Categories
Gedung

Bioskop Dian, Nonton di Balkon Lebih Nyaman

BIOSKOP Dian adalah salah satu bioskop lama yang bangunannya bisa bertahan hingga sekarang. Bioskop yang dulu juga berdiri di kawasan Alun-alun Bandung ini sudah lama dibongkar. Aneka, Nusantara, dan Elita raib setelah dihancurkan, kemudian lahannya digunakan untuk membangun Gedung Palaguna Nusantara.

Gedung Palaguna Nusantara yang tadinya ada bioskop Palaguna dan Nusantara pun kini sudah rata dengan tanah. Pada Sabtu (7/2/2015), para pekerja masih terus melakukan pekerjaan di area gedung yang tertutup seng itu.

Bioskop ini pernah mejadi primadona para pecandu film. Film yang diputar di sini tidak menentu. Kadang film mandarin, film Hollywood, film Indonesia, bahkan film Inda. Pada tahu 1980-an bioskop ini terkadang penuh, tergantung film yang diputarnya.

Sebelum masuk penonton harus beli tiket ke kasir yang dibatasi kaca yang memisahkan penjual dan pembeli tiket. Sebuah lubung kecil di bagian bawah kaca itu penjual dan pembeli berkomunikasi. Penonton bisa memilih kursi yang bernomor. Jika ingin lebih nyaman silakan pilih yang di balkon.

Balkon di bioskop ini berada di lantai dua. Menonton dari sini akan leluasa melihat ke layar. Balkon seperti di Bioskop Dian tidak digunakan lagi oleh-oleh bioskop modern saat ini. Balkon menurut kamus besar bahasa Idonesia adalah, tempat duduk yang ada di tingkat atas, baik di samping kiri dan kanan maupun belakang menghadap ke panggung di gedung kesenian atau gedung bioskop.

Bioskop Dian Dibangunan Pada 1930

Bioskop Dian termasuk bangunan yang sudah tua dibangun pada 1930. Bangunan ini masuk dalam Daftar kawasan dan bangunan Cagar Budaya Kelas/Golongan A di Kota Bandung. Bangunan Dian termasuk dalam kriteria usia bangunan minimal 50 tahun.

Gedung yang masuk dalam bangunan Cagar Budaya golongan A tidak boleh dibongkar. Begitu juga Bioskop Dian yang pernah dijadikan lapangan futsal. Gedung Bioskop Dian merupakan salah satu aset Pemprov yang dikelola oleh PD Jawi,

Latar depan bioskop ini masih seperti semula belum ada perubahan. Bangunan klasik masih tampak. Dulu Dian bernama Radio City Cinema. Kemudian berubah nama menjadi Dian Cinema atau Bioskop Dian. Pada pertengahan 1990-an, Bioskop Dian tutup. *

Categories
Gedung

Bioskop di Bandung, Gedung-gedungnya Sudah Banyak Berubah

PADA 1980-an, bioskop di Bandung di antaranya ada di Alun-alun. Saat itu,  ada empat bioskop yang menghadap ke Alun-alun. Satu di antaranya  Bioskop Dian.   Yang pertama adalah Bioskop Dian yang berdiri sendiri yang menghadap ke Jalan Dalem Kaum. Kemudian berderet Bioskop Aneka, Nusantara, dan Elita.

Ketiga bioskop yang disebutkan terakhir sudah rahib tergerus pembangunan Gedung Palaguna Nusantara. Di gedung tersebut masih dibangun dua bioskop, salah satunya masih bernama Nusantara, sedangkan satu lagi bernama Palaguna. Namun nasib kedua bioskop tersebut tanpa jejak lagi setelah Gedung Palaguna Nusantara dibongkar.

Menurut catatan trihariwidodo.blogspot.com, pada 1970 ada sekitar 30 gedung bioskop di Bandung. Bioskop itu mulai dari kelas bawah hingga kelas elite, seperti Elita (Puspita), Aneka (Oriental), Nusantara (Varia), Dian (Radio City), di Jalan Braga ada Majestic (Dewi), Braga Sky, Presiden, Pop dll.

Bisokop di Bandung tersebut mulai tergerus taknologi baru saat memasuki tahun 1980-an. Bioskop cineplex yang berkonsep tidak membutuhkan ruangan besar, dan berteknologi semi digital mulai digandrungi masyarakat. Satu-satu bioskop yang masih berkonsep lama gulung tikar, atau dimodifikasi menjadi cineplex.

