Categories
Kuliner

Kuliner 24 Jam di Bandung Ada Sate, Masakan Khas Sunda, Bubur dan Lain-lain

Bandung adalah surga bagi pecandu kuliner. Tak hanya yang buka secara reguler pada siang sampai malam, tetapi banyak yang buka 24 Jam. Mencari tempat kuliner 24 jam di Bandung tidaklah sulit. Ada beberapa restoran dan kedai yang buka benar-benar 24 jam. Tak pernah tutup dan tetap melayani tamunya kapan pun.

Kuliner 24 Jam di Bandung banyak macamnya. Kafe untuk nongkrong sambil menikmati makanan dan seduhan minuman hangat juga ada. Bagi yang suka satai atau gulai kambing pun tersedia. Nah, bagi yang suka dengan menu masakah Sunda ada juga warung yang buka 24 jam. Adapun yang suka bubur jangan berkecil hati, ada bubur khusus di Bandung yang bukanya nonsetop 24 jam.

Kafe yang buka 24 jam adalah Bober Cafe. Tempat kuliner yang buka 24 jam di Bandung ini berada di Jalan LLRE Martadinata (Jalan Riau) No. 123. Bober Cafe menyediakan minuman hangat seperti kopi dan kue-kue kering. Bagi yang suka seesha di sini juga tersedia. Menu yang disediakan di sini memang cocok bagi yang menginginkan suasana santai.

kuliner 24 jam di Bandung
Warung Nasi Ampera di Jalan Pungkur. Buka 24 jam. | Foto serbabandung.com

Nah kalau yang ini kuliner 24 jam di Bandung bagi penyuka satai (sate) kambing. Sate ini sudah terkenal ke mana-mana. Namanya Sate Hadori. Kedainya berada di Terminal Stasiun Hall Bandung, Jalan Gardujati. Menu favorit di sini adalah sate kambing. Suah banyak tokoh-tokoh terkenal yang sengaja datang untuk mencicipi sate ini.

Kuliner 24 Jam di Bandung yang di Simpang Lima

Di Jalan Asi Afrika dekat simpang lima terdapat juga satai dan gulai yang buka 24 jam. Namanya Sate HM Harris. Di sini bisa pesan sate kambing dengan atau tanpa lemak. Daging kambing di sini rasanya empuk, dan tidak berbau. Di sini juga tersedia gulai. Gulai yang disajikan cukup kental. Potongan daging kambing yang disajikan ini lembut dengan sedikit lemak.

Bagi yang suka menu khas Sunda di Jalan Balonggede dekat Jalan Pungkur ada rumah makan sunda Bu Imas. Tempat kuliner 23 jam di Bandung ini menawarkan kekhasan masakan dan suasana Nyunda.
Di sini pengunjung bisa memesan sesuai daftar menu. Ada ayam goreng plus sambal dadakan yang pedas atau karedok leunca, gepuk, udang goreng tepung, empal, usus, paru, dan lain-lain.

Masih dekat dengan Warung Nasi Bu Imas ada Warung Nasi Ampera di Jalan Pungkur. Warung nasi ini juga menyajikan menu khas Sunda. Warung nasi ini lainnya yang buka hingga 24 jam adalah Warung Nasi Ampera Soekarno Hatta di Jalan Soekarno Hatta Nomor 394. Di sini tersedia berbagai menu masakan khas Sunda yang pastinya akan membuat perut Anda kenyang dengan harga yang cukup terjangkau pula.

Jika ingin menikmati bubur ayam tengah malam tempatnya di Bubur Ayam Bejo Spesial. Rodanya ada di Jalan Ahmad Yani depan Pasar Kosambi. Bukanya 24 jam. Bubur Ayam Bejo Spesial di sini merupakan abang di Jalan Baranangsiang yang berdiri pada 1978. Ada dua bubur pilihan, yakni yang biasa Rp 10.000 dan spesial Rp 15.000. Bedanya spesial dengan yang biasa adalah penambahan ampela dan telur. *

Categories
Kuliner

Jajanan Khas Bandung yang Kaya Rasa dan Diburu

DI Bandung banyak jajanan yang khas dan tentu saja lezat dicicipi. Jajanan khas Bandung ini banyak macamnya. Ada yang terbuat dari aci, pisang, oncom, tempe, ataupun makanan yang terbuat dari bahan kue. Apa saja jajanan khas Bandung tersebut? Berikut penjelasannya.

Jajanan khas Bandung yang satu ini adalah goreng oncom. Makanan ini telah populer sejak lama. Gorengan oncom biasnya bisa diperoleh di pusat oleh-oleh makanan, seperti di Pasar Kosambi, Leuwipanjang, Pasteur, dan tempat lainnya.

Goreng oncom yang paling terkenal di Bandung adalah oncom raos. Jajanan khas Bandung ini sudah sejak 40 tahun lalu. Lokasi tepatnya berada di Jalan Cihampelas 91 B. Yang dijual di sini tak hanya oncom, tetapi ada aneka keripik, sale pisang dan bermacam manisan.

 jajanan khas Bandung
Cilok, jajanan khas Bandung. | Foto serbabandung.com

Jajanan khas Bandung selanjutnya adalah Cimol atau aci diemol-emol (dibulat-bulat). Penjualnya biasanya mejajakan dagangannya di kaki lima. Rasanya gurih dan kenyal. Untuk menambah rasa biasanya penjual menyediakan bumbu seperti bumbu pedas, keju, rasa buah-buahan dan lain-lain.

Jajanan khas Bangdung yang masih berbahan aci adalah cilok atau aci dicolok (ditusuk). Makanan kas ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Penyajian cilok biasanya dengan bumbu kacang yang kental. Sekarang cilok banyak rasanya. Penjual cilok serakang memodivikasi makanan ini menjadi lebih kaya rasa.

Cireng atau aci digoreng adalah jajanan khas Bandung yang tadinya dijual di sekolah-sekolah. Harganya relatif murah. Penyajian penganan ini biasanya cireng dibumbui dengan bumbu kacang kental, atau ada juga cireng yang di dalamnya sudah diisi bumbu, seperti bubum oncom, kacang atau yang lainnya.

Piscok, Jajanan Khas Bandung

Pisang cokelat juga menjadi favorit warga Bandung. Orang Bandung menyingkat nama makanan ini menjadi piscok. Pisang colekat adalah pisang yang telah dilamuri cokelat kemudian dibalut kulit lumpia. Piscok pasnya disantap saat masih hangat bersama teh atau kopi.

Kue cubit adalah jajanan yang sudah lama tetapi kembali menjadi favorit setelah muncul keu cubit hasi modivikasi. Penjual kue cubit yang sekarang mulai tersebar di tempat keramaian di kota ini. Mereka  menawarkan kue cubit berbagai rasa seperti kue cubit oreo, toblerone, atau rasa green tea. Jenis kue cubit rasa baru itu sangat diburu. *