Categories
Transportasi

Kantor Pos Kereta Api, Petugasnya Dapat Upah 1 Gulden

BERJALAN-jalan di Jalan Cilaki usahakan mampir ke Museum Pos yang letaknya masih dalam Kompleks Gedung Sate. Pintu masuknya masih berada di Jalan Cilaki tidak jauh dari Jalan Diponegoro. Museum ini masih menyatu dengan Kantor Pusar PT Pos. Meski begitu semua orang bisa berkunjung ke sini. Di museum ini banyak yang menarik untuk dilihat. Salah satunya adalah kantor  pos kereta api. Kereta api yang pernah menjadi pengantar surat pada jamannya itu berbentuk replika yang tersimpan dalam kotak kaca. Para pengunjung bisa melihat replika kereta berwarna putih kombinasi abu-abu.

Di kotak itu tertempel kertas yang berisi sejarah dari kereta api itu. Tulisan di kertas itu bisa memberikan petunjuk pada pengunjung mengenai keberadaan kereta api pos di Indonesia.

Pada 1871  jalan raya kereta api pertama Gambir dan Batavia (Jakarta Kota) dibuka. Pembukaan jalur tersebut  dimanfaatkan untuk perhubungan Pos. Kemudian pada 1987 jalur  kereta api Anyer-Batavia, Batavia-Bandung, dan Yogyakarta-Surabaya juga dibuka. Dibukanya jalur tersebut  membuat pengiriman surat dari Batavia ke Surabaya hanya memerlukan waktu tempuh satu setengah hari.

Replika kantro pos kereta api di Museum Pos Jalan Cilaki Bandung | Foto serbabandung.com
Replika kantor pos kereta api di Museum Pos Jalan Cilaki Bandung | Foto serbabandung.com

Di tempat-tempat yang disinggahi kereta api ekspres terdapat  alat penangkap berupa  tiang tempat tergantung kantong pos yang dinamakan “Vanginrichting”. Petugas kantong-kantong tersebut mengambil kantong-kantong itu   saat kerereta api terus melaju.

Kantor Pos Kereta Api Melayani Penjualan Benda-benda Pos

Kantor pos kereta api juga melayani penjualan benda-benda pos di samping juga pencatatan surat. Layanan itu harus dilakukan karena di sepanjang jalur Batavia-Surabaya  tidak terdapat kantor pos.

Pada 1892 dibuka dinas pos ambulans. Pos ambulans  adalah pengangkutan kiriman pos yang dipercayakan pada kondektur kereta api. Kondektur mempunyai rak sortir di dalam gerbong. Di tempat-tempat pemberhantian yang tidak terdapat kantor pos  kondektur dan kepala stasiun kereta api dapat bertukar kiriman pos. Sedangkan penjualan benda-benda pos dilakukan di stasiun. Untuk pekerjaan ini kepala stasiun mendapatkan upah sebesar satu gulden setiap bulan.

Untuk meniningkatkan pengangkutan kiriman pos semua perusahaan kereta api milik negara atau swasta mempunyai kewajiban untuk melakukan angkutan kiriman pos. Pada waktu itu banyak kereta api dilengkapi dengan bis surat untuk melayani penumpang yang sedang berpergian. *

Categories
Gedung

Kantor Pos Besar, Termasuk Cagar Budaya di Bandung

SALAH satu bangunan di Kota Bandung  yang belum berubah sejak zaman dahulu adalah Kantor Pos Besar Bandung di Jalan Asia Afrika. Tepatnya di pertigaan Jalan Asia Afrika dan Jalan Banceuy.  Gaya arsitektur art deco-nya masih terpelihara secara utuh.

Kantor Pos Besar Bandung yang selesai dibangun pada 1928  merupakan hasil karya arsitek J. Ven Gendt. Bangunan ini  menampilkan gaya arsitektur khas modern fungsional (art deco geometrik) dengan bentuk yang langka dan unik.

Menurut laman databudaya.net gedung ini berbeda dengan gedung-gedung yang ada di sekitarnya. Tengok saja gedung ini lebih mundur dari gedung-gedung yang lain. Halamannya terlihat lebih luas.

Bagian atap gedung ini  dulu menggunakan bahan dari metal. Itu merupakan  ciri umum pada bangunan yang terletak di sudut jalan, khususnya di Kota Bandung. Selain itu, terdapat hiasan menyerupai menara kecil pada sudut kanan dan kiri atap.

Di halaman gedung ada patung  Universal Postal Union atau Uni Postale Universalle (UPU). Sementara di bagian lain halaman depan digunakan untuk parkir juga banyak pedagang yang menjajakan benda-benda pos.

Gedung itu dicat dominan putih dengan kombinasi warna khas kantor pos berwarna oranye. Pintu masuk ke gesung itu terbuka lebar bagi pengunjung. Beberapa orang keamanan hanya mengawasi keadaan  di gedung itu.

Di dalam gedung itu seperti di aula. Di sana terdapat beberpa loket yang akan memberikan pelayanan bagi pengunjung yang membutuhkan. Persis di depan pintu masuk ada bus surat yang berwarna oranye. Bus surat sudah tidak populer lagi sejalan dengan perkembangan dunia internet. Orang kini tidak mengirim surat lewat bus surat, tapi menggunakan email.

Awalnya bangunan ini berfungsi sebagai Kantor Pos dan Telegraf (Posten Telegraf Kantoor), sekarang digunakan sebagai Kantor Pos Besar Bandung. *

Fakta Kantor Pos Besar Bandung

  • Kantor Pos Besar Bandung yang selesai dibangun pada 1928
  • Hasil karya arsitek J. Ven Gendt
  • Bangunannya bergaya arsitektur khas modern fungsional (art deco geometrik)
  • Bagian atap gedung ini  dulu menggunakan bahan dari metal
  • Di halaman gedung ada patung  Universal Postal Union atau Uni Postale Universalle (UPU)
  • Gedung itu dicat dominan putih dengan kombinasi warna khas kantor pos berwarna oranye
  • Di dalam gedung itu seperti di aula. Di sana terdapat beberpa loket yang akan memberikan pelayanan bagi pengunjung yang membutuhkan
  • Awalnya bangunan ini berfungsi sebagai Kantor Pos dan Telegraf (Posten Telegraf Kantoor)