Barang Bekas yang Dijual Pedagang di Jalan Astanaanyar

JALAN Astanaanyar dekat Jalan Oto Iskandardinata, tak jauh dari Lapangan Tegallega sudah lama terkenal menjadi tempat mangkalnya pedagang barang-barang bekas. Pada awal pemerintahan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, jalan ini sempat sepi oleh para pedagang, namun belakangan jalan ini penuh lagi oleh jajakan barang-barang bekas.

Di sana semuanya tersedia, mau barang bekas apa? Komputer, pompa, cd, kaset, handphone, perlengkapan rumah tangga, baju, jaket, sepatu semuanya ada. Harganya juga relatif murah tergantung negosiasi pembeli dengan penjual.

Pedagang barang bekas di Jalan Astanaanyar Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Pedagang barang bekas di Jalan Astanaanyar Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Pedagang barang bekas di Jalan Astanaanyar sudah terkenal sejak dulu. Bahkan cikalnews.com menulis kawasan ini mulai dipenuhi oleh pedagang sejak 1967. Tadinya para pedagang bisa dihitung dengan jari. Namun lama ke lamaan para pedagang lain berdatangan, dan akhirnya memenuhi kawasan tersebut.

Lonjakan pedagang di kawasan itu mulai terjadi saat krisis ekonomi menyerang Indonesia pada 1997-1998. Saat itu sektor ekonomi mengalami penurunan. Banyak karyawan yang di PHK, dan daya beli masyarakat pun semakin berkurang.

Pedagang itu menjajakan jualannya mulai dari mulut Jalan Astanaanyar di Jalan Oto Iskandardinata hingga ke pertigaan Jalan Pajagalan. Sebagian pedagang lainnya ada yang membuka lapaknya mulai dari persimpangan empat Jalan Ibu Inggit, Jalan Astanaanyar, dan Jalan Oto Iskandardinatta.

Pasar loak di sini mulai berdenyut sejak pagi pukul 09.00 WIB dan tutup pukul 18.00 WIB. Para pengunjung akan bertambah ramai pada Minggu atau hari libur,  yang datang ke sini tak hanya membeli, tapi juga hanya melihat-lihat saja.

Mereka datang bukan dari Bandung saja tapi juga dari kota lain seperti Jakarta, Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut. Mereka sengaja datang ke sini untuk mencari barang-barang yang sulit diperoleh di kota mereka. Dari sebagian mereka pun ada yang datang untuk mencari keberuntungan berharap menemukan barang antik dari pedagang bekas tersebut.

Sayangnya para pedagang tersebut berjualan di trotoar dan sebagian lagi berjualan di bahu jalan. Kondisi ini menimbulkan kemacetan di Jalan Astanaanyar. Jalan Astanaanyar memanjang mulai dari Jalan Oto Iskandardinata hingga Jalan Sudirman. Tapi pedagang barang bekas di jalan ini hanya sampai Jalan Pajagalan. *

Bus Kota yang Lewat ke Pedagang Barang Bekas Jalan Astanaanayar

  • Leuwipanjang-Ledeng
    Leuwipanjang–Kopo–Pasirkoja–Astanasnyar– Gardujati–Pasirkaliki–RS. Hasan Sadikin–Sukajadi–Setiabudi–Ledeng
  • Leuwipanjang-Dipatiukur
    Leuwipanjang–Kopo–Pasirkoja–Astanasnyar–Gardujati–Kebonjati–Stasiun KA–Viaduct–Wastukencana–Riau–BIP– Ir. H Juanda–Dipatiukur.

Angkot yang Lewat Jalan Astanaanyar

  • Abd. Muis–Elang
    Otista–Astanaanyar–Pagarsih–Suryani–Holis–Bojong–Cijerah
  • Ciroyom–Cikudapateuh
    Rajawali–Kebunjati–Astanaanyar–BKR–M.Ramdan–Palasari–Laswi–A.Yani
  • Cikudapateuh–Ciroyom
    A. Yani–Palasari–M.Ramdan–BKR–Kopo–Astanaanyar–Sudirman–Elang–Rajawali
  • Tegallega–Cisitu
    Astanaanyar–Gardujati–Kebonjati–Cicendo-Wastukencana–Tamansari–Cisitu
  • Cibaduyut–Karangsetra
    Leuwipanjang–Kopo–Astanaanyar–Pasirkaliki–Sukajadi–Dr.Sutami
  • Karangsetra–Cibaduyut
    Dr. Sutami–Sederhana–Pasirkaliki–Astanaanyar–Kopo–Leuwipanjang-Cibaduyut