Menara Pengawas Lapas Banceuy yang Masih Tersisa

YANG sering lewat Jalan ABC menuju Jalan Naripan pasti sudah tak asing dengan menara pengawas  Lapas Banceuy yang berdiri di sisi pusat jalan. Iya memang dulunya bangunan ini fungsinya untuk menara pengawas tahanan. Menara pengawas itu sengaja tidak dibongkar sebagai monumen bahwa di sana pernah berdiri lapas.

Sebelum dipindahkan ke Jalan Soaekarno Hatta pada 1983, Lembaga permasyarakatan ini menempati lokasinya yang sekarang menjadi pusat bisnis Banceuy Permai di segitiga Jalan Banceuy dan Jalan ABC. Sesuai lokasinya Lapas tersebut juga bernama Lapas Banceuy.

Bekas menara pengawas penjara Banceuy di Jalan ABC Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Bekas menara pengawas penjara Banceuy di Jalan ABC Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Selain menara pengawas di bagain dalam pusat bisnis tersebut terdapat sel bekas Presiden I Republik Indonesia, Ir Sukarno. Soekarno menempati sel nomor 5 berukuran 2,5 x 1,5 meter. Di dalamnya hanya berisi kasur lipat juga toilet nonpermanen.

Sukarno pernah ditahan di sini, dan di sinilah dia menelorkan pledoi fenomenal untuk dibacakan dalam sidang di Landradd Bandung (sekarang Gedung Indonesia Menggugat), Jalan Perintis Kemerdekaan (Dulu Jalan Gereja). Pledoi dengan judul Indonesie Klaagt Aan (Indonesia Menggugat) pun menjadi terkenal.

Menara pengawas yang dipertahankan tersebut sebelum peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika berlangsung, pada April, sempat direnovasi oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Saat itu kawasan yang tidak jauh dengan Jalan Asia Afrika dipoles untuk merayakan acara 10 tahunan tersebut.

Pangawas tahanan yang tampak unik karena berdiri di tengah kota ini sering dijadikan para wisatawan untuk berfoto. Apalagi lokasinya tidak jauh dari pusat kota. Dari Alun-alun bisa ditempuh dengan berjalan kaki hanya kurang lebih 15 menitan saja. Menara pengawas ini bersebelahan dengan pedagang mi kaki lima.

Penjara Banceuy dibangun pemerintah Belanda pada 1877. Awalnya penjara ini diperuntukkan bagi tahanan politik tingkat rendah dan kriminal. Di penjara ini ada 2 macam sel yaitu sel untuk tahanan politik di lantai atas dan sel untuk tahanan rakyat jelata di lantai bawah.

Setelah pindah ke Jalan Soekarno Hatta, Lapas Klas II A Banceuy Bandung ini khusus untuk menampung narapidana kasus narkotika dari Kantor Wilayah Departemen Kehakiman DKI Jakarta dan Jawa Barat. Hal tersebut berdasarkan Surat Menteri Kehakiman RI No. W8.UM.01.06.245 A tanggal 30 september 1999 tentang Pembentukan Lapas Khusus Napi Narkoba. *

Lapas Banceuy, Pindah ke Soekarno Hatta Pada 1983

JIKA pernah ke Jalan Banceuy sebelum tahun 1983, di sana ada penjara yang berdiri kokoh. Lapas Banceuy (Lembaga Permasyarakatan) tersebut tepat berada di persimpangan Jalan ABC dan Jalan Banceuy.

Namun kokohnya dinding berwarna putih itu sudah berubah. Lapas Banceuy  di mana Presiden I RI Soekarno pernah ditahan kini menjadi pusat perbelanjaan alat-alat lampu yang bernama Banceuy Permai. Tak ada lagi menara pengawas yang terkesan angker.

Hanya sel bekas Soekarno ditahan, dan menara pengawas yang mengarah ke Jalan Naripan yang dibiarkan utuh menjadi monumen.

Pada 1983 Lapas Banceuy dipindahkan ke Jalan Soekarno-Hatta  No 187A.  Hampir semua bangunan dibongkar. Hanya sel bekas Soekarno ditahan, dan menara pengawas yang mengarah ke Jalan Naripan dibiarkan utuh menjadi monumen.

