Categories
Pasar

Pasar Loak Cihapit, Surganya Pemburu Audio Mobil

Pasar loak  banyak tersebar di Kota Bandung. Seperti di Pajagalan, Jatayu, Cihapit dan tempat lain. Di sini dijual barang-barang bekas dari berbagai jenis. Bisa onderdil, alat rumah tangga, komputer, bahkan handphone.

Di Cihapit, para pedagang barang bekas ini tersebar mulai dari Jalan Cihapit, Jalan Cibeunying Utara, dan Jalan Bengawan. Berbagai macam barang ada di sini. Onderdil, komputer, peralatan rumah tangga, dan kaset ada semua.

Yang khas dari pasar loak Cihapit adalah yang menjual audio untuk mobil. Para pembeli bisa memilih audio dari berbagai merek. Selain membeli, audio tersebut bisa langsung dipasang di sana. Tinggal mencari audio mana yang mau dibeli, kemudian pasang.

Selain audio di sini juga bisa mencari kaset atau cd jadul. Bagi yang suka mengoleksi kaset dan cd di sini tempatnya untuk mencari-cari kaset dan cd jaman dulu. Banyak grup lawas yang albumnya masih berformat kaset dijual di sini. Kadang kalau beruntung bisa menemukan kaset yang jarang, dan bahkan masuk dalam klasifikasi antik.

Pedagang Pasar Loak Cihapit Menjual Alat Rumah Tangga

Tak hanya kaset, barang-barang bekas di sini juga kalau pembeli jeli bisa menemukan barang yang masih bagus. Di sini banyak dijual peralatan rumah tangga seperti blender. Bahkan komputer juga banyak dijual.

Onderdil buat mobil atau sepeda motor juga banyak pilihan bagi yang ingin sekadar mengganti onderdil mobil. Bisa juga mencari onderdil untuk memodivikasi kendaraan. Tingga pembeli teliti dan bisa memilih barang bekas tersebut pasti mendapatkan onderdil yang diinginkan.

Di Detik.com ditulis  pasar loak ini berdiri sejak 1945. Lokasinya meliputi kawasan Jalan Cihapit, Cibeunying Utara sampai ke Jalan Bengawan. Pada 1975, para pedagang sempat dipindahkan ke pasar di Sadang Serang. Namun karena sepi pengunjung para pedagang  kembali berjualan di Jalan Cihapit.

Pada 80-an, pasar ini kembali ramai, dan banyak dikunjungi para pembeli.  Di detik.com disebutkan sekitar tahun 2002, pemerintah melalui Kadin membantu para pedagang dengan membuatkan kios tanpa dipungut biaya sampai sekarang. *

Categories
Kuliner

Warung Nasi Bu Eha, Ibu Inggit Garnasih Sering Makan di Sini

JANGAN membayangkan warung nasi langganan Ibu Inggit Garnasih, istri Presiden I RI, Soekarno, sebuah tempat mewah, atau berada di kawasan elite. Warung nasi yang bernama  Bu Eha ini berada di Pasar Cihapit. Dengan menelusuri pasar sebuah plang berwarna merah bertuliskan “Warung Nasi Bu Eha” berwarna kuning dan putih menjadi petunjuk warung nasi terkenal tersebut.

Warung nasi  yang masih mempertahakan gaya lama ini tak jauh dari hiruk pikuk pusat bisnis factory outlet di Jalan LLRE Martadinata atau Jalan Riau. Tak jauh dari warung ini juga para pedagang berbagai barang bekas ikut andil mempopulerkan kawasan Cihapit ini.

Warung Bu Eha di Pasar Cihapit. | Foto Wikimapia.org
Warung Bu Eha di Pasar Cihapit. | Foto Wikimapia.org

Gaya lama Warung Nasi Bu Eha adalah dalam hal penyajian. Penikmat kuliner bisa memilih apa saja lauk yang disajikan,  layaknya prasmanan dalam sebuah pernikahan. Di ujung meja prasmanan pengunjung tinggal menghitung makanan apa saja yang diambil.

Bebagai jenis pepes, goreng ikan, gepuk, perkedel kentang dan jagung, Soto Bandung,  ikan bawal, ayam goreng, urap, dan kepala ikan kakap, menjadi menu pilihan para pengunjung.

Jangan lupa ada menu lain yang menjadi andalan warung ini yakni sambel dadakan. Sambel dadakan adalah sambal yang terbuat dari bahan yang masih segar, dan membuatnya saat iti juga. Rasanya super pedas dan sangat khas.

Warung ini dibangun pada 1947. Warung ini milik Nok. Nama Eha merupakan nama kecil pemilik warung ini sekarang. Eha mendapat warisan warung ini dari ibunya sekitar 1960-an.

Menu yang ditawarkan dulu dan sekarang sedikit berbeda. Dulu warung ini sering menyajikan  lotek, sate ayam, juga kentang ongklok.  Kentang ongklok adalah kentang  rebus yang memakai susu murni yang disukai orang Belanda.

Warung nasi ini pernah beberapa lali pindah. Namun kepindahnnya tak menyulitkan pelanggannya karena hanya bergeser kios di Pasar Cihapit. Pelanggan warung ini adalah para mahasiswa di Kota Bandung pada 1970-an. Hingga sekarang para mahasiswa tersebut masih suka berkunjung untuk bernostalgia.

Yang menarik di dinding warung tersebut terdapat beberapa foto Soekarno. Di bagian  lain warung ini terpajang foto putra Bung Karno, Guruh dan Guntur. *

Warung Nasi Bu Eha

  • Lokasi di Pasar Cihapit Bandung
  • Warung ini berdiri pada 1947
  • Konon menjadi langganan Ibu Inggit Garnasih, istri Presiden I RI, Soekarno.
  • Menu yang tersedia jenis pepes, goreng ikan, gepuk, perkedel kentang dan jagung, soto Bandung,  ikan bawal, ayam goreng, urap, dan kepala ikan kakap