Categories
Wisata

Wayang Windu Panenjoan, Wisata Alam di Tengah Hamparan Kebun Teh

Wayang Windu Panenjoan merupakan tempat wisata di Pangalengan. Tempat wisata ini menawarkan eksotisme pemandangan pegunungan dan perkebunan teh.

Wayang Windu Panenjoan berada dekat Gunung Wayang dan Gunung Windu. Gunung Wayang merupakan gunung berapi kembar.

Kedua gunung itu terletak di sebelah timur kota Pangalengan. Sekitar 40 km sebelah selatan dari Kota Bandung.

Kawasan ini menjadi proyek panas bumi aktif.
Gunung Wayang memiliki kawah bulan sabit dengan 750 m yang memegang empat kelompok fumarol. Gunung Windu memiliki kawah dengan lebar 350 m.

Pemandangan yang eksotis biasanya bisa diperoleh wisatawan ketika awan berada di bawah kawasan perkebunan teh ini.

Wayang Windu Panenjoan berada di puncak pegunungan dengan ketinggian 1.800 meter di atas permukaan air laut, sehingga pemandangan itu bisa saja terjadi.

Di beberapa spot Wayang Windu, wisatawan juga disuguhi pemandangan indah kota kecamatan, Pangalengan, dari atas ketinggian.

Yang unik lainnya yang bisa diperoleh di Wayang Windu adalah spot tempat melihat sunset di kawasan Bandung.

Sunset di kawasan ini sangat sangat indah dengan becakground hamparan hijau kebun teh dan kabut putih.

Pengunjung yang datang ke sini harus menbayar Rp 10.000. Di sana terdapat fasilitas yang menarik yang telah disediakan oleh penglolanya.

Ada sarana hiking yang cocok bagi pecinta alam. Pengunjung harus berjalan kaki dari tempat parkir kendaraan ke lokasi.

Wayang Windu Panenjoan di Pangalengan

Terdapat wahana jembatan yang berada di tengah-tengah perkebunan teh. Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakangan hampatan pohon teh yang terlihat hijau.

Jembatan itu memiliki panjangnya sekitar 100 meter. Tempat berjalan-jalan pengunjung itu terbuat dari kayu pohon pinus.

Sudah pasti pengunjung bisa menikmati hawa udara yang sangat dingin pada malam hari dan sejuk saat siang hari.

Ada juga saung beratap segitiga yang terbuat dari kayu. Di sana pengunjung bisa bersantai setelah lelah berjalan-jalan.

Di rumah – rumah kayu tersebut tersedia bantal – bantal empuk untuk para pengunjung.

Pengelola Wayang Windu Panenjoan juga menyediakan menara tinggi yang terbuat dari kayu. Dari menara, pengunjung bisa menyaksikan lebih jelas keindahan hamparan kebun teh.

Bagi yang suka gowes terdapat trek sepeda. Trek sepeda di Wayang Windu jalurnya membelah hamparan perkebunan teh yang panjangnya mencapai 15 kilometer.

Categories
Wisata

Bukit Jamur Ciwidey, Tempat Berfoto Dekat Perkebunan Teh

Bukit Jamur Ciwidey berada di Desa Rancabolang, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Disebut bukit jamur karena di sana terdapat taman tempat berjejer pohon cemara berbentuk jamur payung.

Pohon-pohon cemara tersebut berjejer rapih dan menjadi perhatian bagi pelancong yang datang ke sana.

Di dekat pohon-pohon itu pun menjadi titik menarik untuk berfoto.

Selain itu berfoto, pengunjung bisa bersantai di hamparan rumput dan menikmati udara sejuk kawasan Ciwidey.

Di Bukit Jamur Ciwidey tidak ada fasilitas untuk pengunjung karena tempat tersebut memang bukan tempat wisata.

Pengunjung pun bebas berkunjung ke sana tanpa ada pungutan tiket. Jadwal operasionalnya pun tak ada waktu khusus.

Namun untuk mendapatkan pemandangan yang bagus sebaiknya datang siang hingga sore.

Bukit Jamur dekat pabrik teh milik PT. Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII).

Pabrik teh ini berdiri sejak zaman Belanda sehingga terdapat beberapa bangunan yang gaya arsitekturnya bergaya bangunan Belanda.

