Categories
Fasilitas Umum

Di Mana Saja Perpustakaan di Bandung? Ini Informasinya

BAGI yang suka membaca, perpustakaan adalah tempat yang paling dicari.  Beruntung bagi warga Bandung karena perpustakaan di Bandung sudah banyak yang representatif. Bahkan kemungkinan akan terus ditambah sesuai program pemerintah Kota Bandung yang mencanangkan Bandung sebagai Kota Buku pada 2017.

Tak hanya perpustakaan besar, perpustakaan mini, yang lebih sering disebut micro library, kini tengah didirikan di berbagai tempat. Pepustakaan mini terbaru adalah yang berada di RW 02 Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo. Micro library itu terbuat dari ember es krim.

Suasana yang nyaman di Perpustakaan anak di Jalan Kawaluyaan Bandung. | Foto serbabandung #serbabandung
Suasana yang nyaman di Perpustakaan anak di Jalan Kawaluyaan Bandung. | Foto serbabandung #serbabandung

Micro library lainnya ada di Taman Tongkeng. Taman Bacaan ini dikelola Masyarakat GSSI (Generasi Semangat Selalu Ikhlas) bersama pemerintah. GSSI adalah sebuah komunitas pemberdayaan kaum ibu. Setiap Minggu pagi anak-anak memanfaatkan taman ini untuk kegiatan belajar.

Perpustakaan yang dikelola warga Bandung banyak sekali. Mulai yang masuk kategori mini, menengah, dan besar. Bahkan ada perpustakaan yang dijalankan dalam sebuah roda dorong yang dimodivikasi warga yang peduli.

Perpustakaan di Bandung  yang belum lama diresmikan adalah Perpustakaan Ajip Rosidi yang diresmikan pada Sabtu (15/8/2015). Perpustakaan ini berada di Jalan Garut No 2 Bandung. Koleksi bukunya terdiri dari buku-buku tentang Sunda. Jumlahnya mencapai 60.000 buku.

Perpustakaan lainnya di Bandung adalah Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat. Perpustakaan ini berada di Jalan Kawulayaan Indah II No.4, Soekarno Hatta, Bandung. Perpustakaan ini berada di Kompleks kantor Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Di Gedung Merdeka juga ada perpustakaan. Tepatnya di bagian belakang gedung bersejarah tersebut. Untuk ke sini bisa melalui pintu samping museum di Jl. Braga, tak jauh dari Gedung New Majestic. Di sini tersedia buku sejarah, sosial, politik, dan budaya Negara-negara Asia Afrika, dan negara-negara lainnya.

Di Jalan Margawangi VII No. 5 Margacinta ada Rumah Baca Buku Sunda (RBBS). Meski namanya ada Sunda-nya, di perpustakaan ini tersedia bermacam-macam buku, seperti politik, sosial, budaya, dan seni. Pemilik perpustakaan ini Mamat Sasmita yang kerap kali dipanggil Wa Sas.

Ternyata masih banyak perpustakaan yang dikelola pemerintah maupun swadaya masyarat di kota ini. Perpustakaan apa saja, di mana saja? Tunggu tulisan selanjutnya. *

Perpustakaan di Bandung

  • Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa
    Kompleks Kantor Badan Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat
    Jl. Kawaluyaan Indah II No. 4 Bandung 40285-40286
    Telp. +62 22 7320048
    Faks. +62 22 7320049
    bapusipda.jabarprov.go.id
    bapusipda@jabarprov.go.id
  • Rumah Baca Buku Sunda
    Jalan Margawangi VII No.5 Margacinta Bandung 40287
    http://rumahbacabukusunda.blogspot.com/
  • Perpustakaan di bagian belakang Gedung Merdeka Jalan Braga Bandung.
    Jam buka: Senin – Jumat 08.00 – 16.00
  • Bale Pustaka
    Jalan Jawa No.6 Bandung
  • Perpustakaan Ajip Rosidi
    Jalan Garut No 2 Bandung
Categories
Wisata

Perpustakaan Mini dari Ember di Kelurahan Arjuna

ADA yang baru di Bandung. Sabtu (5/9/2015) Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meresmikannya. Sebuah perpustakaan  mini, orang menyebutnya microlibrary. Perpustakaan itu dibangun di RW 02, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo.

Microlibrary tersebut merupakan perpustakaan yang pertama terbuat dari ember es krim. Ember bekas es krim yang tersusun tersebut jumlahnya mencapai 2.000 ember. Untuk menyelesaikannya membutuhkan waktu 3 bulan karena untuk mendapatkan ribuan ember bekas es krim tersebut cukup sulit.

Perspustakaan Mini di Kelurahan Arjuna Bandung. Foto | jabar.tribunnews.com
Perspustakaan Mini di Kelurahan Arjuna Bandung. Foto | jabar.tribunnews.com

Dinding ember es krim bukan hanya berguna sebagai sirkulasi tapi lubang di antara susunan ember es krim yang menutup bangunan membentuk pola yang disebut binary code. Kode tersebut kalau diterjemahkan membentuk sebuah kalimat, “‘buku adalah jendela dunia”.

Microlibrary tersebut didesain oleh arsitek Daliana Suryawinata dan Florian Heinzelmann dari SHAU Architecture and Urbanism Bandung.

Bangunan itu terdiri dari dua lantai. Perpustakaan yang berbentuk kubus itu berada di lantai 2. Selain untuk perpustakaan, bangunan itu juga bisa dijadikan tempat beraktivitas hajatan atau latihan kesenian. Warga bisa menggunakannya untuk panggung kecil-kecilan.

Perpustakaan ini bisa dibangun berkat kerja sama Pusat Sumber Belajar (PSB), SHAU Architecture dan Urbanism, Dompet Dhuafa Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung.

Buku-buku yang tersedia di microlibrary ini bermacam-macam, seperti koleksi buku pengetahuan umum, buku anak-anak, mainan tradisional, alat peraga PAUD. Selain itu di sana juga digelar kegiatan seperti knowledge sharing, story telling, english club, dan gemari baca.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, saat meresmikan microlibrary, mengatakan siap mengalokasikan dana untuk membangun perpustakaan di tiap kelurahan. Hal teraebut untuk mewujudkan Bandung sebagai Kota Buku pada 2017. *

Perpustakaan Mini Kelurahan Arjuna

  • Lokasi di RW 02, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo
  • Perpustakaan yang pertama terbuat dari ember es krim
  • Ember bekas es krim yang tersusun tersebut jumlahnya mencapai 2.000 ember
  • Penyelesaiannya membutuhkan waktu 3 bulan
  • Perpustakaan dibangun berkat kerja sama Pusat Sumber Belajar (PSB), SHAU Architecture dan Urbanism, Dompet Dhuafa Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung.
  • Buku-buku yang tersedia, yakni buku pengetahuan umum, buku anak-anak, mainan tradisional, alat peraga PAUD

SUMBER: jabar.tribunnews.com