Categories
Fasilitas Umum

Lapas Banceuy, Pindah ke Soekarno Hatta Pada 1983

JIKA pernah ke Jalan Banceuy sebelum tahun 1983, di sana ada penjara yang berdiri kokoh. Lapas Banceuy (Lembaga Permasyarakatan) tersebut tepat berada di persimpangan Jalan ABC dan Jalan Banceuy.

Namun kokohnya dinding berwarna putih itu sudah berubah. Lapas Banceuy  di mana Presiden I RI Soekarno pernah ditahan kini menjadi pusat perbelanjaan alat-alat lampu yang bernama Banceuy Permai. Tak ada lagi menara pengawas yang terkesan angker.

Hanya sel bekas Soekarno ditahan, dan menara pengawas yang mengarah ke Jalan Naripan yang dibiarkan utuh menjadi monumen.

Pada 1983 Lapas Banceuy dipindahkan ke Jalan Soekarno-Hatta  No 187A.  Hampir semua bangunan dibongkar. Hanya sel bekas Soekarno ditahan, dan menara pengawas yang mengarah ke Jalan Naripan dibiarkan utuh menjadi monumen.

Nama penjara Banceuy tidak berubah meski telah pindah. Ini untuk menjaga kepindahan lapas tersebut tidak mehilangkan torehan sejarah yang pernah terjadi di penjara tersebut. Soekarno pernah ditahan di penjara karena dianggap memberontak oleh pemerintah Belanda.

Soekarno menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter dan berisi kasur lipat juga toilet nonpermanen. Di ruangan pengap ini Soekarno menyusun pidato pembelaan (pledoi), yang dibacakan pada sidang Pengadilan Hindia Belanda di Gedung Landraad (kini Gedung Indonesia Menggugat) di Jalan Perintis Kemerdekaan (dahulu Jalan Gereja).

Pledoi dengan judul Indonesie Klaagt Aan (Indonesia Menggugat) pun menjadi terkenal.

Lapas Banceuy  Dibangun Pada 1877

Penjara ini dibangun pemerintah Belanda pada 1877. Awalnya penjara ini diperuntukkan bagi tahanan politik tingkat rendah dan kriminal. Di penjara ini ada 2 macam sel yaitu sel untuk tahanan politik di lantai atas dan sel untuk tahanan rakyat jelata di lantai bawah.

Setelah pindah ke Jalan Soekarno Hatta Lapas Klas II A Banceuy Bandung ini khusus untuk menampung narapidana kasus narkotika dari Kantor Wilayah Departemen Kehakiman DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Hal tersebut  berdasarkan Surat Menteri Kehakiman RI No. W8.UM.01.06.245 A tanggal 30 september 1999 tentang Pembentukan Lapas Khusus Napi Narkoba. *

Sumber: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Penjara_Banceuy

Categories
Tempat Bersejarah

Sel Bekas Soekarno, Masih Berdiri di Jalan Banceuy

DI Jalan Banceuy pernah ada penjara.Tepatnya di perempatan Jalan Banceuy dan Jalan ABC. Sekarang lahan bekas penjara digunakan untuk pusat bisnis yang bernama Banceuy Permai. Penjara Banceuy sendiri dipindah ke Jalan Soekarno Hatta No 187A pada 1983. Kepindahan lembaga permasyarakatan (lapas) tersebut tidak membuat hilang sejarah yang pernah terjadi di penjara tersebut. Nama penjara Banceuy tetap dipertahankan meski dipindahkan ke Jalan Soekarno Hatta. Kemudian sel bekas Soekarno dan salah satu bagian menara pengawas dari bangunan penjara ini masih berdiri hingga sekarang.

Soekarno pernah ditahan di penjara karena dianggap memberontak oleh pemerintah Belanda. Soekarno dijerat pasal-pasal karet haatzai artikelen. Soekarno ditahan bersama  tiga rekan dari PNI, Maskoen, Soepriadinata, dan Gatot Mangkoepraja. Mereka ditangkap di Yogyakarta pada  29 Desember 1929.