Perkebunannya sendiri berdiri pada 1910 oleh Perusahaan Non Belanda yaitu Prancis yang diberi nama Perkebunaan Rancabolang.

Bukit Jamur Ciwidey di Rancabolang

Rancabolang berada di ketinggian 1.850 – 2.100 m dpl. Kemiringan tofografinya 10% – 60%, dengan tanah berjenis tanah Andosol. Curah hujannya berkisar antara 2.500 – 3.500 mm per tahun dengan bulan kering 3 – 4 bulan. Berada di kaki Gunung Tilu dan Gunung Patuha.

Perkebunan tersebut ditanamani teh dan kina. Untuk kebun teh di Rancabolang di bagi menjadi 2 (dua) pengelolaan yakni kebun teh organik seluas 195,28 Ha (27.43 % areal TM) dan kebun teh nonorganik seluas 516,53 Ha. (72.57 %). Budidaya teh organik di kebun Rancabolang dirintis sejak Juli 2000.

Jadi selain menikmati pohon cemara berbentuk jamur, pengunjung ke bukit ini bisa menikmati kesejukan perkebunan Rancabolang. Sekaligus juga mengenal sejarah panjang perkebunan yang dulunya pernah dikuasai Belanda, Jepang, sebelum akhirnya menjadi milik PTPN.

Bukit Jamur yang berada di kawasan wisata Ciwidey sangat mudah untuk dicari. Dari arah Bandung tinggal mengikuti jalur Kopo, Soreang, kemudian ke Ciwidey. Bukit Jamur berada di Kebun Teh Rancabolang PTPN VIII Ciwidey.

Categories
Wisata

Objek Wisata di Pangalengan Bandung yang Mempesona dan Bersejarah

Banyak sekali objek wisata di Pangalengan Bandung yang layak dikunjungi. Berada di  dataran tinggi, kawasan ini menjanjikan keindahan alam. Ada gunung, lembah, perkebun  teh, situ atau danau, sungai, dan lain-lain.

Pangalengan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung. Dari Bandung jaraknya sekira 45 km. Jika menggunakan kendaraan pribadi dan arus lalu lintas dalam keadaan normal bisa ditempuh dalam 2 jam saja. Kawasan ini berada di selatan Bandung ke arah Banjaran.

Objek wisata di Pangalengan Bandung yang paling terkenal adalah Situ (danau) Cileunca. Situ Cilenca ini tepatnya berada di Warnasari, Pangalengan, Bandung. Cileunca adalah situ buatan yang berada di ketinggian 1.100 DPL (di atas permukaan laut).

Situ Cileunca memiliki luas sekira 1.400 hektare. Kedalaman danaunya mencapai 17 meter. Airnya berasal dari Sungai Palayangan. Danau ini dibuat sekitar 1918. Sebelumnya lahan untuk danau ini merupakan hutan belantara. Situ berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, termasuk untuk menggerakkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Objek Wisata di Pangalengan Bandung
Perkebunan teh milik PTPN VIII Malabar, Pangalengan. | Foto serbabandung.com

Objek wisata di Pangalengan Bandung adalah perkebunan teh Malabar. Keindahan perkebunan teh ini tidak kalah mempesona dari perkebunan teh Rancabali yang berada di kawasan Ciwideuy, Kabupaten Bandung.

Perkebunan teh Malabar yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusanatara (PT PN) VIII ini berada di ketinggian 1.550 m di atas permukaan laut dengan suhu 16-26 derajat celsius. Kebun teh Malabar luasnya 2.022 hektare. Perkebunan ini masih berjarak 10 km lagi dari arah pasar Pangalengan.

Objek Wisata di Pangalengan Bandung Bernuansa Sejarah

Objek wisata di Pangalengan Bandung yang bernuansa sejarah masih berada di kawasan perkebunan teh. Di sana terdapat makam dan rumah peninggalan K.A.R Bosscha. Bosscha adalah pendiri Perkebunan Teh Malabar pada Agustus 1896.

Bosscha berperan dalam membangun gedung bersejarah di Bandung, di antaranya Societeit Concordia (Gedung Merdeka), Observatorium Bosscha, dan Technische Hoogeschool (Institut Teknologi Bandung). Rumah Bosscha oleh PT Perkebunan Nusanatara (PT PN) VIII dijadikan guest house.

