Perpustakaan Gasibu, Tempat Nyaman Bagi yang Hobi Membaca

Setelah Lapanngan Gasibu bersolek, tempat favorit yang senang berolahraga ini menjadi lain dari kondisi sebelumnya. Yang menarik di pojok dekat Jalan Surapati dan belokan Jalan Gazebo ada bangunan mungil dan berbentuk setengah lingkaran. Bangunan tersebut adalah sebuah perpustakaan. Siapa pun yang senang membaca bisa masuk ke sana. Namanya Perpustakaan Gasibu.

Perpustakaan Gasibu diresmikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Herwayawan pada 16 September 2016. Di prasasti tanda tangan gubernur tertulis bahwa perpustakaan ini merupakan bantuan dari Corporate Social Responsibility bank bjb. Adapun pengelolaannya langsung di bawah Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat yang berkantor di Jalan Kawaluyaan, Soekarno Hatta.

Yang berminat mengunjungi Perpustakaan Gasibu tidak dipungut biaya. Siapa pun boleh masuk asal menjaga ketertiban. Jangan lupa sebelum masuk buka sepatu atau sandal dan menyimpan tas atau helm di loker yang telah disediakan. Jangan takut hilang karena lokernya terkunci dan bisa kuncinya bisa dibawa.

Perpustakaan Gasibu
Perpustakaan Gasibu. | Foto serbabandung.com.

Bagi yang ingin membaca buku di sana, perpustakaan ini menyediakan sofa melingkar dan kursi untuk membaca. Bahkan beberapa remaja yang berkunjung ke sana, Selasa (11/4/2017), terlihat duduk di lantai yang bersih. Tiga orang ABG lainnya asyik bersenda gurau sambil memegang buku di sofa berwarna putih.

Rak-rak bukunya terisi penuh buku-buku yang bisa dipilih pengunjung. Di sana juga tersedia 10 perangkat komputer untuk membaca e-book yang telah disediakan pengelola perpustakaan. Komputer tersebut terkoneksi internet yang hanya bisa mengakses untuk membuka dan membaca e-book.

Buku di Perpustakaan Gasibu

Buku yang tersedia di Perpustakaan Gasibu ada 3.500 ribu buku. Semua buku-buku tersebut termasuk komputernya merupakan bantuan dari Corporate Social Responsibility bank bjb. Buku-buku tersebut bisa juga dipinjam di bawa ke rumah asalkan telah menjadi anggota.

Untuk menjadi anggota, peminat harus datang ke Perpustakaan Kawaluyaan, dengan membawa syarat-syarat seperti KTP atau surat domisili buat warga luar Bandung. “Silakan saja datang ke Jalan Kawaluyaan kalau mau jadi anggota perpustakaan,” kata petugas yang berjaga pada Selasa itu.

Perpustakaan Gasibu buka setiap hari pada pukul 09.00-19.00. Khusus untuk Sabtu buka pukul 09.00-16,00 dan Minggu buka pada pukul 06.00-12.00. Jadi khusus hari Minggu, yang senang berolahraga pagi setelah berlelah-lelah bisa langsung membaca buku di perpustakaan tersebut. *

Perpustakaan Kineruku, Rumah Kedua Bagi yang Hobi Membaca

BAGI yang suka berjalan-jalan ke perpustakaan, Perpustakaan Kineruku yang berada di Jalan Hegarmanah 52, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, patut dicoba. Di sini bukan sekadar menawarkan buku untuk dibaca, tetapi suasana yang nyaman menjadi tawaran istimewa perpustakaan tersebut.

Pengunjung tak hanya diberikan kesunyian seperti kebanyakan di perpustakaan. Di sini ada “ruang” khusus bagi yang suka membaca di tempat terbuka. Halaman belakang Kineruku tersedia sofa yang dirindangi pepohonan. Tempat ini sangat nyaman untuk menuntaskan membaca sebuah buku.

Halaman ini pun tak hanya bisa digunakan untuk membaca buku. Pengelola sering menggelar “layar tancap” dan konser mini bagi para pengunjuang. Film dan musiknya bisa dari berbagai genre yang tersedia di sana. Kineraku memang tak hanya menyediakan buku tetapi juga ada CD musik dan film yang dapat disewa atau dibeli para pengunjung.

Perpustakaan Kineruku
Perpustakaan Kineruku. | Foto http://kineruku.com

Kineruku bukan sebuah gedung layaknya perpustakaan. Tampak depan bangunannya seperti rumah-rumah pada umumnya. Nuansa perpustakaan baru terasa ketika pengunjung masuk. Di dalam rumah tersebut berjejer rak-rak yang berisi buku dan CD. Para pengunjung bisa memilihnya sebelum memutuskan untuk meminjam atau membacanya di sana.

