Categories
Wisata

Miniatur Kereta Api di Taman Kereta Api Floating Market

INGIN menyaksikan miniatur kereta api? Jangan pergi jauh-jauh pergi ke Wunderland, Hamburg, Jerman. Di Bandung, tepatnya di Lembang sekarang sudah ada taman kereta api. Taman yang menampilkan miniatur kerata api hingga stasiunnya ini berada di kompleks wisata Floating Market.

Sejak 2015, di Floating Market, pengunjung tak hanya bisa mencicipi kuliner yang dijual di perahu-perahu. Namun, di lahan seluar 2 hekater itu terdapat taman untuk memanjakan para penghobi koleksi atau yang senang bepergian menggunakan kereta api. Tak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak banyak yang mengunjungi taman tersebut.

Di dalam taman miniatur kereta api tersebut pengunjung bisa melihat miniatur kereta api. Taman tersebut dilengkapi juga dengan rel kereta api, stasiun, dan pemandangan alam. Ornamen yang bisa dilihat di taman ini adalah pom bensin, menara pengawas, jembatan, terowongan, mobil, dan rumah penduduk.

miniatur kereta
Taman miniatur kereta api di Floating Market, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. | Foto tempatwisatadibandung.info

Semua miniatur di taman tersebut telihat seperti asli. Setiap ornamen yang ada dibuat sangat detail. Seperti kereta api, lengkap dengan jendela, dan aksesori lainnya. Pembuatan miniatur tersebut berskala 1:24. Stasiun, jalan, tiang listrik, dan yang lainnya bener-bener terlihat seperti aslinya.Taman miniatur ini cocok untuk berfoto-foto.

Selain itu taman ini bisa menjadi tempat untuk belajar mengenai sejarah perkeretaapian. Kalau mengenai lalu lintas, anak-anak bisa belajar di Taman Lalu Lintas di Jalan Belitung, Kota Bandung, nah kalau belajar mengenai perkeretaapian bisa belajar di taman miniatur kereta api. Di sini anak-anak bisa mempelajari dan mengenal sejarah perkeretaapian Indonesia dan dunia.

Tiket ke Taman Miniatur Kereta Api

Setelah puas menikmati miniatur kereta api, pengunjung bisa berbelanja suvenir khas taman miniatur kereta api. Toko suvenir yang berada di pintu masuk ke taman tersebut menyediakan miniatur kendaraan seperti mobil, pesawat terbang, kereta api, dan masih banyak yang lainnya.

Untuk bisa memasuki taman wisata kereta api, pengunjung harus terlebih dahulu memasuki pintu masuk Floating Market dan membayar tiket Rp 15.000. Bagi yang tertarik berkunjung ke taman kereta api, pengunjung harus bayar lagi Rp 25.000. Harga tersebut hanya patokan saja karena bisa berubah sewaktu-waktu oleh pengelolanya.

Floating Market Lembang berada di Jalan Grand Hotel No 33 E Lembang. Lokasinya berada di belakang Grand Hotel Lembang. Tempat wisata ini buka setiap hari Senin–Kamis pukul 09.00 – 17.00, Jumat– Sabtu pukul 09.00 – 20.00, dan Minggu plus hari libur pukul 08.00 – 20.00. *

Categories
Transportasi

Kantor Pos Kereta Api, Petugasnya Dapat Upah 1 Gulden

BERJALAN-jalan di Jalan Cilaki usahakan mampir ke Museum Pos yang letaknya masih dalam Kompleks Gedung Sate. Pintu masuknya masih berada di Jalan Cilaki tidak jauh dari Jalan Diponegoro. Museum ini masih menyatu dengan Kantor Pusar PT Pos. Meski begitu semua orang bisa berkunjung ke sini. Di museum ini banyak yang menarik untuk dilihat. Salah satunya adalah kantor  pos kereta api. Kereta api yang pernah menjadi pengantar surat pada jamannya itu berbentuk replika yang tersimpan dalam kotak kaca. Para pengunjung bisa melihat replika kereta berwarna putih kombinasi abu-abu.

Di kotak itu tertempel kertas yang berisi sejarah dari kereta api itu. Tulisan di kertas itu bisa memberikan petunjuk pada pengunjung mengenai keberadaan kereta api pos di Indonesia.

Pada 1871  jalan raya kereta api pertama Gambir dan Batavia (Jakarta Kota) dibuka. Pembukaan jalur tersebut  dimanfaatkan untuk perhubungan Pos. Kemudian pada 1987 jalur  kereta api Anyer-Batavia, Batavia-Bandung, dan Yogyakarta-Surabaya juga dibuka. Dibukanya jalur tersebut  membuat pengiriman surat dari Batavia ke Surabaya hanya memerlukan waktu tempuh satu setengah hari.

Replika kantro pos kereta api di Museum Pos Jalan Cilaki Bandung | Foto serbabandung.com
Replika kantor pos kereta api di Museum Pos Jalan Cilaki Bandung | Foto serbabandung.com

Di tempat-tempat yang disinggahi kereta api ekspres terdapat  alat penangkap berupa  tiang tempat tergantung kantong pos yang dinamakan “Vanginrichting”. Petugas kantong-kantong tersebut mengambil kantong-kantong itu   saat kerereta api terus melaju.

Kantor Pos Kereta Api Melayani Penjualan Benda-benda Pos

Kantor pos kereta api juga melayani penjualan benda-benda pos di samping juga pencatatan surat. Layanan itu harus dilakukan karena di sepanjang jalur Batavia-Surabaya  tidak terdapat kantor pos.

Pada 1892 dibuka dinas pos ambulans. Pos ambulans  adalah pengangkutan kiriman pos yang dipercayakan pada kondektur kereta api. Kondektur mempunyai rak sortir di dalam gerbong. Di tempat-tempat pemberhantian yang tidak terdapat kantor pos  kondektur dan kepala stasiun kereta api dapat bertukar kiriman pos. Sedangkan penjualan benda-benda pos dilakukan di stasiun. Untuk pekerjaan ini kepala stasiun mendapatkan upah sebesar satu gulden setiap bulan.

Untuk meniningkatkan pengangkutan kiriman pos semua perusahaan kereta api milik negara atau swasta mempunyai kewajiban untuk melakukan angkutan kiriman pos. Pada waktu itu banyak kereta api dilengkapi dengan bis surat untuk melayani penumpang yang sedang berpergian. *