Nama penjara Banceuy tidak berubah meski telah pindah. Ini untuk menjaga kepindahan lapas tersebut tidak mehilangkan torehan sejarah yang pernah terjadi di penjara tersebut. Soekarno pernah ditahan di penjara karena dianggap memberontak oleh pemerintah Belanda.

Soekarno menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter dan berisi kasur lipat juga toilet nonpermanen. Di ruangan pengap ini Soekarno menyusun pidato pembelaan (pledoi), yang dibacakan pada sidang Pengadilan Hindia Belanda di Gedung Landraad (kini Gedung Indonesia Menggugat) di Jalan Perintis Kemerdekaan (dahulu Jalan Gereja).

Pledoi dengan judul Indonesie Klaagt Aan (Indonesia Menggugat) pun menjadi terkenal.

Lapas Banceuy  Dibangun Pada 1877

Penjara ini dibangun pemerintah Belanda pada 1877. Awalnya penjara ini diperuntukkan bagi tahanan politik tingkat rendah dan kriminal. Di penjara ini ada 2 macam sel yaitu sel untuk tahanan politik di lantai atas dan sel untuk tahanan rakyat jelata di lantai bawah.

Setelah pindah ke Jalan Soekarno Hatta Lapas Klas II A Banceuy Bandung ini khusus untuk menampung narapidana kasus narkotika dari Kantor Wilayah Departemen Kehakiman DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Hal tersebut  berdasarkan Surat Menteri Kehakiman RI No. W8.UM.01.06.245 A tanggal 30 september 1999 tentang Pembentukan Lapas Khusus Napi Narkoba. *

Sumber: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Penjara_Banceuy

Sel Bekas Soekarno, Masih Berdiri di Jalan Banceuy

DI Jalan Banceuy pernah ada penjara.Tepatnya di perempatan Jalan Banceuy dan Jalan ABC. Sekarang lahan bekas penjara digunakan untuk pusat bisnis yang bernama Banceuy Permai. Penjara Banceuy sendiri dipindah ke Jalan Soekarno Hatta No 187A pada 1983. Kepindahan lembaga permasyarakatan (lapas) tersebut tidak membuat hilang sejarah yang pernah terjadi di penjara tersebut. Nama penjara Banceuy tetap dipertahankan meski dipindahkan ke Jalan Soekarno Hatta. Kemudian sel bekas Soekarno dan salah satu bagian menara pengawas dari bangunan penjara ini masih berdiri hingga sekarang.

Soekarno pernah ditahan di penjara karena dianggap memberontak oleh pemerintah Belanda. Soekarno dijerat pasal-pasal karet haatzai artikelen. Soekarno ditahan bersama  tiga rekan dari PNI, Maskoen, Soepriadinata, dan Gatot Mangkoepraja. Mereka ditangkap di Yogyakarta pada  29 Desember 1929.

Soekarno ditahan di penjara Banceuy selama kurang lebih 8 bulan. Presiden Indonesia pertama itu  menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter dan berisi kasur lipat, dan  toilet nonpermanen.

Selama di penjara Soekarno menyusun pledoi yang sangat terkenal yang kemudian diberi nama Indonesia Menggugat. Pledoi fenomenal tersebut dibacakan di sidang pengadilan di Gedung Landraad  yang sekarang bernama Gedung Indonesia Menggugat di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Penjara ini dibangun pemerintah Belanda pada 1877. Awalnya penjara ini diperuntukkan bagi tahanan politik tingkat rendah dan kriminal. Di penjara ini ada 2 macam sel yaitu sel untuk tahanan politik di lantai atas dan sel untuk tahanan rakyat jelata di lantai bawah.

Setelah pindah ke Jalan Soekarno Hatta Lapas Klas II A Banceuy Bandung ini khusus untuk menampung narapidana kasus narkotika dari Kantor Wilayah Departemen Kehakiman DKI Jakarta dan Jawa Barat. Hak tersebut  Berdasarkan Surat Menteri Kehakiman RI No. W8.UM.01.06.245 A tanggal 30 september 1999 tentang Pembentukan Lapas Khusus Napi Narkoba. *

Sumber: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Penjara_Banceuy