Categories
Taman

Taman Superhero, Ada Superman dan Gatotkaca

INGIN bertemu Batman, Superman, Spiderman, Gatotkaca, atau Gundala Putra Petir? Datang saja ke Kota Bandung. Di kota ini sebentar lagi akan punya taman baru yang diberi nama Taman Superhero. Tapi tentu saja para superheronya bukan betulan melainkan replikan berupa patung.

Taman unik ini berada di Jalan Anggrek tak jauh dari Jalan LLRE Martadinata atau Jalan Riau. Taman tersebut luas 600 meter per segi. Dengan menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 200 juta.

Selain patung-patung superhero di taman itu dilengkapi arena permainan anak-anak.   Kemudian lapangan voli, dan akan dilengkapi juga dengan therapis stone, toilet portabel dan fasilitas lainnya.

Pengunjung Taman Superhero Disambut Gatotkaca

Di gerbang taman superhero  para pengunjung akan disambut patung Gatotkaca yang berdiri gagah. Patung Gatotkaca yang berwarna hitam itu menjadi daya tarik warga untuk berkunjung ke taman ini.

Diberitakan Tribun, Senin (18/1/2015),  taman ini belum selesai sepenuhnya. Ada beberapa patung yang belum ditampilkan di taman ini.

“Sebenarnya akan ada lima patung. Patung Superman sedang diperbaiki. Nanti juga ada Gundala Putra Petir. Kita ingin mencampurkan tokoh hero fiksi luar negeri dengan Indonesia. Jadi, supaya tokoh lokalnya tetap ada,” ujar Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung, Arief Prasetiya seperti dikutip Tribun.

Menurut  Arief kepada Tribun, Pemkot Bandung hanya menata ulang lahan-lahan yang sudah ada untuk dijadikan taman. Menurut Arief, pada tahun 2015 ini pihaknya akan menambah ruang terbuka hijau yang difokuskan kepada taman-taman yang berada di tiap-tiap RW.

Sebelumnya Kota Bandung telah merevitalisasi beberapa taman, seperti Taman Musik di Jalan Belitung, Taman Lansia di Jalan Cilaki, Taman Pasupati di kolong jalan layang Pasupati, dan Taman Foto di Jalan Cempaka. *

Categories
Taman

Alun-alun Bandung, Rumput Sintetis Telah Membentang

KERJA Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dapat pujian. Setelah meresmikan kembali Alun-alun Bandung, semua orang berdecak kagum. Warga menganggap Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, telah berhasil mengembalikan fungsi alun-alun sebenarnya.

Dalam Wikipedia, alun-alun disebutkan sebagai lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan kegiatan masyarakat yang beragam. Beberapa hari, setelah peresmian pada 31 Desember 2015, fungsinya mulai terlihat. Warga kini secara bebas menikmati Alun-alun Kota Bandung.

Rumput sintetis yang terhampar di lahan 4.800 meter per segi itu kini menjadi tujuan favorit warga Kota Bandung. Mereka membawa keluarganya sekadar menikmati rumput buatan tersebut. Mereka tidak peduli meski harus membuka alas kaki jika ingin menginjak rumput sintetis.

Keseluruhan luas Alun-alun sebetulnya 1,2 hektare, namun hanya 4.800 meter per segi yang berumput sintetis. Lahan lainnya diisi  pot bunga, taman,  tempat bermain, tempat berjalan, dan tempat duduk. Kursi tempat duduk dipasang di trotoar yang mengeliling Alun-alun.

Trotoarnya terbuat dari granit alam dilengkapi tong sampah tak jauh dari kursi.  Di Alun-alun  Jalan Asia Afrika dibangun selter angkutan umum  yang diklaim terpanjang di dunia. Di selter itu ada tulisan besar, “Taman Alun-alun Bandung”.

Peresmian Alun-alun Bandung Disambut Antusias

Saat persemian disambut antusias oleh warga. Ribuan orang tumplek di alun-alun menikmati suasana baru. Pada peresmian itu  Emil secara simbolik melepas  balon gas ke udara.

“Taman istimewa ini salah satu persembahan untuk warga. Silakan gunakan. Jaga etika dan jaga kebersihan,” ucap Emil dalam sambutannya.  Emil juga meminta kepada warga untuk menjaga aset berharga tersebut.

Alasan menggunakan rumpur sintetis, kata Emil karena  taman seluas 1.2000 meter persegi itu berdiri di atap sebuah bangunan parkir yang terbuat dari  beton, tidak memungkinkan untuk menanam rumput asli.

Alun-alun Bandung telah menjadi tempat favorit warga Kota Bandung. Mereka beramai-ramain memanfaat rumput sintetis untuk bermain, duduk dan bercengkrama. Mereka rela membuka sandal atau sepatu agar rumput itu tetap bersih. *

*

Categories
Taman

Taman Lalu Lintas, Pengunjung Rombongan Harga Tiketnya Didiskon

Taman Lalu Lintas adalah salah satu taman yang diserbu masyarakat pada Hari Raya Idulfitri.  Berdasarkan catatan Kompas.com, ketika libur Lebaran 2014, tak kurang 10.000 pengunjung memadati lokasi tempat rekreasi tersebut pada hari kedua Lebaran, Selasa (29/7/2014).

Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution (TLL-AISN) tetap menjadi favorit  kendati tempat wisata semakin menjamur di Kota Bandung.

Taman ini berada di Jalan Belitung No. 1 Bandung. Letaknya dikelilingi Jalan Belitung, Jalan Aceh,  Jalan Sumatera dan Jalan Kalimantan. Tidak terlalu jauh dari pusat keramaian di kawasan Jalan Merdeka, dan pusat pemerintahan Kota Bandung, Balai Kota.

Taman ini diresmikan pada 1 Maret 1958.  Pada 1965 Taman Lalu Lintas ini diberi nama Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, berdasarkan Surat Keputusan DPRD-GR Kotamadya Bandung tanggal 20 November 1965 No. 18660/65.

Ade Irma Suryani adalah putri bungsu Jendral AH Nasution yang terbunuh dalam peristiwa G 30 S PKI. Ade yang berumur 5 tahun tertembak ketika berusaha menjadi tameng ayahandanya.

Taman Lalu Lintas Dulu Bernama Insulinde Park

Sebelum menjadi Taman Lalu Lintas taman itu bernama Insulinde Park. Kemudian namanya berubah lagi  menjadi Taman Nusantata

Taman ini  berada di atas lahan seluas 3,5 Ha. Di lahan tersebut terdapat kir-kira 1.000 pohon dan taman bunga, termasuk pohon langka yang indah yang bisa  membuat nyaman taman ini.

Di taman ini anak-anak bisa  menggowes  sepeda dan kendaraan mini di jalur buatan yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas. Sarana rekreasi lainnya yang bisa dinikmati adalah kereta api mini, kolam renang, kerosel, kolam pancing, sepeda mini, alat mainan stasionary, mobil batere, mandi bola,  dan playground.

Jika pada tahun sebelumnya harga tiket masuk ke taman ini hanya Rp 6.000 per orang, tahun ini harganya menjadi Rp. 7.500 per orang. Harga tersebut sudah termasuk donasi untuk PMI.

Bagi pengunjung yang datang secara rombongan, ada  potongan harga tiket masuk dan untuk beberapa alat mainan yang tersedia. Sedangkan panti asuhan akan mendapatkan penawaran spesial, yaitu tidak dikenakan bayaran. *

Sumber: http://tamanlalulintas-bandung.blogspot.com/2012/11/rekreasi.html?m=1

Categories
Taman

Taman Film, Tempat Nonton Bersama Persib Bertanding

TAMAN yang ini hanya ada di Kota Bandung. Namanya Taman Film. Wali Kota Bandung Ridwan mendirikan taman ini untuk memberikan kenyamana pada warganya. Sejak terpilih menjadi wali kota lulusan Universitas California, Berkeley, ini rajin sekali membangun taman tematik di kota ini.

Taman Film berada di bawah jalan layang Pasupati, Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. Taman yang dibangun khusus untuk warga Kota Bandung untuk menonton film ini memiliki luas 1300 meter persegi dan berkapasitas 500 orang penonton.

Taman Film
Taman Film. | Foto serbabandung,com #serbabandung

Untuk layar film, taman ini dilengkapi teknologi videotron raksasa berukuran 4×8 meter. Telinga penonton juga bakal dimanjakan oleh sound sistem berkualitas jempol dengan kekuatan daya listrik 3.3000 watt.

Penonton semakin nyaman karena bebas memilih tempat duduk. Bisa duduk  di tempat duduk beton bergaya terasering sawah. Bisa juga lesehan di atas rumput sintetis di depan layar. Lagi pula untuk masuk ke taman ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Karpet di Taman Film Mudah Terbakar

Tapi meski gratis ada syarat-syarat yang harus dipenuhi warga yang ingin menonton di sana. Apa itu? Tidak berat, asal tidak merokok dan tidak buang sampah sembarangan. “Karpetnya mudah terbakar,” kata Emil dalam sambutannya saat peluncuran taman tersebut, Minggu (14/9/2014) sore.

Membangun Taman Film ini tidak murah, mencapai satu miliar rupiah. Namun, menurut Emil, untuk membangun taman ini tidak menggunakan anggran pendadapatan dan belanja daerah (APBD). Dananya diperoleh dari corporate social responsibility  (CSR) beberapa perusahaan.

Di sini para bobotoh  bisa menonton barsama pertandingan Persib, saat  tim kesayangan warga Jawa Barat ini bermain di kandang lawan. Terkait ini Ridwan Kamil wanti-wanti agar para bobotoh tetap menjaga taman kebanggaan warga Bandung ini.

Tama Film masih satu paket dengan taman lain yang berada di bawah jalan layang pasupati ini. Sebelum ke Taman Film pengunjungbisa menikmati Taman Jomblo dan Taman Skate Board. Taman Jomblo adalah taman yang terdiri dari tembok-tembok untuk tempat duduk, Mengapa disebut Taman Jomblo karen kursi yang terbuat dari tembok tersebut hanya cukup untuk satu orang, *