Pasar Andir Masih Tetap Terlihat Ramai

KETIKA menelusuri Pasar Andir di Kecamatan Andir,  Selasa (14/4/2015) seperti tidak berbeda dengan sebelum-belumnya. Sensasi pasar yang termasuk sudah lama berdiri ini terlihat ramai. Pelataran pasar ini penuh oleh parkir kendaraan roda empat dan roda dua.

Tenda-tenda biru kombinasi putih berjejer di Jalan Waringin sebelum masuk ke lokasi pasar. Pedagang yang hilir mudik, dan sibuk menjajakan daganganya. Pembeli pun tak mau kalah belomba mencari barang kebutuhan untuk dibawa ke rumah.

Di “pintu” menuju Pasar Andri dari arah Jalan Sudirman terdapat bangunan tua. Bangunan bercat putih yang sebagian di antaranya telah mengelupas itu. Temboknya pun tampak sudah ada yang tergerus.

Di sisi bagian kanan dari arah Jalan Sudirman gedung itu dipadati pedagang kaki lima. Sedangkan di sisi kirinya terdapat kontainer berwarna hijau  untuk menampung dan mengangkut sampah. Bangunan ini kini berfungsi sebagai toko besi bernama Toko Besi Kang Jaya.

Di dekat gedung itu ada sebuah plang berwaran merah. Plang itu berisi peringatan bagi para pedagang tumpah. Para pedagang biasanya memenuhi tepi Jalan Sudirman pada malam hari hingga pagi hari. Tulisan dalam plang itu berbunyi “Batas Waktu Berjualan Pasar Tumpah Jam 20.00 s.d 06.00 WIB.

Pasar Andir Memulai Aktivitas Sejak Malam Hari

Pasar Andir Bandung dilihat dari Jalan Sudirman | Foto serbabandung.com
Pasar Andir Bandung dilihat dari Jalan Sudirman | Foto serbabandung.com

Pasar Andir sudah memulai aktivitasnya sejak malam hari. Jalan Sudirman selalu penuh oleh para pedagang dan pembeli. Di sini tidak hanya menawarkan berbagai kebutuhan pokok sehari-hari tapi  beragam jajanan khas yang harga terjangkau.

Pada 1825, lokasi ini menjadi kacakaca (gerbang) penanda batas paling barat  Kota Bandung. Andir mulai berkembang menjadi kawasan perdagangan yang ramai terutama setelah dibangunnya Halte Kereta Api.

Pada tahun 1920-a di sini juga terdapat kompleks perumahan mewah pertama yang dikenal dengan nama ‘Fokkerhuis’. Nama Andir pun tidak terlepas dari kedirgantaraan di Indonesia. Sebelum bernama Husein Sastranegara, lapangan udara tersebut bernama Andir. Andir sendiri berasal dari Bahasa Sunda yang berarti pengurus jalan pada jaman dulu. *

Sumber: http://watercolorichsan.com/bandung-heritage-map/

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.