Hotel Surabaya Kini Jadi Hotel Gino Feruci

DI Jalan Kebonjati tak jauh dari perempatan Jalan Gardujati-Pasirkaliki terdapat Hotel Gino Feruci. Hotel berbintang 4 ini memiliki ketinggian 10 lantai, dan memiliki 79 kamar.  Tadinya nama hotel ini adalah Hotel Carrcadin. Di sini juga pernah berdiri Hotel Surabaya.

Hotel ini masih milik Kagum Grup. Kagum Group merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang kepariwisataan, hotel, factory outlet (FO), properti, sekolah pariwisata dan kuliner. Grup ini memulai bisnis pada 1990 dengan membuat sebuah perusahaan kecil, Korek Api Jeans.

Jika teliti di bagian depan hotel ini terdapat bangunan tua. Dulunya memang di sana pernah berdiri hotel benama Hotel Surabaya. Hotel ini dibangun pada 1886. Kini bekas bangunan hotel itu dijadikan kafe, dan bentuknya masih seperti semula, tanpa perubahan.

Dari referensi yang diperoleh hotel ini dibangun oleh saudagar Tionghoa asal Surabaya. Itu juga mengapa hotel ini bernama Hotel Surabaya. Pembangunannya menyusul maraknya  masuknya jalur kereta api dari Batavia (Jakarta) ke Bandung pada 1884.

Hotel Surabaya Merupakan Penginapan Tertua di Bandung

Bekas Hotel Surabaya yang sekarang digunakan oleh Hotel Gino Feruci di Jalan Kebonjati Bandung | FOTO serbabandung.com
Bekas Hotel Surabaya yang sekarang digunakan oleh Hotel Gino Feruci di Jalan Kebonjati Bandung | FOTO serbabandung.com

Dikutip dari blog dendemang.wordpress.com yang melansir pernyataan Dibyo Hartono, aktifis Bandung Heritage, Hotel Surabaya itu merupakan penginapan tertua di Bandung. Pembangunan hotel ini dilakukan secara bertahap.

Bangunan pertama berada di bagian belakang yang pembangunannya berlangsung pada 1886. Bangunannya bergaya neo-classical. Pembangunan gedung ini untuk untuk menyambut jalur kereta-api Batavia (Jakarta)–Bandung, dengan ditandai pembukaan stasiun yang tak lokasinya tak jauh dari Hotel Surabaya pada 1884.

Dalam blog itu disebutkan juga bangunan kedua yang terdapat tower-nya dibangun antara 1900 dan 1910 dengan gaya art nouveau. Sedangkan bangunan ketiga sudah bergaya art deco, seperti kebanyakan bangunan-bangunan lama di Kota Bandung.

Meski jauh dari Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, tempat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada 1955, hotel ini menjadi tempat bermukim sementara para seniman dan penyanyi konferensi. Hal tersebut terungkap dalam laman Tempo.co dalam berita berjudul “Pembongkaran Gedung Tua di Bandung Meresahkan” pada Rabu (25/3/2009). *

Sumber: http://bandung.panduanwisata.id/carrcadin-hotel-bandung/

http://news.detik.com/read/2008/02/15/133213/894592/486/hotel-surabaya-penginapan-tertua-dan-langka-di-bandung

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.