Rumah Makan Ampera, Awalnya dari Rumah Makan Sempit

DI Kota Bandung ada Rumah Makan Ampera. Hampir di setiap sudut kota rumah makan khas sunda selalu hadir untuk memberikan yang terbaik buat pelanggannya. Rumah makan ini sudah semakin berkembang saat memasuki tahun 2000-an.

Rumah makan yang sudah sedemikian berkembangnya ternyata berawal dari rumah makan yang sangat tidak representatif di sekitar terminal Kebonkalapa Bandung (sekarang menjadi ITC Kebun Kelapa), pada tahun 1963.

Pada 1994 Rumah Makan ini membuka cabang di Jalan Astanaanyar. Pembukaan cabang Ampera ini karena yang di Kebonkalapa sudah tidak memadai lagi.

Rumah makan Ampera semakin berkembang setelah mendirikan beberapa cabang di Kota Bandung, dan Jakarta. Kini sudah ada 80 lebih cabang rumah makan tersebut.  Perkembangan itu mulai terasa pada 1994.

Adalah H. Tatang Sujani S.Sos beserta istri, Hj. St.E. Rochaety (alm) yang merintis runmakan tersebut. Pada 1963 Tatang mulai membuka usahanya di Terminal Kebonkalapa. Konsep geksor, yang artinya ketika tamu datang hidangan harus sudah tersedia, yang dipilih Tatang membuahkan hasil. Pelanggan pun berdatangan ke rumah makan nasi tersebut.

Rumah Makan Ampera Pertahankan Resep Menu Sunda

Rumah Makan Ampera terkenal tetap mempertahankan resep masakan sunda. Pelanggannya yang menyukai masakan khas sunda tersebut semakin keranjingan makan di sana karena harganya sangat terjangkau. Pelanggan rumah makan ini datang dari berbagai kalangan. Bahkan tidak hanya orang Bandung saja yang makan di sini, tapi juga orang luar Bandung yang kebetulan lagi berkunjung ke kota ini.

Tatang tidak sia-sia memutuskan untuk meninggalkan kampungnya di  Dusun Babantar, Desa Awiluar, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, merantau ke Kota Bandung. Berkat keuletannya ini usahanya semakin berkembang.

“Jangan berhenti bermimpi kalau mau sukses, tapi ingat mimpi juga harus dibarengi dengan kerja keras,” kata H Tatang seperti dikutip Kabar Priangan.

Rumah makan Ampera di Soekarno Hatta, Rancabolang, Bandung, adalah salah satu yang paling banyak dikunjungi penggemar masakan Sunda. Rumah makan ini memilki konsep indoor. Para pengunjung bisa menikmati sajian di saung-saung yang telah disediakan pengelola di halaman. Meski begitu, bagi yang tak suka suasana di luar, pengelola menyediakan tempat di dalam ruangan. *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!