Ada ribuan buku yang tersedia di Kineruku. Jenisnya pun bermacam-macam, seperti filsafat, sastra, budaya, desain, arsitektur, fiksi, biografi, buku-buku anak dan lain-lain. Buku-buku itu tertata rapi di rak-rak kayu di ruang utama.

Dalam laman resminya, http://kineruku.com/about/, disebutkan Kineruku berdiri pada 29 Maret 2003. Awalnya bernama Rumah Buku Kineruku. Pada Januari 2012 berubah menjadi Kinkaru saja. Pendirian perpustakaan ini terinspirasi ketika seorang pendirinya studi di Chicago. Di sana, dia banyak terlihat toko-toko dan perpustakaan yang banyak dikunjungi orang.

Sepulangnya ke Indonesia, dia mewujudkan perpustaakan itu di sebuah rumah kosong peninggalan kakek pendiri tersebut. Kineruku didirikan sebagai alternatif pusat referensi buku-musik-film di mana publik bisa mengaksesnya dengan mudah.

Perpustakaan ini pun dirancang untuk mengubah anggapan sebagian kalangan bahwa perpustakaan adalah sesuatu yang angker dan kurang bersahabat. Untuk itu Kineruku sengaja dirancang senyaman mungkin, dengan konsep seperti rumah. Poinnya, pengelola Kineruku berharap pengunjung menganggap perpustakaan ini sebagai rumah kedua.

Jadi Anggota di Perpustakaan Kineruku

Untuk bisa meminjam buku, cd atau pun yang lain, harus menjadi anggota dulu. Datang saja ke Kineruku dengan membawa kartu identitas KTP, dan mengisi formulir keanggotaan. Jenis keanggotaan di Kineruku ada A dan B. Keanggotaan jenis A untuk meminjam buku-buku berlabel kuning, sedangkan B untuk buku-buku berlabel kuning dan biru. Biaya pendaftaran untuk keanggotaan A adalah Rp 45.000 dan keanggotaan B adalah Rp 95.000. Keanggotaan Kineruku berlaku untuk seumur hidup. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di http://kineruku.com/.

Di Mana Saja Perpustakaan di Bandung? Ini Informasinya

BAGI yang suka membaca, perpustakaan adalah tempat yang paling dicari.  Beruntung bagi warga Bandung karena perpustakaan di Bandung sudah banyak yang representatif. Bahkan kemungkinan akan terus ditambah sesuai program pemerintah Kota Bandung yang mencanangkan Bandung sebagai Kota Buku pada 2017.

Tak hanya perpustakaan besar, perpustakaan mini, yang lebih sering disebut micro library, kini tengah didirikan di berbagai tempat. Pepustakaan mini terbaru adalah yang berada di RW 02 Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo. Micro library itu terbuat dari ember es krim.

Suasana yang nyaman di Perpustakaan anak di Jalan Kawaluyaan Bandung. | Foto serbabandung #serbabandung
Suasana yang nyaman di Perpustakaan anak di Jalan Kawaluyaan Bandung. | Foto serbabandung #serbabandung

Micro library lainnya ada di Taman Tongkeng. Taman Bacaan ini dikelola Masyarakat GSSI (Generasi Semangat Selalu Ikhlas) bersama pemerintah. GSSI adalah sebuah komunitas pemberdayaan kaum ibu. Setiap Minggu pagi anak-anak memanfaatkan taman ini untuk kegiatan belajar.

Perpustakaan yang dikelola warga Bandung banyak sekali. Mulai yang masuk kategori mini, menengah, dan besar. Bahkan ada perpustakaan yang dijalankan dalam sebuah roda dorong yang dimodivikasi warga yang peduli.

Perpustakaan di Bandung  yang belum lama diresmikan adalah Perpustakaan Ajip Rosidi yang diresmikan pada Sabtu (15/8/2015). Perpustakaan ini berada di Jalan Garut No 2 Bandung. Koleksi bukunya terdiri dari buku-buku tentang Sunda. Jumlahnya mencapai 60.000 buku.

Perpustakaan lainnya di Bandung adalah Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat. Perpustakaan ini berada di Jalan Kawulayaan Indah II No.4, Soekarno Hatta, Bandung. Perpustakaan ini berada di Kompleks kantor Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Di Gedung Merdeka juga ada perpustakaan. Tepatnya di bagian belakang gedung bersejarah tersebut. Untuk ke sini bisa melalui pintu samping museum di Jl. Braga, tak jauh dari Gedung New Majestic. Di sini tersedia buku sejarah, sosial, politik, dan budaya Negara-negara Asia Afrika, dan negara-negara lainnya.

