Categories
Belanja

Perajin Tas di Ciheulang Membuat Tas Berdasarkan Pesanan

TAK banyak yang tahu di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, terdapat para perajin tas. Tasnya bermacam-macam tergantung pesanan.

Perajin tas di sana serba bisa. Mereka tidak mematok membuat tipe tas, tetapi lebih memilih mengerjakan pesanan sesuai keinginan konsumen seperti apa.

Namun, kebanyakan yang dipesan konsumen adalah tas ransel. Tas ransel buatan mereka biasanya dilengkapi tempat air, raincoat, dan tempat laptop.

Selain ransel yang biasa mereka buat adalah kantol untuk botol minuman dan tas laptop.

Mereka pun membuat jumlah tas berdasarkan pesanan. Biasanya tas yang dipesan ke sana digunakan untuk suvenir di seminar atau even lain.

Mereka biasanya bisa membuat ribuan kantong per minggu untuk pesanan. Sebulan, bisa membuat 5.000 kantong.

Lokasi Desa Ciheulang berada di perbatasan Kecamatan Ciparay dan Baleendah. Lokasnya jika dari arah Baleendah berada di sebelah kanan. Dari jalan utama masuk ke jalan desa.

Suasana di sana tidak seperti sentra perajin kebanyakan. Tak terlihat toko yang menjajakan kantong.

Mereka bekerja di rumah tanpa memajang tas. Hanya sebuah plang penunjuk di gerbang jalan desa yang terlihat dari jalan Baleendah-Ciparay, sebagia penujuk.

Perajin Tas yang Awalnya Memaklun

Jalaludin satu di atara puluhan perajin tas di sana. Bapak berputra tiga ini membuka konfeksi tas dengan memaklun tas dari sebuah pabrik di Taman Kopo Indah.

“Kalau ngamaklun selama tiga tahunan, kalau mulai membuka usaha sendiri satu tahunan,” kata Jalaludin.

Dari cara maklum itu, Jalaludin mengaku mendapat pelajaran berharga. Setelah merasa bisa, dia membuka konveksi miliknya sendiri di rumahnya.

Jalaludin tadinya tak berniat menjadi perajin tas. Namun, pengalamannya bekerja membawanya untuk menggeluti bidang konveksi. Dia tadinya bekerja di sebuah perusahaan provider telekomunikasi.

“Saya memutuskan keluar karena ternyata bekerja menjadi pengusaha itu lebih enak. Makanya, saya memutuskan keluar dari pekerjaan,” kata Jalaludin dikutip dari Tribun Jabar.

Jalaludin membuat keputusan itu karena di lingkungan keluarganya pun banyak menjadi pengusaha tas. Namun mereka bukan di Ciheulang, melainkan tinggal di Kampung Cilame, Desa Narawita, Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Categories
Wisata

Wisata Quran di Kiaracondong, Pengunjung Diedukasi Cara Cetak Alquran

Wisata Quran di Kiaracondong, Kota Bandung menawarkan kepada pengunjung mengenai wawasan tentang Al-Qur’an. Termasuk bisa melihat proses produksi Al-Qur’an.

Program Wisata Al-Qur’an merupakan upaya mengedukasi masyarakat bagaimana proses pembuatan Al-Qur’an.

Pengunjung Wisata Quran bakal bisa melihat video-video tentang seluk beluk Al-Qur’an. Di sana pun bisa melihat adab membuat Al-Qur’an, praktek menghafal Al-Qur’an, menulis Al-Qur’an, dan motivasi Al-Qur’an.

Kemudian pengujung diajak tur melihat langsung proses pembuatan Al-Qur’an dari mulai konsep sampai finishing. Dimulai dengan mengunjungi ruang kreatif tempat Al-Qur’an ini dibuat.

Di dalam ruang kreatif ini terbagi menjadi beberapa bagian. Mulai dari layout naskah Al-Qur’an, memeriksa khat/tulisan Al-Qur’an, dan pembuatan gambar-gambar kartun. Semua itu nantinya untuk akan dibuat menjadi buku-buku cerita islami.

Dalam laman syaamilquran.com disebutkan, semua Al-Qur’an yang hendak dicetak diproses menggunakan komputer grafis. Sebelum naskah Al-Qur’an ini naik cetak barulah tim QC (Quality Control) memeriksa setiap huruf Al-Qur’an tersebut.

Pengunjung akhirnya dibawa ke tempat produksi Al-Qur’an. Di sana terdapat tiga mesin besar 4 warna yang mempunyai kecepatan 9.000 lembar per jam.

Pengunjung pun diajak melihat proses lipat, jahit, pembuatan cover hingga proses packing, dan siap didistribusikan ke seluruh Indonesia

Tidak hanya orang Bandung dan Indonesia, dari luar negeri juga ada yang berkunjung ke sana. Di antaranya dari Malaysia, Turki, Arab Saudi, dan India.