Beberapa gedung bioskop berubah fungsi, atau bahkan dibongkar. Bioskop Dian kini menjadi lapangan Futsal, Majestik menjadi gedung New Majestic. Yang lainnya menjadi pertokoan, diskotek dan gedung Bank, seperti sejumlah biskop di Jalan Kebonjati seperti Orion, Luxor, dan Nirmala sudah menjadi hotel dan diskotek.

Bioskop di Bandung di Pasar Kosambi

Bandung Theater di Kosambi pun sudah menjadi pasar. Tak ada lagi warga yang berbondong- bondong ke sana ingin menyaksikan film Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro), atau film horor ala Indonesia seperti “Nyi Blorong”, dan “Ratu Pantai Selatan”.

Jaringan yang membangun bioskop berkonsep cineplex adalah Cineplex 21.  Group  ini membuka jaringan bioskop di seluruh Indonesia. Grup ini tidak membangun bioskop berdiri sendiri tapi biasanya di mal-mal. Di Bandung, bioskop milik Cineplex 21 di antaranya ada di Trans Studio Mall, Bandung Indah Plaza, Ciwalk, dan Braga Walk.

Konsep cineplex tidak hanya membutuhkan ruangan yang tidak besar, tapi teknologinya masih relatif baru untuk Indonesia, seperti tata suara Dolby Digital dan THX.  Cineplex 21 Group biasanya lebih sering menayangkan film-film buatan Hollywood. (*)

Categories
Wisata

Cinema XXI, Hampir di Setiap Mal Ada Bioskopnya

SOAL bioskop, Kota Bandung juga jagonya. Hampir di setiap mal pasti ada bioskopnya.  Paling banyak yang  membangun bioskop di kota ini adalah Cineplex 21 Group satu di antaramnya Cinema XXI.

Cineplex 21 Group adalah jaringan bioskop, dan pelopor jaringan cineplex di Indonesia. Cineplex 21 Group memulai bisnis  hiburan sejak 1986. Hingga Mei 2014, mereka sudah  memiliki total 736 layar tersebar di 33 kota di 142 lokasi di seluruh Indonesia.

Group ini didirikan oleh Sudwikatmono bekerjasama dengan Benny Suherman dan Harris Lesmana.

Cinema XXI Bagian dari Cineplex 21 Group

Cinema XXI di TSM | Foto serbabandung..com #serbabandung
Cinema XXI di TSM | Foto serbabandung..com #serbabandung

Cineplex 21 Group telah melakukan sejumlah pembenahan. Mereka kini  membentuk jaringan bioskop menjadi 4 merek terpisah, yakni Cinema 21, Cinema XXI, The Premiere, IMAX. Bioskop-bioskop tersebut memiliki pangsa pasar yang berbeda.

Bioskop yang masuk kelompok Cinema 21 di Bandung adalah  Braga 21 yang berada di kompleks Braga City Walk, Lantai 2, Jl. Braga 99-101. Kemudian Jatos 21 di Jatinangor Town Square, Lantai 2, Jl. Raya Jatinangor No. 150, Sumedang.

Adapun yang masuk kelompok Cinema XXI adalah Ciwalk XXI di Cihampelas Walk, Lantai 2, Jl. Cihampelas No. 160. Kemudian TSM XXI di Trans Studio Mall Bandung, Lantai 3, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 289. Citylink XXI di Festival Citylink Mall, Lantai 3, Jl. Peta No. 241. BTC XXI di  Bandung Trade Centre, P2 Lantai 3, Jl. Dr. Djundjunan No. 143-149.

Untuk kelompok bioskop yang paling mewah yang diberi nama The Premiere di Bandung ada di Ciwalk XXI.  Bandung merupakan kota pertama yang menghadirkan The Premiere di luar Jakarta. Dibuka 1 Mei 2009 dengan harga tiket Rp 5.000.

Kelompok bioskop lainnya adalah  IMAX. Sejauh ini di Bandung belum ada bioskop yang masuk kelompok ini.  IMAX Pertama kali dibuka di Gandaria City pada 4 Mei 2012. Bioskop IMAX Gandaria City memiliki layar dengan luas 11 x 20 meter dengan kapasitas 391 kursi. *