Di Jalan Margawangi VII No. 5 Margacinta ada Rumah Baca Buku Sunda (RBBS). Meski namanya ada Sunda-nya, di perpustakaan ini tersedia bermacam-macam buku, seperti politik, sosial, budaya, dan seni. Pemilik perpustakaan ini Mamat Sasmita yang kerap kali dipanggil Wa Sas.

Ternyata masih banyak perpustakaan yang dikelola pemerintah maupun swadaya masyarat di kota ini. Perpustakaan apa saja, di mana saja? Tunggu tulisan selanjutnya. *

Perpustakaan di Bandung

  • Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa
    Kompleks Kantor Badan Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat
    Jl. Kawaluyaan Indah II No. 4 Bandung 40285-40286
    Telp. +62 22 7320048
    Faks. +62 22 7320049
    bapusipda.jabarprov.go.id
    bapusipda@jabarprov.go.id
  • Rumah Baca Buku Sunda
    Jalan Margawangi VII No.5 Margacinta Bandung 40287
    http://rumahbacabukusunda.blogspot.com/
  • Perpustakaan di bagian belakang Gedung Merdeka Jalan Braga Bandung.
    Jam buka: Senin – Jumat 08.00 – 16.00
  • Bale Pustaka
    Jalan Jawa No.6 Bandung
  • Perpustakaan Ajip Rosidi
    Jalan Garut No 2 Bandung

Perpustakaan Kawaluyaan Tempat Nyaman untuk Pemburu Buku

INGAT dulu waktu bikin skripsi sering bolak balik ke perpustakaan Jalan Soekarno Hatta dekat Uninus. Saat itu tidak terlalu memperhatikan perpustakaan ini milik siapa, yang penting bisa mendapatkan data, mencatatnya, kemudian pergi. Tapi katanya sejak 23 Februari 2013 perpustakaan itu telah dipindahkan ke Jalan Kawaluyaan Indah II No.4, Soekarno Hatta, Bandung, di dekat perumaham Metro Jalan Soekarno Hatta. Perpustakaan ini sering disebut Perpustakaan Kawaluyaan.

Ternyata saat datang ke Kawaluyaan, Sabtu (5/9/2015), wow, gedung perpustakaannya beda banget dengan yang di Soekarno Hatta sana. Bangunan berlantai 4 ini didominasi kaca berwarna hijau. Gedungnya tidak di tepi Jalan Soekarno Hatt, namun sebelum masuk ke Jalan Kawaluyaan ada plang petunjuk arah ke perpustakaan itu.

Perpustakaan Kawaluyaan
Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat di Jalan Kawaluyaan Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Usut punya usut ternyata perpustakaan yang sering dikunjungi dulu adalah Perpustakaan Nasional Provinsi Jawa Barat yang pada 12 April 2002 berubah menjadi Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat. Nah perpustakaan Kawulayaan itu adalah Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Petugas di sana menjelaskan perpustakaan yang di Jalan Soekarno Hatta masih ada. Namun, katanya, sebagian besar buku-bukunya diboyong ke Kawaluayaan. Perpustakaan yang di Jalan Soekarno Hatta No 629 tetap berfungsi sebagai perpustakaan, tapi terbatas. Petugas itu menyebutnya perpustakaan deposit.

Perpustakaan Kawaluyaan  terbagi menjadi empat ruang baca. Di lantai satu adalah untuk buku anak-anak. Untuk memberikan kenyamanan pada para pengunjung di sini disediakan serodotan. Disediakan juga pictorial book, ensiklopedia, novel anak, dan buku-buku lama. Untuk ensiklopedia hanya boleh di sana saja, tidak boleh dipinjam ke rumah.

Di lantai dua tersedia dua ruangan masing-masing ruang baca dewasa 1 dan dan dewasa 2. Di ruang baca tersedia novel remaja, juga tersedia buku dari berbagai disiplin ilmu. Bahkan ada buku berkebun. Di sini juga terdapat buku biografi.

Kalau di lantai 3, tempat menyimpan majalah dan surat kabar. “Kalau di lantai 4 untuk aula,” kata petugas tadi.

Perpustakaan ini buka dari Senin-Jumat mulai pukul 08.00 – 21.00. Sedangkan hari Sabtu buka mulai 08.00 hingga pukul 16.00. Waktu istirahat pukul 11.45 – 12.45. Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat menyediakan perpustakaan keliling setiap Minggu mulai pukul 06.00-11.30 di di Sabuga/Tegallega.