Wisata Quran Pernah Dikunjungi UAS

Mereka yang pernah datag ke sini, kata Apud, di antaranya Ahmad Heryawan (mantan gubernur Jawa Barat). Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) pun berkesempatan berkunjung. Kemudian Oded M Danial (Wali Kota Bandung), dan Yana Mulayana (Wakil Wali Kota Bandung).

Dalam laman resmi Wisata Quran, diceritakan Abdul Somad melihat
langsung proses produksi Mushaf Al-Qur’an yang ada di Syaamil Quran, dari proses desain, layout, hingga printing dan finishing.

UAS mendapat penjelasan langsung dari Chairman Syaamil Group Riza Zacharias, dari mulai adab pengerjaan sampai sejarah berdirinya Syaamil Quran.

“Masya Allah, Sunguh luar biasa kepada kawan-kawan di Syaamil Quran yang mencetak Al-Qur’an. Mereka mencetak ayat demi ayat, berapa pahala yang mereka dapat,” kata Ustaz Abdul Somad di laman Syaamil Quran.

Categories
Belanja

Telur Asin Bandung yang Rasanya Gurih Dibuat di Derwati

TELUR asin dalah lauk untuk nasi. Rasanya yang gurih dan sedikit asin menjadikannya banyak yang menyukainya. Biasanya dijadikan menu untuk hajatan.

Di Bandung terdapat sentra telur asin. Lokasinya di Babakan Karet, Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Kawasann ini tak jauh dari jalan Derwati.

Untuk menemukan sentra telur asin di sana tidak mudah. Pasalnya, para perajin tidak membuka toko atau warung khusus. Para perajin membuatnya di rumah masing-masing.

Ayi Muhamad Kholidin (50) misalnya. Dia memanfaatkan halaman rumahnya untuk memproduksinya. Rumah Ayi berada di Babakan Karet, Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Begitu juga dengan Rina Suminar (34). Dia juga memanfaatkan halaman rumah di gang di Babakan Karet, Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Dia bersama keluarganya setiap hari membuat telur asin

Ayi sudah lama menjadi perajin telur asin. Dia mempertahankan warisan orang tuanya. Menurutnya perajin makanan ini di Derwati sudah ada sejak 1950-an. Kala itu, kata Ayi, nenek moyangnya adalah petani bebek sekaligus juga perajin telur asin.

AYI Muhamad Kholidin (50), perajin di Derwati, memasarkan telur asinnya ke pasar-pasar di Kota Bandung, seperti ke Pasar Gedebage, Ujungberung, Cicadas, Ciroyom, Kordon, dan Kiara Condong.

Selain ke pasar-pasar, pabrik-pabrik pun menjadi sasaran Ayi untuk memasarkan telurnya. Dia menyebut sebuah pabrik BUMN memesan kepadanya sebanyak 3.000 sampai 4.000 telor per minggungnya. Bahkan, sebelumnya bisa mencapai 8.000 butir.

Telur Ayi Dijual Lewat Distributor

Untuk memasarkannya, Ayi memiliki tiga distributor yang selalu rutin mengambilnya kepadanya. “Saya hanya penyedia barang,” kata Ayi di rumahnya, Babakan Karet, Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Rabu (4/3/2020).

Ayi menjual produksinya Rp 2.500-2.700 per butirnya. Namun, katanya, bisa menyampai 3.000, tergantung banyak pesanannya, kalau pesanannya banyak harganya bisa lebih murah.

Jangan membayangkan kawasan Derwati seperti sekarang. Dulu, kata Ayi, sawah-sawah masih banyak di sana. Namun, seiring dengan waktu persawahan mulai menghilang tergerus perumahan dan pabrik-pabrik.

Meski sawah sudah berkurang dan telur sebagai bahan baku mulai sulit diperoleh di kawasan Derwati, Ayi tetap bertahan. Banyak cara yang dilakukan Ayi termasuk mendatangkan bahan baku dari Karawang, Brebes, atau bahkan dari Blitar

Categories
Belanja

Barang Antik di Pasar Nostalgia Ada yang Didatangkan dari Eropa

Barang antik bisa diperoleh di Pasar Nostalgia, Perumahan Batununggal, Kota Bandung. Di Pasar Nostalgia ini terdapat bermacam-macam barang bekas. Mulai dari sepeda, baju, hingga pernak-pernik Jepang.

Pasar Nostalgia ini masih berada di Komples Pasar Modern. Suasananya sepi dan bersih. Dan kios hingga jualannya terlihat rapi.

Para penjual barang antik untuk mengumpulkan barang-barangnya harus mencari ke tempat-tempat yang jauh. Bahkan harus ada yang ke Serbia untuk mendapatkasn sepeda antik buatan Eropa.

Mang Ucing (51) misalnya. Penjual barang antik ini menjadikanjarak bukan halangan demi barang-barang antik. Kawasan Eropa pun menjadi tujuannya untuk mencari sepeda motor dan sepeda antik.

“Dulu waktu ke Serbia saya membeli sepeda itu dan membawanya ke sini,” kata Mang Ucing dikutip dari Tribun Jabar.