Soekarno ditahan di penjara Banceuy selama kurang lebih 8 bulan. Presiden Indonesia pertama itu  menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter dan berisi kasur lipat, dan  toilet nonpermanen.

Selama di penjara Soekarno menyusun pledoi yang sangat terkenal yang kemudian diberi nama Indonesia Menggugat. Pledoi fenomenal tersebut dibacakan di sidang pengadilan di Gedung Landraad  yang sekarang bernama Gedung Indonesia Menggugat di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Penjara ini dibangun pemerintah Belanda pada 1877. Awalnya penjara ini diperuntukkan bagi tahanan politik tingkat rendah dan kriminal. Di penjara ini ada 2 macam sel yaitu sel untuk tahanan politik di lantai atas dan sel untuk tahanan rakyat jelata di lantai bawah.

Setelah pindah ke Jalan Soekarno Hatta Lapas Klas II A Banceuy Bandung ini khusus untuk menampung narapidana kasus narkotika dari Kantor Wilayah Departemen Kehakiman DKI Jakarta dan Jawa Barat. Hak tersebut  Berdasarkan Surat Menteri Kehakiman RI No. W8.UM.01.06.245 A tanggal 30 september 1999 tentang Pembentukan Lapas Khusus Napi Narkoba. *

Sumber: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Penjara_Banceuy

Categories
Belanja

Sentra Onderdil Jalan Banceuy, Ada Juga Aksesori Mobil

JALAN Banceuy tidak lantas pudar namanya setelah lembaga pemasyarakatan Banceuy pindah ke Jalan Soekarno Hatta. Jalan Banceuy tetap terkenal dengan sentra onderdil Jalan Banceuy. Di sini berbagai macan onderdil bekas, terutama mobil bisa didapatkan.

Di trotoar jalan berderet roda pedagang yang menjajakannya. Tidak hanya onderdil tapi juga aksesori mobil seperti setir, velg, lampu, dan lain sebagainya. Jika membeli di sana biasanya para pembeli mendapatkan sevis dari pedagang berupa jasa pemasangan.

Jalan Banceuy yang memanjang dari Jalan Asia Afrika hingga Jalan Suniaraja ini terpotong oleh Jalan ABC. Para pedagang di  sentra onderdil Jalan Banceuy berderet mulai dari perempatan Jalan ABC dengan Jalan Banceuy hingga ke Jalan Suniaraja.

Tidak jelas sejak kapan para pedagang onderdil ini berderet di jalan ini. Dikutip dari news.detik.com edisi 11 Januari 2010, kawasan ini mulai menggeliat pada 1950-an. Eman Candra (64), yang diwawancara news.detik.com mengaku sudah berdagang sejak 1965 di kawasan itu.

Disebutkan, Pasar Banceuy  juga dikenal dengan nama Santiong. Santiong adalah nama pemakaman warga Tionghoa. Pemakaman berubah menjadi terminal. Mulai saat itulah  pedagang-pedagang kaki lima mulai menjual onderdil.

Di  Sentra Onderdil Jalan Banceuy Ada Penjual Lampu Hias

Tidak hanya pedagang onderdil yang ada di sana. Di kawasan itu banyak juga toko-toko yang menjual berbagai lampu hias. Ada sekitar 30 toko. Toko-toko ini, menurut Tribunnews, mulai bermunculan pada 1960.

“99 persen lampu yang kami tawarkan produk Cina,” ujar Cici, salah seorang pemilik toko lampu hias di Jalan Banceuy, seperti dikutip  Tribunnews, Rabu (29/8/2012).

Jangan lupakan juga Pabrik Kopi Aroma. Pabrik ini tepat berada di belokan pertigaan Jalan Pecinan Lama dan Jalan Banceuy. Pabrik kopi ini sudah melegenda namanya, dan sudah tersohor tidak hanya di Kota Bandung, tapi juga ke luar Kota Bandung. *