Warga juga bisa menjadi anggota di perpustakaan ini. Syarat-syaratnya adalah mengumpulkan
foto 2×3 cm sebanyak 4 buah (berwarna), Fotokopi KTP sebanyak 1 buah. Jika pelajar/mahasiswa lampirkan kartu tanda siswa/mahasiswa.

Sedangkan untuk Anak-anak yang belum mempunyai KTP lampirkan fotokopi KTP orang tua. Untuk yang kost/kontrak rumah (Luar Daerah) lampirkan KTP pemilik rumah/surat keterangan RT/RW setempat. Jika Persyaratan sudah ada, isilah formulir di komputer pendaftaran sesuai dengan data dengan jelas.

Syarat Anggota Perpustakaan Kawaluyaan

  • Mengumpulkan pas foto 2×3 cm sebanyak 4 buah (berwarna)
  • Fotokopi KTP sebanyak 1 buah
  • Jika Pelajar/Mahasiswa lampirkan Kartu Tanda Siswa/Mahasiswa
  • Untuk Anak-anak yang belum mempunyai KTP lampirkan fotokopi KTP orang tua
  • Untuk yang kost/kontrak rumah (Luar Daerah) lampirkan KTP pemilik rumah/surat keterangan RT/RW setempat
  • Isilah formulir di komputer pendaftaran sesuai dengan data dengan jelas.

Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat

Jalan Kawaluyaan Indah II No. 4 Bandung 40285-40286
Telp. +62 22 7320048
Faks. +62 22 7320049
bapusipda.jabarprov.go.id
bapusipda@jabarprov.go.id

Perpustakaan Mini dari Ember di Kelurahan Arjuna

ADA yang baru di Bandung. Sabtu (5/9/2015) Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meresmikannya. Sebuah perpustakaan  mini, orang menyebutnya microlibrary. Perpustakaan itu dibangun di RW 02, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo.

Microlibrary tersebut merupakan perpustakaan yang pertama terbuat dari ember es krim. Ember bekas es krim yang tersusun tersebut jumlahnya mencapai 2.000 ember. Untuk menyelesaikannya membutuhkan waktu 3 bulan karena untuk mendapatkan ribuan ember bekas es krim tersebut cukup sulit.

Perspustakaan Mini di Kelurahan Arjuna Bandung. Foto | jabar.tribunnews.com
Perspustakaan Mini di Kelurahan Arjuna Bandung. Foto | jabar.tribunnews.com

Dinding ember es krim bukan hanya berguna sebagai sirkulasi tapi lubang di antara susunan ember es krim yang menutup bangunan membentuk pola yang disebut binary code. Kode tersebut kalau diterjemahkan membentuk sebuah kalimat, “‘buku adalah jendela dunia”.

Microlibrary tersebut didesain oleh arsitek Daliana Suryawinata dan Florian Heinzelmann dari SHAU Architecture and Urbanism Bandung.

Bangunan itu terdiri dari dua lantai. Perpustakaan yang berbentuk kubus itu berada di lantai 2. Selain untuk perpustakaan, bangunan itu juga bisa dijadikan tempat beraktivitas hajatan atau latihan kesenian. Warga bisa menggunakannya untuk panggung kecil-kecilan.

Perpustakaan ini bisa dibangun berkat kerja sama Pusat Sumber Belajar (PSB), SHAU Architecture dan Urbanism, Dompet Dhuafa Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung.

Buku-buku yang tersedia di microlibrary ini bermacam-macam, seperti koleksi buku pengetahuan umum, buku anak-anak, mainan tradisional, alat peraga PAUD. Selain itu di sana juga digelar kegiatan seperti knowledge sharing, story telling, english club, dan gemari baca.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, saat meresmikan microlibrary, mengatakan siap mengalokasikan dana untuk membangun perpustakaan di tiap kelurahan. Hal teraebut untuk mewujudkan Bandung sebagai Kota Buku pada 2017. *

Perpustakaan Mini Kelurahan Arjuna

  • Lokasi di RW 02, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo
  • Perpustakaan yang pertama terbuat dari ember es krim
  • Ember bekas es krim yang tersusun tersebut jumlahnya mencapai 2.000 ember
  • Penyelesaiannya membutuhkan waktu 3 bulan
  • Perpustakaan dibangun berkat kerja sama Pusat Sumber Belajar (PSB), SHAU Architecture dan Urbanism, Dompet Dhuafa Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung.
  • Buku-buku yang tersedia, yakni buku pengetahuan umum, buku anak-anak, mainan tradisional, alat peraga PAUD

SUMBER: jabar.tribunnews.com