Mang Ucing penah membeli sepeda motor model JAP tahun 1927 dari Jerman. Mang Ucing memanfaatkan internet untuk mendapatkan sepeda motor itu.

Sepeda Motor tersebut harganya Rp 120 juta. Sepeda motor dikirim lewat jasa kurir dari Jerman. Kondisinya tidak bisa jalan dan keadannya masih orisinil. Catnya sudah mulai terkelupas.

Sepeda yang bergantungan di tokonya pun merupakan buatan negara-negara Eropa, seperti dari Rusia, Jerman, dan Inggris. Sepeda-sepeda itu, Mang Ucing dapatkan dengan cara berburu melalui internet ataupun informasi dari rekan-rekannya.

Tuti Bahar (53), pejual barang antik, punya cara lain untuk mendapatkan barang langka dan antik. Dia yang menjual barang langka khas dari Jepang mendatangkan barang-barangnya langsung dari Jepang.

Barang Antik dan Langka dari Jepang

“Kebetulan suami saya pernah tinggal di Jepang. Jadi dua bulan sekali membeli barang-barang tersebut,” kata Ibu Bahar di Pasar Nostalgia, Perumahan Batununggal, Kota Bandung, Kamis (23/1/2020).

Suami Ibu Tuti, Bahar, mendatangi pelelangan-pelelangan yang ada di kota-kota Jepang. Dalam pelelangan itu, Bahar mendapatkan barang langka yang kemudian dikirim lewat jasa kurir, dan menjualnya di Bandung.

“Nggak hanya di Tokyo, kota-kotanya pindah-pindah, seperti di Chiba. Bapak kan pernah tinggal di sana, jadi dapat informasi dari teman-temannya,” kata warga Sanggar Hurip, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung ini.

Tuti menjual porselen khas Jepang, seperti piring, guci, dan gentong. Pernak-pernik khas Jepang juga terlihat dipajang di tokonya. Kemudian baju-baju dari Jepang ikut menyemarakkan toko yang bertemakan Jepang ini.

Categories
Kuliner

Gurilem, Kerupuk Khas Cililin, yang Gurih dan Pelem

ANDA penyuka kerupuk pedas? Jangan melupakan kerupuk gurilem alias guris pelem khas Cililin. Jika penasaran, silakan kunjung pabriknya di Kampung Pasir Meong, Desa Cililin, Kampung Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Sudah bukah rahasia lagi, kerupuk ini sangat disukai tua dan muda, kaya dan miskin, karena rasanya yang gurih dan pedas.

Kerupuk gurilem banyak pilihan rasa, ada rasa orisinal, pedas, rasa kacang, keju, kelapa, dan lain-lain.

Namun, kerupuk gurilem yang menjadi favorit adalah kerupuk rasa orisinal kacang bawang dan kerupuk rasa pedas.

Kerupuk ini sudah diproduksi sejak 1975. Namun kerupuk gurilem semakin populer sejak 2010-an.

Pembelinya semakin ramai dan banyak mendatangi toko-toko kerupuk di Kampung Pasir Meong dan sekitarnya. Terutama wisatawan yang membelinya untuk oleh-oleh. Biasanya mereka datang pada Sabtu dan Minggu.

Penjual kerupuk ini mulai terlihat sejak memasuki kawasan Cililin. Kerupuk-kerupuk ini bergelantungan di depan warung-warung yang menjual oleh-oleh. Kerupuk-kerupuk itu merupakan buatan Pasir Meong.

Selain dipajang di warung-warang sepanjang jalan Cililin, kerupik ini dijajakan penjualnyanya menggunakan sepeda motor. Bahkan ada yang selain menjual kerupuk juga menjual tahu.

Kerupuk ini buatan Kampung Pasir Meong harganya relatif murah. Di pasar, kerupuk ini dijual Rp 5.000 hingga 10.000 per plastik. Sedangkan dari pabriknya, kerupuk ini dijual 2.500 per kantung plastik.

Kerupuk tersebut dikemas sederhana. Tak ada cap di plastik kerupuk buatan Pasri Meong. Supaya kemasan kerupuk rapat, plastik diikat menggunakan karet gelang.

Pabrik Kerupuk Gurilem

Di Pasir Meong terdapat dua jenis pabrik kerupuk ini. Ada pabrik yang khusus membubuinya. Kemudian pabrik lainnya adalah memproduksi kerupuk mulai dari pengadonan hinga proses pengorengan.

Tidak jelas kerupuk asal Cililin diberi nama kerupuk gurilem. Kerupuk ini memiliki nama-nama macam-macam, selain gurilem, ada juga yang menyebut kerupuk cacing, kerupuk jendil, pilus, kerupuk panjang, dan lain-lain.

Kerupuk gurilem, kini, tidak hanya beredar di Cililin. Penjual kerupuk ini sudah menyebar ke mana-mana. Bahksa, sekarang, sudah ada yang menjualnya dengan kemasan lebih menarik. Kemasan dibubuhi mereka dan terbungkus dalam plastik yang bagus.