Ciburuy adalah situ di Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Situ ini dulu merupakan tempat favorit berwisata, namun sekarang pamornya mulai menyurut.

Untuk mengembalikan pamornya, awal 2019 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengucurkan dana bantuan sebesar Rp 30 miliar untuk menata Situ Ciburuy. Penataan tersebut diharapkan bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Menurut Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, Situ ini merupakan satu di antara objek wisata terkenal di Kabupaten Bandung Barat. Hanya saja tingkat kunjungan wisatawan masih sangat rendah karena penataan dan pengelolaannya masih kurang baik.

“Jika sudah tertata dengan baik, saya yakin keberadaan situ ini bisa menjadi salah satu solusi memecah konsentrasi kunjungan wisata Kabupaten Bandung Barat yang selama ini terfokus ke kawasan Lembang dan sekitarnya. Dengan demikian, sektor pariwisata akan menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar bagi pemerintah,” kata Aa saat meninjau langsung kondisi Situ Ciburuy, Selasa (8/1/2019).

Bupati menyebutkan, penataan dilakukan untuk mempercantik muka dan fasilitas yang bersifat urgent saja.

Situ Ciburuy

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (kanan) saat meninjau Situ Cibiruruy. | Foto
bandungbaratkab.go.id

Butuh Rp 100 M untuk Tata Ciburuy

“Jika melihat kondisi saat ini, setidaknya butuh Rp 100 Miliar untuk penataannya. Diharapkan Pemprov bisa memberikan kucuran dana tambahan ditahun-tahun berikutnya,” ucapnya.

Ciburuy adalah situ atau danau yang berada dekat jalan raya. Bagi yang sering berpergian ke Jakarta melewati Padalarang, situ ini terlihat dari jalan. Namun, situ tersebut lambat laun mulai ditinggalkan oleh wisatawan.

Yang menjadi daya tarik situ ini adalah pemandangannya. Satu di antaranya sebuah daratan yang berada di tengah situ. Pulau itu sering mendapat kunjung dari wisatawan. Untuk ke pulau tersebut, wisatawan harus naik perahu atau perahu motor yang biasanya disediakan oleh warga.

Di infobdg dikisahkan situ ini merupakan danau yang terbentuk akibat pertemuan dua buah sungai di Desa Ciburuy. Pada 1918, area pertemuan dua sungai dibendung oleh warga untuk mengairi sawah di desa tersebut. Bendungan itu tidak cukup untuk menahan banyaknya air hingga wilayah tersebut menjadi tergenang hampir seluas 15 hektare.

Bahan Tulisan bandungbaratkab.go.id

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.