalan DAMRI. Dari pangkalan ini ada beberapa rute bus yang bisa melayani penumpang, seperti jalur Dipati Ukur-Jatinangor dan Dipati Ukur-Leuwipanjang.

Jadi jika ingin ke sana menggunakan bus tinggal menggunakan rute tersebut. *

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *