Categories
Olahraga

Mobil Remot Kontrol, Asyiknya Balapan di Trek Khusus

INGIN menggeber mobil remot kontrol (RC)? Datang saja ke Sirkuit Abadi di Setiabudi. Sirkuit ini lokasinya di belakang Hotel Abadi. Trek RC ini merupakan trek pertama di Bandung bahkan di Indonesia.

Trek ini dibangun pada 1985. Dan sejak itulah, RC di Kota Bandung semakin ramai. Driver mobil remot kontrol yang tadinya kesulitan untuk mendapatkan lahan balapan, dimudahkan dengan kehadiran trek tersebut.

Selain Trek Abadi, di Maribaya ada trek Maxspin. Trek ini sering digunakan untuk balapan Kejurda dan Kejurnas. Trek ini juga khusus digunakan untuk spesifikasi mobil remot kontrol yang off road.

Menurut Erwin Lewi, pehobi mobil RC, mobil RC sudah dikenal warga Bandung sejak 1984. Saat itu, banyak orang Bandung dan Jakarta mengikuti kejuaraan di luar negeri. Mereka adalah para senior pemain RC Mobil. Pada 1984-86, RC mobil booming sekali.

“Saya masih SMP. Saya masih ingat balapan di Jalan Maskumambang. Sekarang sirkuitnya sudah jadi Hotel Horison. Itu yang ikutan bisa 200 orang. Itu sudah hebat,” kata Erwin Lewi, pehobi RC mobil, kepada Tribun, Kamis (3/7/2020).

RC mobil sempat sepi, kata Erwin, menjelang 1990. Namun, kembali ramai pada 1996-1998. “Sayangnya tidak lama, karena, kan, saat itu, ada krismon (krisis moneter). Pada 1998 kembali sepi,” kata Erwin yang juga pemilik Toko Hobiland di Jalan Dr Cipto.

Mobil Remot Kontrol yang Disukai

Menurut Erwim, tren RC mobil tergantung jenis juga. Beberapa tahun ke belakang misalnya tren mobil offroad. Kemudian pernah juga ramai mobil balap on road. Bahkan, katanya, pada 2008 ada jenis RC baru, yaitu jenis drift.

“Sekarang ramainya mobil adventure. Biasanya komunitasnya bikin acara ke daerah Lembang. Yang bawa mobilnya jalan kaki hiking ke gunung. Sambil bawa mobil, mobilnya dijalanin di samping dia,” kata Erwin.

Mobil RC banyak disukai di Bandung ada dua jenis, yakni RC mobil elektrik dan mesin. Kedua-duanya banyak penggemarnya. Namun, kata Erwin, trennya lebih ke elektrik.

Pengguna RC mobil elektrik biasanya tidak mau memainkan RC model mesin. Alasannya karena bahan bakar mahal.

Categories
Tempat Bersejarah

Sejarah Kota Bandung, Mitosnya Berawal dari Kisah Sangkuriang

Sejarah Kota Bandung banyak diulas berbagai buku, laman, dan blog yang beredar di dunia maya. Banyak menyebut Bandung adalah bekas danau purba yang mengering karena jebolnya Sanghyangtikoro di PLTA Saguling, Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut mitos yang selalu menyertai catatan sejarah Kota Bandung adalah bagaimana Sangkuriang berhasil membendung Citarum untuk digunakan untuk berlayar dengan gadis pujaannya Dayang Sumbi yang tak lain ibunya. Perahu pun disediakan Sangkuriang sesuai pesanan Dayang Sumbi.

Sayang rencana Sangkuring gagal total membangun danau dana perahu dalam satu malam karena diakali oleh Dayang Sumbi yang membuat cahaya pagi buatan yang disambut kokok ayam. Sangkuriang marah dan menendang perahunya hingga terbentuklah Gunung Tangkubanparahu. Adapun danaunya membentuk danau yang maha luas yang kemudian disebut danau Bandung yang airnya mengalir ke Sanghyangtikoro hingga mengering.

sejarah kota bandung
Display terbentuknya Bandung di Museum Sribaduga Bandung. | Foto serbabandung.com

Namun dalam catatan perjalanan T. Bachtiar dan Dewi Syafriani dalam buku “Bandung Purba Panduan Wisata Bumi” menyebut bahwa Sanghyangtikoro bukan yang membendung dan bobolnya danau purba. Di halaman 209 hingga 217 diungkapkan bebarapa alasannya. Satu di antaranya soal ketinggian bibir goa dan danau tersebut.