Pengalengan juga terkenal dengan produksi susu sapinya. Lewat Koperasi Peternak Bandung Selatan, susu ini menyebar ke mana-mana. Warga di sana juga memproduksi makanan berbahan susu yang bisa dijadikan oleh-oleh. *

Categories
Wisata

Wisata di Bandung Selatan di Ciwidey, Pangalengan dan Majalaya

Tempat wisata di Bandung Selatan banyak ragamnya dan lokasinya. Ada perkebunan teh, pemandian, camping ground, water boom, treking, dan lain-lain. Banyak pilihannya sehingga pengunjung takkan kehabisan tempat menarik untuk menghabiskan waktu di sana.

Tempat wisata di Bandung Selatan terbagi tiga. Ada yang berada di kawasan Ciwidey, Pangalengan, dan Ciparay (Majalaya). Tempat yang paling banyak dikunjungi dan banyak diperbincangkan tentu saja kawasan Ciwidey. Setelah itu baru Pangalengan. Terakhir Ciparay (Majalaya).

Di Ciwidey dan Pangalengan sebenarnya pesonanya tidak jauh berbeda. Kedua tempat ini menjanjikan wisata alam yang indah. Di Ciwidey ada perkebunan teh Rancabali, sedangkan di Pangalengan ada perkebunan teh Malabar. Kedua tempat tersebut pun terdapat situ (danau). Di Ciwidey ada Situ Patenggang sedangkan di Pangalengan ada Situ Cileunca.

wisata di bandung selatan
Pesona perkebunan teh Rancabali di Bandung Selatan. | Serbabandung.com

Bedanya  Ciwidey dan Pangalengan, kalau di Ciwidey ada kawah yang melegenda yakni Kawah Putih. Di sana banyak wisata pemandian panas yang banyak dikunjungi wisatawan. Bahkan di cottage, hotel, atau tempat penginapan lainnya banyak yang menyediakan tempat pemandian khusus.

Di Ciwidey pun ada camping ground yang sudah terkenal yakni Ranca Upas. Tempat kemping ini sudah ada. Sekarang dipercantik lagi dengan penambahan tempat renang dan outbond. Bandren dan jajanan lainnya di warung-warung di sekitar lahan kemping menjadi daya tarik tersendiri.

Di Pangelengan, tempat wisatanya selain tentu saja pesona alam ada nilai sejarahnya. Di perkebunan Malabar terdapat rumah dan makam Karel Albert Rudolf Bosscha. Bosscha pada Agustus 1896 mendirikan Perkebunan Teh Malabar. Selama 32 tahun di san, dia telah mendirikan dua pabrik teh, yaitu Pabrik Teh Malabar yang saat ini dikenal dengan nama Gedung Olahraga Gelora Dinamika dan juga Pabrik Teh Tanara yang saat ini dikenal dengan nama Pabrik Teh Malabar.

Pangalengan juga terkenal penghasil susu. Susu dari Koperasi Peterenak Bandung Selatan sangat terkenal ke  mana-mana. Makanan dari olahan susu juga banyak ditawarkan di sana. Warga di sana bisa mengubah susu menjadi permen susu, kerupuk susu, dan makanan olahan susu lainnya.

Wisata di Bandung Selatan di Baleendah

Bagaimana dengan Ciparay dan Majalaya. Tempat wisata di sana relatif tidak terkenal. Kalau mau pun yang berwisata ke sana hanya ingin menyaksikan sisa kejayaan pabrik tekstik yang sempat menguasai pasar di Indonesia. Adapun di Ciparay, terdapat hulu Sungai Citarum di Kaki Gunung Wayang, yakni Situ Cisanti. Situ ini bisa juga diakses dari Pangalengan.

Sebelum ke Ciparay, ada sebuah kampung yang sudah terkenal karena lukisannya. Namanya Kampung Jelekong di Baleendah. Lukisan warga di sana jual ke mana-mana. Termasuk ke Bali. Bahkan ada pesanan dari luar negeri.

Masih di Jelekong ada padepokan Asep Sunandar Sunarya. Asep Sunandar Sunarya adalah maestro dalang wayang golek yang tinggal di sana. Sepeninggal Abah Asep Sunandar Sunarya, padepokan ini dikelola Dadan Sunandar Sunarya, salah seorang putra penerus maestro dalang wayang golek itu.