Dalam literasi tentang Sejarah Kota Bandung, kota in mulai menjadi permukiman sejak 25 September 1810. Saat itu pemerintahan kolonial Hindia Belanda, melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan ini. Tanggal ini kemudian dijadikan hari lahirnya Bandung.

Bandung Lautan Api Warnai Sejarah Kota Bandung

Di wikipedia disebutkan Kota Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz pada tanggal 1 April 1906 dengan luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, dan bertambah menjadi 8.000 ha pada tahun 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas wilayah saat ini.

Setelah penetapan itu, kota Bandung mulai membangun fasilitas-fasilitas umum. Bangunan untuk pemerintahan terutama untuk kepentingann militer mulai didirikan. Termasuk tempat beribadah, sekolah, dan tentu saja tempat hiburan. Bandung kala itu menjadi tempat beristirahat para juragan perkebunan yang turun gunung.

Dalam catatan sejarah kota Bandung, kota ini tercatat menjadi penyelenggara Konferensi Asia Afrika. Konferensi yang menelurkan Dasasila Bandung sebagai kebangkitan negara-negara di Asia Afrika. Kota ini juga pernah menjadi lautan api dalam perang kemerdekaan. Peristiwa tersebut lebih terkenal dengan sebutan Bandung Lautan Api. *

Categories
Gedung

Balai Kota Bandung, Pernah Jadi Gudang Hasil Bumi

SEPERTI  kota-kota lain Kota Bandung juga mempunyai Bali Kota. Balai Kota Bandung ini  dijadikan pusat pemerintahan oleh Pemerintahan Kota Bandung. Seperti disebutkan laman wikipedia balai kota merupakan bangunan administratif utama bagi pemerintahan kota dan biasanya memuat dewan kota, departemen terkait dan para pegawainya. Di sinilah, wali kota menjalankan fungsinya.

Balai Kota Bandung diapit dua jalan, yakni Jalan Merdeka dan Jalan Wastukencana. Namun orang lebih banyak menyebutnya gedung ini berada di Jalan Watukencana. Dalam informasi yang beredar pun disebutkan bahwa Balai Kota Bandung berada di Jalan Wastukancana No. 2.

Pusat pemerinhan tempat wali kota berkantor ini tidak jauh dari Jalan Braga. Selain itu tidak jauh dari kantor Mapolwiltabes yang berada di Jalan Jawa.

Balai Kota Bandung
Balai Kota Bandung. | Foto serbabandung.com

Selain kantor pemerintahan, di sana tadinya di bagian belakang gedung ini terdapar Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Namun, sekarang Kantor DPRD telah berpindah ke Jalan Sukabumi.

Di sini terdapat taman yang bersejarah. Taman ini merupakan taman paling tua di Kota Bandung.  Di taman tersebut terdapat  beberapa patung seperti Patung Dewi Sartika, Patung Badak Putih, dan Patung Merpati.

Gedung Balai Kota Bandung Disebut Gedung Papak

Dulunya  gedung ini  bernama Gedung Kopi (Koffie Pakhuis). Gudang penyimpanan hasil bumi, dan tempat pengepakan kopi milik Andries de Wilde. Wilde tercatat sebagai tuan tanah pertama di Priangan pada 1812.

Dalam laman skyscrapercity.com  disebutkan Gudang kopi kopi dibangun 1819 saat perkebunan kopi di Priangan berkembang pada abad ke-18. Gudang kopi itu merupakan satu dari delapan gedung tembok baru di Bandung.

Pada 1927, gudang kopi dirobohkan dan di bekas lahannya berdiri gedung balai kota yang dirancang oleh arsitek EH de Roo. Pendirian balai kota ini terkait status Bandung yang menjadi kota praja sejak 1906.

Sejumlah bangunan publik pendukung pun sudah lebih dulu didirikan di sekitarnya, yakni Javasche Bank (1909), Katedral (1921), dan Gereja Bethel (1925).

Pada 1935 balai kota diperluas dengan menambah bangunan baru menghadap ke Pieter Sijthoffpark yang kini bernama Taman Balai Kota. EH de Roo yang kembali menjadi arsiteknya merancang gedung baru ini bergaya “art deco” sehingga berkesan lebih modern daripada gedung lama. Bentuk atapnya yang tampak datar menyebabkan gedung ini pun disebut Gedung Papak. *

Bahan dari berbagai sumber